Belut Bakar 2 Ekor Besar + Bibim Naengmyeon di Yuil Jangeo, Songjeong
Singkatnya
Yuil Jangeo adalah restoran belut air tawar bakar khas Korea di Songjeong, Gwangsan-gu, Gwangju. Di sini kami memilih 2 ekor belut besar dari etalase, dibakar setengah matang lalu digrill lagi di meja, ditemani nurungji (kerak nasi), bibim naengmyeon (mie dingin pedas-manis), dan eel tteokgalbi dari program review. Kombinasi garam+minyak wijen jadi favorit karena rasanya gurih ringan, dan tempatnya cocok untuk makan keluarga atau rombongan berkat parkir luas dan ruang privat.

Info terverifikasi
- Biaya meja
- ₩4.000 per orang dewasa
- Belut
- Hanya belut air tawar lokal Korea, dikemas per porsi (2–6 porsi)
- Cara pesan
- Pilih belut di etalase dan bayar dulu; biaya meja/tambahan dibayar saat pulang
- Nurungji
- Tersedia mulai 2 porsi (tidak bisa tambah 1 porsi saja)
- Eel tteokgalbi
- Diberikan sebagai bagian dari program review
- Parkir
- Lahan parkir luas di belakang gedung
- Ruang privat
- Tersedia dengan reservasi (Naver Place atau telepon)
- Lainnya
- Self-service bar di kedua sisi, mesin kopi dekat pintu depan, toilet di belakang
seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026
Yuil Jangeo, restoran belut yang aku rekomendasikan di Gwangsan-gu, Gwangju! Ini kunjungan ke sekian kalinya karena belutnya sudah dibakar setengah matang duluan dan lauk pendampingnya lengkap, jadi banyak pelanggan yang selalu balik lagi ke tempat belut bakar Songjeong ini.
Parkirannya luas dan di akhir pekan biasanya harus antre, tapi di dalam ada ruang privat yang cukup besar juga, jadi cocok untuk kunjungan rombongan di Gwangsan-gu.
Di etalase belut, kita pilih sendiri belut yang diinginkan, lalu staf akan membakarnya setengah matang duluan sebelum dibawa ke meja untuk digrill sekali lagi dengan cepat.
Menu dasarnya tetap enak, plus ada nurungji (kerak nasi) dan eel tteokgalbi (belut cincang bakar mirip patty) yang ramah untuk anak-anak, jadi cocok untuk makan keluarga. Yuk mulai review Yuil Jangeo, restoran belut favorit di Gwangsan-gu, Gwangju!




Parkir dan pintu masuk — lahan parkir luas di belakang gedung
Di belakang gedung Yuil Jangeo ada lahan parkir yang cukup luas. Waktu itu pun saat sedang antre, masih ada ruang parkir kosong.
Aku selalu terbiasa masuk lewat pintu belakang setelah parkir hehe. Di dekat pintu belakang juga ada toilet, jadi bisa langsung akses cepat ke parkiran.
Ini foto yang diambil dari depan toko. Selain di dalam, ada juga area duduk di luar untuk menunggu, dan terasa seperti tempat istirahat—bisa duduk santai sambil ngopi menikmati pemandangan setelah makan, bukan cuma buat antre. Ada mesin kopi di dekat pintu depan, jadi setelah makan bisa santai dulu ngopi sebelum pulang.
Interior dan ruang privat
Di bagian dalam ada area makan sekaligus area tunggu yang menyatu. Meski masih agak awal waktu makan, sudah cukup ramai — begini suasana dalam Yuil Jangeo, restoran belut favorit di Gwangsan-gu, Gwangju!
Ruang privat
Di salah satu sisi ada ruang privat yang bisa dipakai dengan reservasi terlebih dahulu. Cara reservasinya bisa lewat Naver Place atau telepon ya :)
Cara memilih belut — etalase hasil laut (belut)
Belut dikemas dalam berbagai porsi mulai dari 2 sampai 6 porsi. Sempat bingung juga mau pilih 4 ekor kecil atau 2 ekor besar...


