Bar Tradisional Korea di Geumnam-ro Gwangju, Jumak Inho

Singkatnya

Jumak Inho adalah bar minuman tradisional Korea dengan satu chef yang berada di Geumnam-ro, Dong-gu, Gwangju. Sabtu sore bersama teman, penulis mencicipi makgeolli dan cheongju bersama naengjeyuk (rebusan leher babi dingin), sate leher ayam bakar, dan sundubu jjigae (sup tahu lembut pedas), lengkap dengan banchan nasi gosong goreng yang hangat dan enak. Cocok untuk yang ingin minum minuman tradisional Korea ditemani lauk yang benar-benar niat di tempat yang tenang, bukan bar ramai.

Jumak Inho, bar minuman tradisional Korea di Geumnam-ro Gwangju

Info terverifikasi

Alamat
161-3 Geumnam-ro, lantai 1, Dong-gu, Gwangju, Korea Selatan
Jam buka
11:00–22:00 (makan siang 11:00–14:00 / makan malam 17:00–22:00)
Last order
20:30
Jam istirahat
14:00–17:00
Tutup
Setiap hari Minggu
Parkir
Parkir di gang
Reservasi
Naver Reservation tersedia untuk makan malam, walk-in untuk makan siang
Catatan
Dijalankan oleh satu chef; menu berubah mengikuti bahan musiman
Pesanan hari itu
Makgeolli, 2 gelas minuman tradisional, cold pork jowl (naengjeyuk), sate leher ayam bakar, sundubu jjigae

seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026

Kalau lagi cari bar di Gwangju, biasanya daerah Dongmyeong-dong atau Chungjang-ro yang paling sering muncul. Tapi yang mau saya ceritakan kali ini agak keluar dari situ, namanya Jumak Inho di Geumnam-ro.

Sebenarnya kalau dilihat dari lokasinya, ini bukan jalan yang ramai dilewati orang. Awalnya saya sempat mikir, kok ada bar di tempat seperti ini? Tapi setelah dicek, ratingnya cukup tinggi dan ulasannya banyak yang memuji makanannya. Dan setelah makan langsung di sana, saya jadi cukup paham kenapa ulasannya bagus.

Ini bar kecil yang dijalankan oleh satu chef saja, tapi kualitas tiap hidangannya cukup bagus, dan enak juga dipadukan dengan minuman tradisional Korea. Salah satu tempat makan-minum yang recommended di Gwangju.

Jumak Inho, bar minuman tradisional Korea di Geumnam-ro Gwangju

Info dasar Jumak Inho dan alasan menunya berubah-ubah

Menu Jumak Inho di siang dan malam benar-benar berbeda. Siang 11:00–14:00, malam 17:00–22:00, dengan last order jam 20:30. Siang hari menjual gukbap (sup nasi), sementara malam hari berubah jadi bar tempat menikmati lauk pendamping dan minuman tradisional Korea.

Untuk makan siang tinggal datang saja tanpa reservasi (walk-in), sedangkan malam hari bisa reservasi lewat Naver Reservation.

Yang unik, menunya terus berubah mengikuti bahan-bahan musiman sepanjang tahun. Jadi menu yang saya makan bisa saja sudah tidak ada saat kalian berkunjung, jadi disarankan cek dulu menu di Instagram tokonya sebelum datang.

  • Alamat : 161-3 Geumnam-ro, lantai 1, Dong-gu, Gwangju
  • Jam buka : 11:00–22:00
  • Last order : 20:30
  • Jam istirahat : 14:00–17:00
  • Tutup rutin : Setiap hari Minggu
  • Parkir : Parkir di gang
  • Catatan : Bisa reservasi lewat Naver, dijalankan oleh satu chef

Review jujur kunjungan ke Jumak Inho, tempat makan di Geumnam-ro

Saya datang Sabtu sore bersama teman. Biasanya saya sering ke Dongmyeong-dong, tapi ke area Geumnam-ro ini pertama kali jadi cukup seru. Sepi orang dan tenang, jadi enak banget. Sambil mikir, kok ada restoran di tempat kayak gini, akhirnya saya masuk.

Interior yang rapi dan suasananya enak

Tokonya jauh lebih rapi dari yang saya bayangkan. Karena namanya pakai kata 'jumak' (bar/kedai tradisional Korea), saya kira bakal agak kasar dan bernuansa jadul, ternyata sama sekali tidak. Justru suasananya rapi dan tenang, cocok buat minum berdua dengan santai.

Yang menarik, ini restoran satu chef jadi pemiliknya sendirian yang mengurus dari masakan sampai operasional toko. Menurut saya pemiliknya ramah banget. Beliau dengan santai menjelaskan soal minuman atau makanan, dan pelayanannya secara keseluruhan enak, jadi saya makan dengan senang hati.

Interior Jumak Inho bernuansa kayu
Kursi di dalam Jumak Inho dengan pencahayaan alami
Suasana tenang di dalam Jumak Inho
Meja dan perlengkapan interior Jumak Inho
Tampilan depan toko Jumak Inho
Pencahayaan dan finishing kayu di interior Jumak Inho
Tatanan kursi di Jumak Inho
Suasana interior bar minuman tradisional Jumak Inho

Interiornya bernuansa kayu yang hangat, dan pencahayaan alaminya cocok banget dengan interiornya. Karena tempat ini isinya minuman tradisional dan menu-menu enak, interiornya pas banget hehe. Karena lokasinya di Geumnam-ro jadi terasa lebih santai dan enak, cocok buat kumpul-kumpul karena tidak terlalu ramai. Hehe.

