Makan Malam Hanwoo Jeongol di Manmok Gangnam, Cocolan Garam Wasabi
Singkatnya
Manmok adalah restoran Jepang dekat Exit 2 Stasiun Seonleung, Gangnam, yang terkenal dengan unadon (nasi belut panggang). Kali ini penulis makan malam bersama teman memesan hanwoo (daging sapi Korea) jeongol atau hot pot, dengan daging yang diangkat lebih dulu lalu dicelup sebentar ke kuah sebelum dicocol garam wasabi, dilengkapi chawanmushi, banchan dasar, hingga es krim teh hitam sebagai penutup. Makan malam yang tenang dan memuaskan untuk mengobrol santai dengan teman.

Info terverifikasi
- Alamat
- 9 Seonleung-ro 82-gil, lantai 1, Gangnam-gu, Seoul, Korea Selatan
- Lokasi
- Dekat dengan Exit 2 Stasiun Seonleung
- Parkir
- Tersedia ruang untuk sekitar 2 mobil di depan restoran
- Menu yang dipesan
- Hanwoo (daging sapi Korea) jeongol/hot pot
- Menu andalan
- Nasi belut panggang arang (unadon), hanwoo nabe, chawanmushi
- Tempat duduk
- Dari kursi untuk makan sendiri hingga meja untuk 2-4 orang
- Banchan dasar
- Salad lobak, glasswort greens, kimchi putih, dan lainnya
- Dessert
- Es krim teh hitam
seperti ditulis pengunjung pada 8 September 2026
Belakangan kalau makan bareng teman, aku jadi lebih cari tempat yang nggak terlalu ramai atau berisik, tapi tempat di mana bisa makan enak pelan-pelan sambil ngobrol. Kali ini ada janji makan malam sama teman di dekat Stasiun Seonleung, dan setelah mikir mau ke mana, akhirnya aku ke Manmok. Katanya tempat ini terkenal dengan unadon (nasi belut panggang), jadi awalnya kupikir bakal makan belut, tapi pas lihat menu ternyata ada juga hanwoo (daging sapi Korea) jeongol, jadi kali ini aku dan temanku pesan jeongol hanwoo yang hangat.
Makanannya rapi, suasana tokonya tenang, dan staf-nya ramah, jadi enak banget buat makan santai bareng teman di sini.
Lokasi dan Parkir Manmok
Manmok berlokasi tidak jauh dari Stasiun Seonleung, jadi tidak sulit ditemukan. Alamatnya di 9 Seonleung-ro 82-gil, lantai 1, Gangnam-gu, Seoul, dan lokasinya cukup dekat dari Exit 2 Stasiun Seonleung.

Tampilan luar tokonya secara keseluruhan rapi dan tenang


Bukan gaya yang langsung mencolok, tapi ada nuansa hangat dari kayu, jadi walau cuma lewat pun terasa kesan tertata khas restoran. Menurutku pribadi, restoran dengan suasana begini enak dijadikan tempat janjian. Nggak terlalu kasual, tapi juga nggak terlalu formal sampai bikin canggung, jadi cocok buat makan bareng teman, makan siang kantoran, sampai acara makan bareng yang tenang.
Di depan restoran katanya ada ruang parkir untuk sekitar 2 mobil. Tapi karena tempatnya nggak terlalu luas, kalau bawa mobil sebaiknya cek dulu sebelumnya.
Suasana Tenang yang Terasa Begitu Masuk
Begitu buka pintu dan masuk, suasana di dalam ternyata mirip dengan yang terasa dari luar, sangat rapi.
Secara keseluruhan banyak menggunakan nuansa kayu, pencahayaannya pun lembut jadi terasa hangat
Ketenangannya pas banget buat makan sambil ngobrol dengan teman. Di restoran yang terlalu terang dan ramai biasanya susah fokus ngobrol, tapi di sini enak buat makan sambil ngobrol.
Mejanya juga tertata sangat rapi, ternyata tisu dan alat makan yang diperlukan disimpan di ruang penyimpanan di bawah meja.
Berkat itu, bagian atas meja jadi nggak berantakan dan tetap rapi, aku suka banget bagian ini.
Dari hal-hal kecil begini terasa banget betapa telitinya pengelola restoran ini memperhatikan ruangnya!! Ada tempat duduk mulai dari yang cocok untuk makan sendiri sampai meja untuk 2-4 orang, jadi cocok dipakai untuk berbagai keperluan, dari makan sendiri sampai makan bareng teman.
Menu Manmok
Manmok dikenal dengan menu andalannya yaitu unadon (nasi belut panggang). Menunya terdiri dari menu bergaya Jepang mulai dari unadon panggang arang, hanwoo nabe, sampai chawanmushi, jadi menunya sendiri terasa rapi secara keseluruhan.




