Tongkrongan 2nd Round Dekat Stasiun Guro: Eulji Pocha Ayam Kecap
Singkatnya
Eulji Pocha Guro Digital Complex Branch adalah bar bergaya pocha (tenda minum ala Korea) bernuansa retro yang berjarak 2 menit jalan kaki dari Exit 2 Stasiun Guro Digital Complex, Seoul. Sekitar pukul 9.50 malam untuk ronde kedua, penulis dan teman-teman memesan setengah porsi ayam kecap (soy sauce chicken), bingsu kacang merah ala jadul, dan pork cutlet raksasa ala jadul, sambil ikut request lagu ke DJ dan main mesin capit boneka. Tempatnya luas dan suasananya seru untuk ronde kedua, tapi sayangnya tidak ada area parkir.

Info terverifikasi
- Jam operasional
- Setiap hari 17.00–06.00 (last order 05.00)
- Lokasi
- Sekitar 2 menit jalan kaki dari Exit 2 Stasiun Guro Digital Complex
- Parkir
- Tidak tersedia
- Ayam kecap (setengah porsi)
- ₩13.000
- Bingsu kacang merah ala jadul
- ₩9.000
- Pork cutlet raksasa ala jadul
- ₩12.000
- Minuman
- Jinro ₩5.500 / Cass ₩5.500
- Koin
- Diberikan sesuai harga camilan, tiap koin bernilai ₩500 untuk belanja di dalam toko (tidak bisa diuangkan)
- Cara pesan
- Tablet PC di tiap meja
seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026
Tanggal 31 Agustus lalu aku sudah posting review Robatayaki Sodam cabang Guro Digital Complex, tempat ronde pertama kumpul bareng teman-teman lama dari bimbel SMA. Waktu itu aku sempat bilang bakal posting juga tempat ronde keduanya, hehe. Nah, hari ini akhirnya aku tepati janji itu, wkwk.
Setelah puas makan dan minum di ronde pertama, kami lanjut pindah ke ronde kedua bareng teman-teman. Tempatnya dekat dari Stasiun Guro Digital Complex, suasananya seru, plus ada beberapa hiburan menarik. Jadi hari ini aku mau share review tempat ini ya :) Ini dia tempat makan enak dekat Stasiun Guro, Eulji Pocha Guro Digital Complex Branch.

2 menit jalan kaki dari Exit 2 Stasiun Guro Digital Complex, praktis buat lanjut ronde kedua
Kamis, 27 Agustus 2026, aku akhirnya ketemu lagi sama dua teman bimbel SMA setelah hampir 4 bulan nggak jumpa. Di ronde pertama kami sambil minum-minum sudah puas ngobrolin banyak hal yang tertunda. Tapi waktu berjalan, rasanya sayang kalau langsung bubar. Jadi kami sepakat lanjut ronde kedua dan cari bar di sekitar situ.
Akhirnya kami mampir ke tempat makan enak dekat Stasiun Guro ini, Eulji Pocha Guro Digital Complex Branch. Dari Robatayaki Sodam tempat ronde pertama, jalan kaki sekitar 2 menit saja sudah sampai, dan dari Exit 2 Stasiun Guro Digital Complex juga cuma sekitar 2 menit jalan kaki, jadi gampang banget diakses. Kami sampai sekitar pukul 21.50.
- Jam operasional: Setiap hari 17.00–06.00
- Last order: 05.00
- Tidak ada parkir
Karena tidak ada parkir, buat yang mau datang bawa kendaraan sebaiknya diingat-ingat dulu ya.

Suasana pocha yang ramai, meja penuh bahkan jam 10 malam
Begitu masuk, ternyata pengunjungnya sudah ramai banget. Meskipun sudah malam, hampir semua meja penuh, sampai aku mikir mungkin memang tempat ini selalu ramai. Meja-mejanya juga cukup banyak dan suasananya seru banget, cocok buat ronde kedua bareng teman-teman, wkwk.