Duduk di meja, di sini pesan menu pakai QR code. Hehe, praktis ya. Ada juga tempat taruh tas di samping, kecil tapi terasa perhatian dan sense pemiliknya.

Peralatan makan dan air disiapkan di meja. Hehe, peralatan makannya juga cantik. Kesannya tradisional banget.

Peralatan makan dan air yang disiapkan di meja Jumak Inho
Peralatan makan bernuansa tradisional di Jumak Inho

Banchan (lauk pendamping) dasarnya adalah nasi gosong goreng, hangat dan enak. Hehe.

Nasi gosong goreng sebagai banchan dasar

Dari minuman tradisional, cheongju, soju sulingan, sampai makgeolli

Langsung pesan makgeolli. Kan di sini minuman tradisional Korea yang jadi bintang utama. Jadi kami pesan bareng makgeolli.

Yang menarik dari Jumak Inho, jenis minumannya ternyata jauh lebih beragam dari perkiraan. Karena konsepnya 'jumak versi modern', mereka tidak menjual soju atau bir biasa yang umum di bar, tapi fokus ke minuman tradisional Korea: cheongju, soju sulingan, makgeolli, dan berbagai minuman tradisional lainnya. Buat yang biasanya tidak familiar dengan minuman tradisional Korea pun pasti seru untuk coba satu per satu.

Hari itu saya pesan 2 gelas minuman tradisional untuk dinikmati bareng makanan, dan memang lauk-lauk seperti ini jauh lebih cocok dengan minuman tradisional dibanding soju biasa.

Makgeolli dan gelas yang dipesan di Jumak Inho
Segelas minuman tradisional Korea

Naengjeyuk leher babi (cold pork jowl)

Salah satu menu yang paling saya ingat hari itu. Biasanya kalau dengar 'jeyuk' (tumis daging babi pedas), kita bayangin makanan panas dan pedas, tapi di sini disajikan dingin, namanya naengjeyuk, pakai bagian leher babi (hangjeongsal).

Rasa kenyal dan gurih khas hangjeongsal tetap terasa, tapi karena dimakan dingin jadi tidak eneg dan lebih clean di lidah. Cocok banget jadi teman minum. Sekali gigit lalu minum seteguk minuman tradisional, langsung paham kenapa tempat ini fokus di minuman tradisional Korea.

Naengjeyuk leher babi di Jumak Inho
Piring naengjeyuk leher babi yang disajikan dingin
Close-up sepotong naengjeyuk leher babi
Naengjeyuk disandingkan dengan segelas minuman tradisional
Meja lauk pendamping di Jumak Inho

Sate leher ayam bakar

Sate leher ayam bakarnya juga enak. Tekstur kenyal khas leher ayam tetap terasa, dan bumbunya tidak terlalu kuat jadi bikin ketagihan terus disuap.

Sebenarnya di bar biasanya minuman jadi bintang utama dan lauknya sekadar pelengkap, tapi di Jumak Inho justru saya kepikiran mau balik lagi karena makanannya. Karena dijalankan satu chef, kelihatan banget tiap menunya digarap dengan perhatian.

Sate leher ayam bakar Jumak Inho
Close-up sate leher ayam yang kenyal

Tiap menu terasa penuh usaha dan benar-benar enak. Karena cocok banget dengan makgeolli, saya sampai pesan satu botol lagi dengan rasa berbeda. Hehe. Makgeolli juara di kompetisi minuman tradisional Korea! Hehe.

Makgeolli tambahan yang dipesan, juara kompetisi minuman tradisional
Botol dan gelas makgeolli

Sundubu jjigae

Dan tentu saja kuah, yang wajib ada saat minum. Kami juga pesan sundubu jjigae, dan setelah makan lauk daging tadi, sesekali menyeruput kuah hangat rasanya pas banget.

Secara keseluruhan, makanannya tidak dibuat terlalu kuat atau pedas, tapi lebih menonjolkan rasa asli bahannya, jadi cocok banget dinikmati pelan-pelan bareng minuman tradisional.

Sundubu jjigae di Jumak Inho

Kalau mau minum minuman tradisional dengan tenang di Gwangju

Jujur, kalau dilihat dari lokasinya saja, Jumak Inho bukan berada di jalan utama yang sengaja didatangi banyak orang. Waktu saya ke sana pun tidak terasa ramai pengunjung, dan justru itu yang bikin agak kaget karena setelah dicek, rating dan ulasan kunjungan langsungnya cukup bagus.

Setelah makan langsung, saya cukup paham kenapa. Tokonya rapi, suasananya enak, pemiliknya ramah, dan yang paling penting rasa serta kualitas makanannya memang bagus. Ditambah lagi, alih-alih soju atau bir biasa, di sini bisa pilih dari minuman tradisional, cheongju, soju sulingan, sampai makgeolli untuk dipadukan dengan makanannya.

Buat yang mencari suasana tenang, bukan bar yang ramai dan mewah, dengan lauk yang benar-benar niat ditemani minuman tradisional Korea, tempat ini cocok direkomendasikan. Lain kali saya ingin coba gukbap makan siangnya juga, bukan menu malam. Kalau kalian sedang cari bar yang agak berbeda di Gwangju, Jumak Inho di Geumnam-ro layak dicoba.

Lokasi

Jumak Inho주막인호

161-3 Geumnam-ro, 1st floor, Dong-gu, Gwangju, South Korea전남광주통합특별시 동구 금남로 161-3 1층 좌측상가

Buka di Google Maps

Tempat · Bar