Kelas Bikin Parfum di Anguk, Seoul: 48 Aroma Bareng Ibu — Muhwawon

Singkatnya

Muhwawon Bukchon Perfume Workshop adalah studio kelas meracik parfum one-day class di Bukchon, Jongno, Seoul, sekitar 6–8 menit jalan kaki dari Stasiun Anguk jalur 3. Duduk bersebelahan dengan ibunya, penulis mencium 48 jenis fragrance oil, memilih minimal 6 aroma, lalu meracik parfum masing-masing selama sekitar 1 jam 30 menit. Hidung memang mulai lelah di akhir sesi, tapi sebagai kencan ibu-anak yang saling mengenal selera aroma, Muhwawon meninggalkan kesan yang lama diingat.

Meja kelas racik parfum dengan beaker, timbangan, dan tablet

Info terverifikasi

Lokasi
Lantai 3, 23 Yulgok-ro 6-gil, Jongno-gu, Seoul
Jam operasional
Setiap hari 12:00–22:00
Durasi
Sekitar 1 jam 30 menit
Fragrance oil
48 jenis untuk dicium, pilih minimal 6
Akses
Sekitar 6–8 menit jalan kaki dari Stasiun Anguk, jalur 3
Parkir
Tidak ada lahan parkir sendiri, gunakan Kakao T Changdeokgung Parking Lot 1 di seberang
Perlengkapan
Beaker, timbangan, dan alat cium di setiap kursi, plus tablet dan headphone

seperti ditulis pengunjung pada 5 September 2026

Muhwawon Bukchon Perfume Workshop itu tempat seperti apa?

Muhwawon Bukchon Perfume Workshop adalah studio kelas parfum one-day yang terletak di lantai 3, 23 Yulgok-ro 6-gil, Jongno-gu, Seoul, buka setiap hari pukul 12:00–22:00. Saya ingin melakukan kencan yang sedikit berbeda dengan ibu, jadi kami datang ke sini dan menghabiskan sekitar 1 jam 30 menit membuat parfum masing-masing.

  • Kelas racik parfum one-day sekitar 1 jam 30 menit di Anguk
  • Metode mencium berbagai aroma langsung lalu meraciknya sesuai selera
  • Panduan tablet dan penjelasan perfumer membuat pemula pun mudah mengikuti
  • Tempat yang menyenangkan untuk kencan berbeda dari biasanya bersama ibu

Cara ke Muhwawon dari Stasiun Anguk dan pilihan parkir

Gambar penunjuk lokasi Muhwawon Bukchon Perfume Workshop dekat Stasiun Anguk
Jalan menuju gedung studio parfum di Yulgok-ro 6-gil, Bukchon
Pintu masuk lantai 3 Muhwawon Bukchon Perfume Workshop

Jika naik kereta, Muhwawon Bukchon Perfume Workshop mudah dijangkau dari Stasiun Anguk jalur 3, sekitar 6–8 menit jalan kaki. Untuk bus, halte di sekitar Stasiun Anguk atau Changdeokgung juga bisa memudahkan akses dengan transportasi umum.

Kalau bawa mobil pribadi, memang tidak ada lahan parkir sendiri, tapi tepat di seberang studio ada Kakao T Changdeokgung Parking Lot 1, jaraknya kurang dari 1 menit jalan kaki jadi cukup nyaman.

Lokasinya enak untuk dipadukan dengan jalan-jalan di area Bukchon atau Anguk, jadi bisa disambung dengan makan atau ke kafe sebelum/sesudah kelas — seperti yang saya dan ibu lakukan, cocok dijadikan rute jalan santai seputar Bukchon.

Suasana dalam studio dan penataan kursi peserta

Interior studio parfum dengan dekorasi warna netral
Botol-botol fragrance oil tersusun rapi
Kursi studio dengan suasana seperti laboratorium parfum

Kesan pertama saat masuk studio adalah rapi — didominasi warna netral yang tenang, dan botol-botol fragrance oil kecil tertata rapi sehingga suasananya lebih mirip laboratorium parfum kecil daripada studio kerajinan biasa.

Pencahayaan tidak terlalu terang dan ruangan tidak ramai dekorasi, jadi suasananya mendukung untuk fokus mencium aroma.

Di setiap kursi sudah disiapkan beaker, timbangan, dan alat cium yang dipakai saat meracik, plus tablet dan headphone masing-masing.

Bagi orang yang baru pertama kali membuat parfum, mungkin bingung harus mulai dari mana — tapi di Muhwawon, panduan tablet dan penjelasan perfumer dijalankan bersamaan sehingga tidak terasa sulit.

Duduk bersebelahan dengan ibu, mencium aroma dan meraciknya masing-masing, ternyata seru juga membandingkan selera yang ternyata berbeda meski melakukan pengalaman yang sama.