Ciri khas unadon-nya adalah bagian luarnya dipanggang sedikit garing, dan katanya cara makannya yang unik adalah dengan tambahan wasabi jamur shiitake.
Dan menu yang aku pilih hari itu adalah hanwoo jeongol! Aku dan temanku pengin makan hidangan berkuah hangat berdua, jadi pesan ini, dan pilihan hari itu bener-bener mantap,,,!!!
Orangnya banyak ya!!!!!!
Chawanmushi dan Banchan Dasar Sebelum Makan
Makanan pendamping yang keluar sebagai standar sebelum makan juga satu per satu terasa rapi. Chawanmushi terasa seperti telur kukus ala Jepang yang lembut seperti puding, enak dimakan sebelum mulai makan.
Teksturnya lembut meleleh di mulut, jadi enak dimakan ringan sebelum makan jeongol. Banchan dasarnya juga terdiri dari salad lobak, glasswort greens, kimchi putih, dan lainnya, jadi secara keseluruhan terasa rapi


Terutama karena ada makanan yang segar dan menyegarkan seperti kimchi putih atau salad lobak, jadi enak buat menetralkan mulut di sela-sela makan hanwoo jeongol. Secara keseluruhan tiap makanannya nggak terlalu kuat rasanya, tapi lebih ke arah menonjolkan rasa asli bahan, dan aku suka bagian itu.



Plating-nya cantik semua!!



Hanwoo Jeongol, Cara Makan Daging Diangkat Dulu
Akhirnya hanwoo jeongol yang ditunggu-tunggu datang. Di dalam panci ada hanwoo dan berbagai bahan lainnya yang melimpah, jadi dilihat aja sudah terasa hangat dan mengenyangkan.



Myeong-i namul-nya juga, salad lobaknya juga, semuanya enak,,,,
Waktu panci mulai mendidih, aroma sedap mulai naik dari kuahnya, dan dari situ perutku jadi makin lapar. Apalagi karena ada hanwoo di dalamnya, waktu kuah mendidih, cita rasa dari dagingnya ikut menambah kelezatan. Staf-nya juga kasih tahu supaya hanwoo-nya jangan direbus terlalu lama.
Katanya kalau daging sapi direbus terlalu lama bisa jadi alot, jadi caranya adalah angkat dagingnya saat kuah sudah mendidih, lalu celupkan sedikit ke kuah setiap kali mau dimakan.
Jadi kami juga coba makan sesuai penjelasan itu, angkat dagingnya lebih dulu.
Dengan cara makan begini, dagingnya jadi jelas terasa lebih lembut dan juicy.




Ambil sepotong hanwoo, celupkan sebentar ke kuah, lalu makan, rasa gurih dagingnya dan umami kuah hangatnya jadi terasa bersamaan, enak banget. Aku pribadi suka kombinasi cocol sedikit ke garam wasabi. Rasa gurih asli hanwoo-nya tetap terasa, ditambah sensasi pedas segar dari wasabi, jadi nggak enek dan terasa bersih.


Kuahnya Juga Nggak Terlalu Kuat, Aku Suka
Hal lain yang aku suka dari hanwoo jeongol ini adalah kuahnya. Rasanya nggak terlalu kuat atau asin, jadi bikin terus pengin disendokin. Awalnya makan dagingnya dulu, lalu coba kuahnya sesendok-sesendok, hangat dan ada rasa umami-nya, jadi walau nggak minum alkohol pun makan menu ini saja sudah cukup memuaskan.
Apalagi di cuaca yang lagi sejuk-sejuk begini atau kalau lagi pengin makanan hangat di malam hari, ini cocok banget.
Kalau cuma makan daging saja mungkin agak berat, tapi karena ini jeongol jadi bisa makan kuah dan sayur juga
Sambil ngobrol ini-itu dengan teman, makan pelan-pelan, tanpa sadar pancinya jadi hampir kosong. Memang makanan enak lebih enak lagi kalau dimakan sambil ngobrol.
Meski terkenal dengan unadon-nya, kalau lain kali ke sini lagi aku pengin coba menu-menu lain juga.
Berbagai saus ......... sempurna, aku nggak tahu itu saus jamur shiitake apa, tapi enak banget dan cocok sama dagingnya :()
Penutup dengan Es Krim Teh Hitam
Dan penutup yang paling aku suka hari itu! Yaitu es krim teh hitam. Sejujurnya, kalau sudah makan enak biasanya aku nggak terlalu berharap ke dessert, tapi begitu makan es krim teh hitam di akhir, makan malam jadi terasa benar-benar lengkap.
Dan salah satu hal yang aku anggap penting di sebuah restoran adalah pelayanan stafnya. Hari itu staf-stafnya secara keseluruhan ramah, jadi bisa makan dengan senang. Terutama waktu makan hanwoo jeongol, mereka nggak cuma nganter makanan lalu selesai, tapi juga jelasin cara makan yang enak, aku suka bagian itu.
Cocok banget buat janjian makan sama teman, makan siang kantoran, acara makan bareng, atau mencari tempat berkumpul yang tenang. Hari itu aku makan hanwoo jeongol sampai es krim teh hitam dengan puas, jadi makan malamnya cukup memuaskan. Lain kali aku harus coba unadon, menu andalan Manmok.
Lokasi
9 Seonleung-ro 82-gil, 1st floor, Gangnam-gu, Seoul, South Korea서울특별시 강남구 선릉로82길 9 1층










