Bagel Kentang vs Jagung di Orange Bagel, Suwon Dekat Gosaek

Singkatnya

Orange Bagel adalah kafe bakery bergaya bangunan bata merah di Omokcheon-ro, Gwonseon-gu, Suwon, Gyeonggi. Bertiga, kami mencoba laugenbutter bagel, bagel kentang, dan bagel jagung, ditemani es Americano dari biji kopi gurih (nutty) — laugenbutter jadi favorit kami bertiga, bagel kentang terasa seperti makanan berat, sementara bagel jagung lebih mirip dessert manis. Yang paling membekas dari Orange Bagel justru tekstur bagelnya sendiri yang kenyal tapi lembut, bukan topping-nya.

Foto utama bagel Orange Bagel dan es Americano

Info terverifikasi

Alamat
129 Omokcheon-ro, Gwonseon-gu, Suwon-si, Gyeonggi-do, South Korea
Jam buka
Setiap hari 07:30–21:00
Last order
20:30
Tutup
Buka sepanjang tahun, tanpa hari libur
Lokasi
979m dari Stasiun Gosaek Pintu Keluar 2
Menu yang dipesan
Laugenbutter bagel, bagel kentang, bagel jagung, es Americano
Pilihan biji kopi
Biji kopi asam (fruity) atau gurih (nutty)
Kemasan
Kotak hadiah untuk pembelian 4 bagel
Pesanan grup
Tersedia pemesanan dalam jumlah besar, pasokan rutin, dan katering acara

seperti ditulis pengunjung pada 8 September 2026

Foto utama bagel Orange Bagel dan es Americano

Belakangan ini toko bagel khusus makin banyak bermunculan ya. Saya sendiri termasuk penyuka bagel, jadi setiap kali menemukan tempat baru rasanya selalu penasaran seperti apa rasanya. Kali ini saya mampir ke Orange Bagel, tempat yang bisa menikmati berbagai bagel sekaligus kopi.

Saya mencoba langsung laugenbutter bagel, bagel kentang, dan bagel jagung — dan ternyata karakter ketiganya benar-benar berbeda. Singkatnya, laugenbutter jadi favorit kami bertiga, kentang lebih seperti makanan berat, jagung lebih ke arah dessert manis!

Selain bagelnya, interior bernuansa New York dan area outdoor di lantai 3 juga banyak yang menarik untuk dilihat, jadi saya akan ceritakan satu per satu. 😊

Nuansa New York yang Kental, Asyik untuk Sekadar Berkeliling

Bangunan bata merah Orange Bagel di bawah langit biru
Papan nama Orange Bagel bergaya grafis New York di pintu masuk

Begitu tiba di Orange Bagel, bangunan bata merah besar langsung menarik perhatian. Hari saya berkunjung, langitnya biru cerah dan sangat cocok dengan bangunannya. Papan nama Orange Bagel dan grafis bernuansa New York membuat konsepnya terasa jelas bahkan sebelum masuk ke dalam.

Begitu masuk, bata merah, lantai bermotif kotak-kotak, bendera Amerika besar, foto jalanan New York, piringan hitam, dan pernak-pernik vintage membuat setiap sudut punya suasana sedikit berbeda. Tangga dengan foto-foto tergantung di sepanjang dinding merah juga cukup berkesan.

Interior toko dengan bata merah dan lantai motif kotak-kotak
Tangga toko dengan foto-foto tergantung di dinding merah

Tempat ini terasa bukan sekadar tempat beli bagel lalu pergi, tapi lebih cocok disebut kafe brunch Suwon yang nyaman untuk berkeliling ruangan sambil menikmati kopi santai.

Area duduk kafe dengan bendera Amerika dan pernak-pernik vintage
Sudut interior dengan piringan hitam dan foto jalanan New York

Setiap ruangan punya suasana berbeda sehingga seru untuk foto-foto sambil berkeliling pelan-pelan — cocok juga buat yang mencari tempat wisata unik di Gyeonggi atau kafe pinggiran Seoul.