Meja kelas racik parfum dengan beaker, timbangan, dan tablet

Bagaimana alur kelas bikin parfum one-day class di Muhwawon?

Meja yang sudah disiapkan untuk kelas membuat parfum one-day
Alat dan kertas cium untuk kelas racik parfum
Meja kerja kelas racik parfum yang berjalan bertahap

Kelas membuat parfum di Muhwawon memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit, berjalan bertahap mulai dari mencium aroma, memilih fragrance oil, meracik, menimbang, hingga membuat produk jadi.

Awalnya saya pikir buat satu parfum tidak mungkin sampai 1 jam 30 menit, tapi setelah dicoba langsung, mencium, membandingkan, dan meracik satu per satu ternyata membuat waktu berlalu cepat. Berikut detail prosesnya.

Layar tablet panduan untuk mengecek selera aroma

Menentukan selera aroma favorit sebelum meracik

Langkah pertama adalah mengenali aroma seperti apa yang saya sukai. Biasanya saat memilih parfum saya cuma menilai suka atau tidak secara sederhana, tapi ketika harus membuat sendiri, saya jadi berpikir lebih detail termasuk kategori aroma apa yang menarik untuk saya.

Melakukannya bersama ibu, perbedaan selera sudah terlihat sejak tahap ini dan itu seru — meski mencium parfum yang sama, poin yang disukai masing-masing berbeda, membuktikan selera aroma memang sangat personal.

Karena tahap ini bukan tentang mencari jawaban benar melainkan mencari arah parfum yang akan dibuat, saya bisa memulainya tanpa beban.

Mencium 48 fragrance oil satu per satu

Mencium langsung 48 jenis fragrance oil

Setelah memikirkan selera secara garis besar, saatnya mencium berbagai aroma secara serius. Tersedia 48 jenis fragrance oil yang bisa dicium satu per satu sambil mempersempit pilihan sesuai selera.

Mencium hampir 50 aroma satu per satu ternyata butuh konsentrasi lebih dari yang saya kira. Awalnya saya semangat sambil bilang 'ini enak banget' atau 'yang ini kurang', tapi setelah terus-menerus mencium, hidung mulai terasa sedikit lelah.

Meski begitu, kesempatan membandingkan sebanyak ini dalam satu waktu jarang terjadi, jadi cukup menyenangkan menemukan selera saya sendiri yang sebelumnya tidak saya sadari.

Proses menyaring fragrance oil yang disukai
Meja dengan minimal 6 fragrance oil pilihan tersusun rapi

Menyaring aroma favorit: minimal 6 jenis

Setelah cukup mencium berbagai aroma, tahap selanjutnya adalah menyaring aroma yang paling saya sukai. Awalnya banyak aroma bagus sehingga sulit memilih, tapi setelah terus membandingkan, secara alami muncul aroma-aroma yang jadi favorit.

Kalau biasanya membeli parfum yang aromanya sudah jadi, di kelas racik ini kita bisa mencium tiap aroma secara terpisah sebelum menjadi satu parfum — dan itu sangat menyenangkan.

Dari fragrance oil yang sudah dicium, saya memilih minimal 6 jenis, lalu bersama perfumer mengecek struktur aroma keseluruhan dan suasana yang diinginkan sambil menyusun racikan.

Mengumpulkan aroma yang sekadar disukai berbeda dengan menyusun agar beberapa aroma benar-benar harmonis, jadi arahan dari perfumer sangat membantu.

Proses meracik aroma pilihan sedikit demi sedikit
Mencampur aroma dengan mengubah rasio takaran

Mencoba mengombinasikan aroma-aroma pilihan

Setelah memilih aroma favorit, akhirnya masuk ke proses meracik sesungguhnya. Aroma-aroma pilihan dicampur sedikit demi sedikit untuk menciptakan aroma baru — bagi saya pribadi, tahap ini yang paling seru.

Aroma yang tadinya enak saat dicium sendiri, ternyata bisa berubah sama sekali berbeda saat dicampur; sebaliknya aroma yang tadinya kurang menonjol saat berdiri sendiri, jadi jauh lebih menarik saat bertemu aroma lain.

Suasana keseluruhan juga berubah tergantung rasio campuran, jadi prosesnya adalah mencampur sedikit, mencium lagi, diulang-ulang sampai menemukan racikan mendekati yang diinginkan. Setelah dicoba sendiri, ternyata proses membuat satu parfum jauh lebih detail dari perkiraan saya.

Meja untuk membandingkan beberapa kombinasi sebelum aroma final
Mencium aroma untuk menentukan pilihan akhir
Catatan resep aroma pilihan akhir

Memilih kombinasi aroma terakhir

Setelah membuat beberapa kombinasi, saatnya memilih satu aroma yang paling disukai sebagai hasil akhir — dan ternyata ini cukup sulit.

