Pasar Yesan: ayam tanpa tulang + telur puyuh — Sijang Dakbokkeum
Singkatnya
Sijang Dakbokkeum adalah kedai dakbokkeum cabai shishito (ayam tumis pedas dengan cabai shishito) di Unit 174, Pasar Yesan, Yesan, Chungnam. Pada Jumat sore, pesanannya ayam tanpa tulang dengan tambahan telur puyuh dan sosis Vienna yang dibungkus untuk dimakan di rumah, dan bumbu yang meresap ke ayam tanpa tulang plus cabai shishito terasa pas sebagai lauk nasi. Kalau ingin makan santai di rumah tanpa repot melepas tulang, versi tanpa tulang di Sijang Dakbokkeum layak dipesan.

Info terverifikasi
- Alamat
- Unit 174, 2 Sijang-gil, Yesan-eup, Yesan-gun, Chungcheongnam-do
- Jam buka
- 11:00–20:30
- Menu andalan
- Dakbokkeum cabai shishito
- Pesanan
- Ayam tanpa tulang, tambah telur puyuh & sosis Vienna
- Parkir
- Kantong parkir umum Pasar Yesan
- Tempat duduk
- Ada kursi tepat di luar kedai, bisa juga dibungkus dan dimakan di alun-alun pasar
- Nasi & minuman
- Nasi, air, minuman ringan, dan minuman beralkohol dijual di alun-alun pasar
- Bonus ulasan
- Apple ade untuk yang menulis ulasan struk Naver
seperti ditulis pengunjung pada 6 September 2026
Jumat lalu saya pulang kampung ke Yesan, Chungcheongnam-do, bareng pacar! Di tengah perjalanan ke kampung halaman, saya mampir ke Sijang Dakbokkeum, salah satu tempat makan populer di Pasar Yesan, dan bungkus dakbokkeum cabai shishito. Ini ceritanya.
Cuma demi satu menu ini saya sengaja ke Pasar Yesan!! Sudah penasaran sejak sebelum turun ke kampung hehe. Kunjungan sebelumnya ke Pasar Yesan belum sempat mampir ke sini, jadi rasa penasarannya makin menjadi-jadi.

Suasana Sijang Dakbokkeum di Pasar Yesan pada Jumat sore
Sampai di Pasar Yesan! Kunjungan lalu pas akhir pekan, orangnya penuh banget, tapi Jumat sore ini pengunjungnya tidak sebanyak itu jadi lebih mudah untuk mampir.
Info dasar Sijang Dakbokkeum: alamat, jam buka, parkir
- Alamat: Unit 174, 2 Sijang-gil, Yesan-eup, Yesan-gun, Chungcheongnam-do
- Jam buka: 11:00–20:30
- Menu andalan: dakbokkeum cabai shishito
- Parkir: kantong parkir umum Pasar Yesan



Menu andalan Sijang Dakbokkeum adalah dakbokkeum cabai shishito! Menunya pas banget dengan suasana khas jajanan pasar di Pasar Yesan. Katanya satu-satunya di seluruh Pasar Yesan, dan tampilannya juga juara hehe.


Makan di kedai atau bungkus ke alun-alun Pasar Yesan?
Kedai Sijang Dakbokkeum bentuknya begini, dan ada juga kursi tepat di luar kedai jadi bisa makan langsung di situ. Karyawannya ramah banget kasih arahan^^ Ada dua anak muda yang jaga, dua-duanya ramah.
Sijang Dakbokkeum juga bisa dibungkus dan dimakan di alun-alun pasar. Belakangan cuacanya makin sejuk kan. Makan di alun-alun pasar juga kayaknya enak banget!




Cara pesan: ayam tanpa tulang plus telur puyuh dan sosis Vienna
Untuk masakan ayam tumis begini saya lebih suka daging tanpa tulang karena lebih gampang dimakan dibanding ayam bertulang, jadi saya pesan versi tanpa tulang. Karena rencananya dimakan di rumah, tanpa tulang jauh lebih praktis karena tidak perlu repot melepas tulang. Saya juga tambah telur puyuh dan sosis Vienna.


Dakbokkeum cabai shishito yang pedasnya nampol~ Nasi, air, minuman ringan, dan minuman beralkohol dijual di alun-alun pasar. Kalau ikutan tulis ulasan struk Naver bisa dapat apple ade kkkk. Yesan memang identik dengan apel🍎


Tak lama setelah pesan, dakbokkeum cabai shishito dari Sijang Dakbokkeum pun datang✨ Cabai shishito-nya melimpah di atas ayam. Bumbunya meresap sempurna ke daging ayam, tampilannya saja sudah bikin ingin nasi.

Porsinya juga benar-benar banyak! Tanpa tambah cabai shishito pun menurut saya sudah sangat berlimpah.
Buru-buru pulang ke rumah!! Aromanya luar biasa, sampai terus-terusan saya endus kkk.


Rasa dakbokkeum cabai shishito tanpa tulang saat dimakan di rumah
Setelah dicicipi, bumbunya meresap sempurna ke daging ayam, terasa gurih asin dengan rasa yang dalam.


Tekstur dagingnya empuk waktu dikunyah, jadi saya merasa pilihan tanpa tulang ini tepat. Yang paling penting, cabai shishito-nya tersebar merata jadi rasanya jauh lebih kaya dibanding kalau cuma makan ayam saja. Aroma khas cabai shishito berpadu dengan bumbu, dan menyeimbangkan rasa ayam yang gurih ringan, jadi enak dimakan bersama.


Worth it kah tambahan telur puyuh dan sosis Vienna?
Kalau telur puyuh masuk ke dakbokkeum, bumbunya meresap bagus jadi enak jadi lauk nasi kan. Sesuai dugaan, memang cocok dengan bumbu dakbokkeum. Ukurannya sekali suap jadi gampang dimakan, dan telur puyuh berbumbu yang dimakan bareng nasi ternyata jadi camilan istimewa tersendiri.
Kalau sosis Vienna dimasukkan ke dakbokkeum, kesannya kombinasi agak beda, tapi setelah dicoba ternyata cocok di luar dugaan. Sosisnya yang kenyal terbalut bumbu dakbokkeum, jadi terasa gurih asin dengan rasa mendalam. Karena sosis diselipkan di antara ayam dan telur puyuh, ada juga keseruan tersendiri memilih-milih mana yang mau dimakan.


Kenapa dakbokkeum Sijang Dakbokkeum cocok dibungkus pulang
Sijang Dakbokkeum ternyata bukan cuma enak dimakan langsung di tempat, tapi juga cocok dibungkus untuk dimakan di penginapan atau di rumah. Kalau seperti saya berencana makan santai di rumah, saya rekomendasikan pesan versi tanpa tulang. Saya dan pacar sama-sama puas>_<

Kalau seperti saya sedang mencari menu untuk dibungkus saat mampir ke Pasar Yesan, saya rekomendasikan coba dakbokkeum cabai shishito dari Sijang Dakbokkeum dengan tambahan topping supaya makin puas. Porsinya benar-benar banyak, jadi cukup untuk dimakan beramai-ramai pun masih berlimpah.
Kalau berkunjung ke Pasar Yesan dan mencari menu ayam tumis, dakbokkeum cabai shishito dari Sijang Dakbokkeum layak dicoba sekali. Kalau lain kali ke Pasar Yesan lagi, saya ingin coba jajanan pasar lain sekaligus bungkus Sijang Dakbokkeum lagi.
Lokasi
Unit 174, 2 Sijang-gil, Yesan-eup, Yesan-gun, Chungcheongnam-do, South Korea충청남도 예산군 예산읍 예산시장길 2 174호