Di Lantai 3 Ada Area Outdoor Seperti Rooftop Jazz Bar

Sambil berkeliling, saat naik ke area outdoor lantai 3, suasananya jadi berbeda lagi dari dalam ruangan.

Di bawah langit biru, ada meja dan kursi dengan lampu-lampu yang menyambung, dan menurut saya pribadi suasananya seperti rooftop jazz bar. Jadi penasaran seperti apa suasananya di malam hari. ^^ Areanya juga cukup luas, jadi cocok dipakai bareng banyak orang.

Area meja outdoor lantai 3 dengan lampu-lampu menyambung
Kursi rooftop yang luas di bawah langit biru

Di papan informasi yang ditempel di toko, tertulis bahwa selain pesanan kelompok, tersedia juga pasokan rutin dan katering acara. Informasi yang berguna kalau butuh menyiapkan bagel dalam jumlah banyak untuk kumpul-kumpul atau acara bersama.

Dari dalam ruangan sampai area outdoor lantai 3, masing-masing punya suasana berbeda, jadi ini jadi nilai plus buat yang mencari kafe besar di Suwon untuk sekaligus menikmati ruangannya.

Laugenbutter, Kentang, Jagung — Pilih Bagel yang Mana?

Etalase toko dengan berbagai pilihan bagel
Bagel dengan krim dan topping di etalase
Bagel polos tersusun di etalase, tampak lebih dekat

Di etalase tersedia beragam pilihan, mulai dari bagel polos sampai menu dengan krim dan topping melimpah.

Tiga pilihan bagel: laugenbutter, jagung, dan kentang
Penampang laugenbutter bagel dengan taburan garam
Tiga bagel dan kopi di atas meja

Kami memilih laugenbutter bagel, bagel jagung, dan bagel kentang.

Bagel punya daya tarik khas dari tekstur kenyalnya, tapi kadang bisa terasa terlalu alot. Orange Bagel ternyata kenyal sekaligus lembut, jadi dari bagelnya sendiri saja sudah cukup memikat.

Dari ketiganya, kami coba dulu laugenbutter bagel yang rasanya paling mendekati original. Gurihnya mentega, tekstur kenyal-lembut si bagel, dan asin dari garam berpadu pas. Juara hari ini: laugenbutter bagel!

Padahal isinya tidak diisi macam-macam yang mewah, tapi tetap bikin ketagihan. Justru karena bisa merasakan rasa dan tekstur asli bagelnya, kami bertiga paling suka yang ini.

Kalau Mau Kenyang Pilih Kentang, Kalau Mau Manis Pilih Jagung

Bagel kentang berisi salad kentang dan bacon melimpah
Bagian atas bagel kentang dengan keripik kentang dan seasoning smoked paprika
Bagel jagung dengan krim jagung di dalamnya

Bagel kentang benar-benar terasa seperti satu porsi makan berat. Salad kentang dan bacon berlimpah di dalamnya, sementara di atasnya ada keripik kentang dan seasoning smoked paprika pedas. Kalau hanya ada salad kentang dan bacon saja, mungkin akan terasa eneg atau hambar, tapi berkat topping di atasnya rasanya jadi tidak eneg dan tidak monoton. Porsinya juga cukup mengenyangkan sampai terasa seperti satu kali makan — cocok juga jadi makanan anak-anak.

Sementara itu, yang paling menarik secara visual justru bagel jagung. Dilihat dari etalase saja sudah bikin tergoda untuk memilihnya!! Ada krim jagung manis yang mengangkat rasa manis khas jagung, jadi rasanya lebih dekat ke camilan dessert manis.

Awalnya kami berencana makan berurutan laugenbutter → jagung → kentang, tapi setelah dicicip sedikit-sedikit, bagel jagung ternyata lebih manis dari perkiraan, jadi akhirnya kami makan bagel kentang dulu dan menyimpan bagel jagung untuk terakhir.

Setelah dicoba seperti ini, karakter masing-masing menu jadi jelas.