Suasananya bukan yang tenang buat ngobrol pelan-pelan, tapi lebih ke suasana pocha yang ramai, cocok buat minum sambil ketawa-ketawa. Makanya terlihat juga beberapa meja diisi karyawan yang baru pulang kerja, atau kumpul teman-teman seperti kami. Di dalam juga ada toilet, terpisah untuk pria dan wanita, jadi nyaman dipakai.
Sesuai namanya, Eulji Pocha membawa nuansa retro gang Euljiro ke dalam konsep pocha. Katanya, tempat ini dirancang supaya pengunjung di Guro Digital Complex bisa menikmati suasana pocha sekaligus makan kenyang.
Bagaimana dengan menunya?
Menunya cukup variatif. Katanya mereka rutin menghadirkan menu baru tiap musim, dan musim ini ada berbagai tumisan beraroma smoky, sup gurih, gorengan dan sari (mie kenyal) khas pocha, sampai camilan yang cocok buat teman minum.
- Menu andalan: Ttaengcho Haemul Jjoljjajang, Namdo Kkomak Muchim, Euljiro Bul Sujebi Bokkeum, Euljiro Bul Jeyuk Bokkeum, Sacheon Kkanpunggi, Udang Krim, Hanip Gogi Dubu
- Lainnya: Cheongju Dwaeji Jjaglagi, Daewang Ttukbaegi Suyuk Suljuk, Gukmul Dakbal, Tteokbokki Pedas, Golbaeng Kalbi Bibim, Sujebi Krim Oyster, Haemul Twigim Pajeon, Yurinki, Dubu Kimchi, Udon Krim, Pork Cutlet Raksasa ala Jadul
- Makanan berat & dessert: Janchi Guksu, Kimchi Udon Pedas, Tomat Gula, Es Krim Hotteok
Selain camilan pendamping minum, menu makanan beratnya juga banyak, bahkan ada dessert, jadi cocok buat pesan macam-macam kalau datang rame-rame.

Menu yang dipesan dan harganya
Pesan lewat tablet PC di meja, gampang banget. Karena menunya banyak, kami bisa lihat-lihat dulu pelan-pelan. Karena ini ronde kedua, kami putuskan pesan yang simpel saja: ayam kecap setengah porsi dan bingsu kacang merah ala jadul. Dan tentu saja minuman nggak boleh ketinggalan, jadi kami pesan Jinro soju dan Cass beer juga, wkwk.
- Ayam kecap setengah porsi ₩13.000
- Bingsu kacang merah ala jadul ₩9.000
- Jinro ₩5.500
- Cass ₩5.500

Koin dari pesanan camilan, dipakai untuk apa?
Ternyata setelah pesan, ada sistem yang cukup unik di sini. Sesuai harga camilan yang dipesan, kita dapat koin yang bisa dipakai di Eulji Pocha. Tiap koin bernilai ₩500 dan bisa dipakai untuk bayar menu di dalam toko, tapi tidak bisa diuangkan tunai.

Selain itu koin juga bisa dipakai buat cotton candy, dalgona, atau camilan lain, main mesin capit boneka, bahkan foto di Eulji-necut (photobooth). Katanya kalau ikut event review tertentu bisa dapat koin tambahan, jadi buat yang tertarik bisa dicoba!

Rasanya kayak datang ke bar tapi ada sudut mirip toko mainan, jadi lumayan bikin kaget juga, sudah lama nggak nemu tempat kayak gini, wkwk.

Sambil nunggu pesanan datang, kami sempat main capit boneka bareng teman-teman dan keliling-keliling lihat suasana toko. Ternyata seru juga main begini di bar, hehe.

Begitu duduk, kami dikasih camilan dasar berupa ppeongtwigi (kerupuk beras letup). Tapi mangkuk tempat kerupuknya saja sudah terasa banget nuansa retronya. Detail kecil seperti ini bikin suasana pocha makin terasa, jadi cukup menghibur, wkwk. Staf juga ramah waktu bantu pesan atau tanya-tanya, jadi nyaman dipakai.

Bingsu kacang merah ala jadul, cocok tidak dimakan sambil minum somaek?
Bingsu kacang merah ala jadul pesanan kami datang lebih dulu. Tampilannya sudah kental nuansa jadul, dengan sereal, kacang merah, es krim vanila, fruit ring, jelly, sampai tteok yang lumayan banyak.
Begitu bingsu datang, kami langsung cheers somaek (campuran soju-bir) bareng teman-teman, wkwk, sambil coba bingsunya. Rasanya manis dan familiar, jadi ternyata enak banget di luar dugaan, hehe. Karena ini ronde kedua setelah minum di ronde pertama, tiap beberapa sendok bingsu terasa sedikit menenangkan perut. Minum somaek segelas lalu makan sesendok bingsu ternyata cocok juga, wkwk.

Karena di ronde pertama juga minum somaek, di ronde kedua kami lanjut somaek lagi, wkwk. Ngobrol macam-macam sambil minum bareng teman-teman lama bikin waktu terasa cepat banget, hehe.

Bagaimana cara request lagu?
Lalu aku lihat ada kertas request lagu di sebelah meja. Yang begini nggak boleh dilewatkan, wkwk. Langsung aku isi. Caranya, tulis nomor meja, nama penyanyi, judul lagu, dan boleh tambah cerita singkat.

Kertas yang sudah diisi diantar ke DJ booth. Aku request lagu G-Dragon kesukaanku: G-Dragon - Home Sweet Home, dan G-Dragon - Untitled. Di bagian cerita aku tulis 'Aku suka G-Dragon! hehe', wkwk.
Tapi ternyata DJ-nya bacain ceritanya lewat mic juga. Sempat agak malu sebentar, wkwk, tapi untung nomor mejaku nggak diumumkan jadi nggak ada yang tahu itu request-anku, jadi aku cuma senyum-senyum sendiri, wkwk.