Setelah terus mencium, saya jadi bertanya-tanya, 'yang tadi lebih enak ya?' atau 'ah, ini kayaknya lebih sesuai selera saya', dan terus berpikir seperti itu.

Meski begitu, ibu membuat aroma sesuai seleranya sendiri dan saya sesuai selera saya, jadi meski melalui proses yang sama persis di ruangan yang sama, hasilnya bisa sangat berbeda — itu juga seru.

Bukan memilih parfum yang sudah jadi, tapi membuat dari awal sampai akhir dengan pilihan sendiri, jadi ada rasa keterikatan bahkan sebelum selesai. Yang paling membedakan dari belanja parfum biasa adalah pengalaman langsung melihat aroma favorit saya benar-benar menjadi satu parfum jadi.

Menimbang dan meracik fragrance oil di atas timbangan

Menakar dan meracik aroma pilihan akhir

Setelah kombinasi favorit ditentukan secara final, saatnya menimbang dan meracik fragrance oil sesuai rasio yang dipilih. Beaker diletakkan di atas timbangan lalu fragrance oil dimasukkan satu per satu sesuai takaran — momen ini membuat saya merasa seperti perfumer sungguhan.

Kalau sebelumnya lebih mengandalkan indra penciuman, di tahap ini saya harus fokus mengecek angka dan memastikan takaran sesuai, jadi jadi lebih konsentrasi. Melihat fragrance oil sedikit demi sedikit terkumpul di beaker dan berubah jadi parfum sungguhan itu menakjubkan.

Karena hasil ini datang dari puluhan aroma yang sudah dicium dan dicampur berkali-kali sebelumnya, sampai di tahap ini saya makin menantikan parfum yang akan jadi.

Parfum buatan sendiri dan labelnya

Setelah racikan selesai, akhirnya jadilah parfum milik saya sendiri. Parfum yang sudah jadi dimasukkan ke dalam botol dan bisa dibawa pulang lengkap dengan kemasannya.

Ibu membuat satu parfum sesuai seleranya, saya juga membuat satu sesuai selera saya sendiri — dan menyenangkan karena kami berdua punya hasil karya masing-masing dari momen yang sama.

Bukan sekadar ikut kelas one-day lalu selesai, tapi bisa membawa pulang aroma yang saya sukai hari itu dalam bentuk parfum — itu yang membuat saya suka. Selain kemasan, parfum yang sudah jadi juga bisa diberi nama sendiri dan dicetak sebagai label, jadi hasil akhirnya terlihat seperti parfum yang benar-benar dijual.

Kesimpulan — kencan ibu-anak yang berbeda di Bukchon

Parfum jadi lengkap dengan kemasan dan label

Kelas parfum di Muhwawon ini menyenangkan karena bisa membuat parfum sendiri, tapi yang paling berkesan bagi saya secara pribadi adalah bisa melakukan kencan yang berbeda dari biasanya bersama ibu.

Biasanya kalau ketemu ibu, kegiatannya makan enak lalu ke kafe, tapi hari itu kami duduk bersebelahan, saling mencium aroma, dan saling mengenali selera masing-masing — itu yang seru.

Studionya rapi secara keseluruhan, dan karena bisa mengikuti panduan tablet serta penjelasan perfumer satu per satu, kami yang baru pertama kali membuat parfum pun tidak merasa terlalu kesulitan.

Hanya saja, karena mencium hampir 50 aroma dalam waktu singkat, saya sendiri makin ke belakang makin sedikit pusing, jadi bagi yang sensitif terhadap aroma sebaiknya sesekali mengistirahatkan hidung dan mencium secara perlahan.

Meski begitu, proses menemukan selera sendiri dan meracik aroma sendiri selama sekitar 1 jam 30 menit hingga menjadi satu parfum ternyata lebih seru dari perkiraan saya. Terutama karena dilakukan bersama ibu, ini jadi kencan unik di Bukchon yang sangat berkesan.

Kelas parfum Muhwawon cocok untuk siapa?

  • Yang ingin membuat sendiri parfum sesuai selera pribadi
  • Yang mencari kelas one-day unik di area Anguk-Bukchon
  • Yang ingin menikmati kencan spesial bersama ibu
  • Yang ingin membuat kenangan unik bersama pasangan atau teman

Lokasi

Muhwawon Bukchon Perfume Workshop무화원 북촌향수공방

23 Yulgok-ro 6-gil, Jongno-gu, Seoul, 3rd floor, South Korea서울특별시 종로구 율곡로6길 23 3층

Buka di Google Maps

Tempat · Aktivitas