  • Rasa gurih-asin yang mendasar → laugenbutter
  • Kenyang seperti satu porsi makan → kentang
  • Manis seperti dessert → jagung

Keluarga kami suka rasa yang mendasar, jadi laugenbutter jadi juara, tapi tergantung selera masing-masing, silakan pilih sesuai gaya favorit kalian. 😊

Lain Kali, Plain dengan Cream Cheese Melimpah

Foto horizontal bagel yang tersusun di atas meja
Bagian dalam bagel yang kenyal setelah digigit

Setelah mencoba ketiganya, yang paling membekas justru dasar dari bagelnya sendiri. Enak karena topping dan isian melimpah itu beda dengan enak karena rotinya sendiri memang enak, kan? Orange Bagel tetap kenyal tapi tidak alot dan lembut, sampai bikin saya jadi penasaran dengan bagel polosnya.

Kalau berkunjung lagi, saya ingin coba bagel blueberry atau bagel plain kesukaan saya, lalu beli cream cheese terpisah dan oleskan banyak-banyak. Terpikir bahwa hanya dengan bagel polos dan cream cheese saja sudah pasti enak tanpa topping mewah — itu tandanya bagelnya sendiri memang berkesan. 👍

Americano Kental dan Gurih yang Cocok Ditemani Bagel

Es Americano dari biji kopi gurih
Es Americano disandingkan dengan bagel

Selain bagel, kami juga pesan es Americano. Kopinya bisa dipilih antara biji kopi dengan rasa asam (fruity) atau gurih (nutty), dan saya memilih yang gurih.

Saat pertama menerima gelasnya, sempat berpikir porsinya agak kecil. Tapi setelah dicicipi langsung, rasa kopinya kental dan gurih — lulus! Apalagi dimakan bareng bagel, Americano yang kental ini jadi pas banget.

Di toko bagel biasanya perhatian lebih tertuju ke rotinya, tapi kalau kopinya juga enak, jadi makin memuaskan. Buat yang mencari kafe kopi enak di Suwon sambil menikmati bagel, silakan pilih biji kopi sesuai selera. ☕

Visual yang Cocok untuk Hadiah, Kotak Hadiah untuk Pembelian 4 Bagel

Kotak hadiah berisi 4 bagel
Bagian dalam kotak hadiah dengan sekat untuk setiap bagel

Sambil memilih bagel, terpikir juga ide untuk membawa beberapa sebagai hadiah kalau diundang ke rumah seseorang. Apalagi kalau menu dengan visual cantik seperti bagel jagung dimasukkan bersama, pasti terlihat menarik.

Di Orange Bagel, pembelian 4 bagel akan dikemas dalam kotak hadiah. Masing-masing tertata rapi tanpa saling bertumpuk, terlihat rapi dan cantik, jadi cocok juga jadi hadiah ringan untuk teman yang suka bagel.

Ketiga bagel yang saya cicipi punya karakter yang benar-benar berbeda, tapi favorit kami bertiga tetap laugenbutter bagel. Yang paling berkesan adalah tekstur bagelnya sendiri, sampai saya ingin coba lagi versi plain atau blueberry dengan cream cheese melimpah lain kali. Dari ruangan bernuansa New York, area outdoor lantai 3, sampai berbagai bagel dan kopi — semuanya bisa dinikmati di Orange Bagel, kafe bakery di Suwon ini. Kalau kalian mencari kafe Suwon untuk menikmati bagel sekaligus brunch, boleh coba tempat ini. 😊

Informasi Toko Orange Bagel

  • Alamat: 129 Omokcheon-ro, Gwonseon-gu, Suwon-si, Gyeonggi-do, South Korea
  • Jam buka: Setiap hari 07:30–21:00
  • Last order: 20:30
  • Tutup: Buka sepanjang tahun, tanpa hari libur
  • Lokasi: 979m dari Stasiun Gosaek Pintu Keluar 2

Lokasi

Orange Bagel오렌지베이글

129 Omokcheon-ro, Gwonseon-gu, Suwon-si, Gyeonggi-do, South Korea경기도 수원시 권선구 오목천로 129

Buka di Google Maps

Tempat · Kafe