Tapi tetap saja senang bisa dengar lagu penyanyi favorit langsung diputar di bar, hehe. Minum bareng teman-teman sambil dengar lagu request-an, ternyata seru juga ya.

Ayam kecap setengah porsi, pas untuk camilan ronde kedua?
Setelah beberapa saat, ayam kecap setengah porsi kami datang juga. Untuk ronde kedua, porsi setengah rasanya pas banget.

Yang penting, potongannya tanpa tulang jadi gampang dimakan, dan pakai daging paha ayam bukan dada, jadi aku makin suka. Ayam memang enaknya pakai paha yang empuk, wkwk. Ada juga salad kubis yang dikasih saus tomat dan mayones, jadi terasa sedikit nuansa restoran ayam jadul. Kubisnya juga segar, cocok banget dimakan bareng ayam buat mengurangi rasa eneg.
Ayam kecapnya rasa asin dan manisnya pas, kulit gorengnya juga renyah jadi enak. Ayam yang baru digoreng dan dimakan hangat memang selalu enak kapan pun, wkwk.
Padahal awalnya niatnya makan simpel karena ini ronde kedua, tapi karena camilannya enak jadi tambah pengen lagi. Akhirnya ayam kecap habis dalam sekejap, dan kami tambah pesan pork cutlet raksasa ala jadul, wkwk.

Pork cutlet raksasa ala jadul ₩12.000, ukurannya sesuai namanya
Pork cutlet raksasa ala jadul harganya ₩12.000. Tapi ternyata pork cutlet-nya benar-benar raksasa, wkwk, ukurannya besar banget sesuai namanya.

Datang juga bersama nasi dan salad kubis yang sama seperti dengan ayam kecap. Karena ukurannya besar, mereka kasih gunting supaya bisa dipotong-potong jadi lebih gampang dimakan!

Kami sendiri nggak nyangka bakal makan pork cutlet di ronde kedua, wkwk. Tapi begitu dicoba, ternyata enak juga di luar dugaan. Meskipun bukan restoran khusus pork cutlet, kulitnya tetap renyah dan dagingnya empuk, jadi cocok juga sebagai camilan minum, hehe. Akhirnya pork cutlet raksasa ala jadul ini habis juga tanpa sisa, wkwk.
Penutup malam Kamis yang seru, kesan akhir
Sambil minum dan makan camilan satu per satu, ngobrol macam-macam bareng teman-teman, waktu berlalu cepat banget. Bukan malam Jumat memang, wkwk, tapi malam Kamis ini rasanya jadi penuh keseruan. Ketemu teman-teman kesayangan setelah lama, makan camilan enak sambil minum dan ngobrol, itu sendiri sudah jadi penyembuh lelah, hehe. Dari ronde pertama sampai kedua, rasanya kerinduan 4 bulan terobati dengan baik.
Eulji Pocha Guro Digital Complex Branch, tempat makan enak dekat Stasiun Guro, punya suasana pocha bernuansa retro dengan berbagai camilan yang bisa dinikmati. Tempatnya luas dan mejanya cukup banyak, jadi cocok juga buat kumpul teman-teman, acara kantor, atau kumpul kelompok besar. Katanya, karena lokasinya di Guro Digital Complex, banyak juga karyawan yang mampir sekadar minum-minum setelah pulang kerja, atau yang habis lembur dan mau makan sambil minum. Buat yang cari tempat ronde kedua seperti kami, lokasinya yang dekat dari Stasiun Guro Digital Complex jadi nilai plus karena gampang diakses.
Eulji Pocha ini juga jaringan cabang, jadi kalau bukan cabang Guro Digital, kalian bisa cari cabang terdekat lain yang lebih praktis. Kami sendiri pengen coba cabang lain lain kali buat cicip menu yang belum sempat dicoba, hehe. Kalau balik lagi, kali ini aku pengen coba bikin dalgona sendiri juga, wkwk.
- Yang disukai: Lokasinya dekat dari Stasiun Guro Digital Complex, tempatnya luas, dan suasananya seru buat ronde kedua bareng teman-teman.
- Yang kurang: Tidak ada parkir, jadi mungkin agak merepotkan buat yang datang bawa kendaraan.
- Rekomendasi: Buat yang mau menikmati camilan dan minuman enak dalam suasana pocha retro, ini tempat makan enak dekat Stasiun Guro yang layak dicoba.
Lokasi
12 Digital-ro 32na-gil, 1st floor, Guro-gu, Seoul, South Korea서울특별시 구로구 디지털로32나길 12 1층