Akhirnya sepakat pilih paket berisi 2 ekor belut yang lebih besar, ditemani menu pendamping nurungji atau naengmyeon. Ini yang kami pesan! hehe
Setelah memilih belut, langsung bayar di depan, dan biaya meja atau tambahan makanan dibayar sisanya saat mau pulang!
Self-service bar
Staf terus mondar-mandir mengisi ulang sayuran, lauk, dan saus yang habis di self-service bar, jadi kondisinya selalu terjaga rapi! Self-service bar-nya ada di kedua sisi ruangan, jadi di mana pun duduk, jaraknya tetap dekat.
Toilet
Toilet ada di belakang toko, di jalan menuju parkiran, terpisah untuk pria dan wanita. Toilet wanita sepertinya ada sekitar 3 bilik, jadi bisa dipakai dengan nyaman tanpa antre panjang!
Daftar menu dan biaya meja
Yuil Jangeo, restoran belut favorit di Songjeong, Gwangju, mengenakan biaya meja ₩4.000 per orang dewasa! Tempat ini hanya menjual belut air tawar lokal Korea.
Selain belut bakar, ada banyak menu makanan dan pendamping lainnya! Kali ini kami coba pesan bibim naengmyeon dan nurungji (minimal 2 porsi).
Review rasa


Di Yuil Jangeo, restoran belut favorit di Gwangsan-gu, Gwangju, setelah memilih belut dan duduk di meja yang diarahkan, staf akan membawakan lauk dasar sederhana. Selebihnya bisa ambil sendiri di self-service bar.

Setelah api dinyalakan, belut yang sudah dibakar setengah matang pun datang. Kali ini areanya tidak diisi arang penuh, salah satu bagian hanya diisi setengah. Sepertinya maksudnya supaya belut yang sudah matang bisa disingkirkan ke sisi itu biar tidak gosong, tapi karena aku tidak sabaran, bagian yang cepat matang jadi cepat gosong juga hehe, agak merepotkan sih.
Belut bakar
Ini belut hasil bakar kedua setelah dibakar setengah matang, dari Yuil Jangeo yang kurekomendasikan sebagai tempat belut bakar Songjeong, Gwangju! Sudah dipotong pas untuk sekali suap, dan karena sudah setengah matang, sebenarnya dimasak sedikit lagi juga sudah bisa dimakan, tapi aku suka dibakar keempat sisinya sampai kecoklatan, jadi kucoba tingkat kematangan sesuai selera.



Kombinasi dasar belut biasanya teriyaki+jahe, tapi menurutku lebih enak kalau selalu ditambah sayur pembungkus (ssam). Bisa juga dimakan seperti daging panggang, dicelup saus ssamjang dengan bawang putih+bawang bombai acar!


Biasanya aku cuma makan belut dengan sayur ssam atau naengmyeon, tapi kali ini kucoba juga dengan kombinasi garam+minyak wijen! Sebenarnya pernah coba cara ini sebelumnya, tapi karena rasanya gurih ringan dan wangi, kali ini aku makan paling banyak dengan cara ini hehe. Rasa asin gurih dan wangi minyak wijennya terasa berbarengan, benar-benar enak!
Nurungji
Nurungji (kerak nasi) di Yuil Jangeo, restoran belut favorit di Songjeong, Gwangju, bisa dipesan minimal 2 porsi. Karena tidak bisa pesan 1 porsi tambahan terpisah setelah pesan 2 porsi, kalau mau makan bertiga sebaiknya langsung pesan 3 porsi dari awal!

Rasanya gurih dan hangat, dan karena aku memang suka nurungji, menu ini terasa mengenyangkan kalau dimakan bareng belut.
Bibim naengmyeon
Sempat bingung antara mul naengmyeon (naengmyeon kuah) atau bibim naengmyeon, akhirnya pesan bibim naengmyeon! Rasanya asam manis segar, enak dimakan bareng belut, tapi dimakan sendiri saja juga sudah enak hehe.

Cocok dibagi berdua, tapi kuahnya lumayan banyak jadi terasa seperti perpaduan naengmyeon berkuah dan bibim naengmyeon. Kalau kamu suka naengmyeon, menu ini juga aku rekomendasikan~~
Eel tteokgalbi (belut cincang bakar)
Eel tteokgalbi yang bisa dicoba lewat program review! Ini ternyata cukup istimewa hehe. Sebaiknya dibakar dengan api kecil—waktu itu pernah gagal karena kegosongan, tapi kali ini berhasil dibakar dengan sempurna!vvV





Kalau eel tteokgalbi dibuat sembarangan, bisa terasa amis, tapi yang ini gurih ringan dan sepertinya cocok juga untuk anak-anak. Tidak ada duri sama sekali, teksturnya benar-benar seperti daging! Cocok tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga saat ingin makan bergizi bareng anak di Yuil Jangeo, restoran favorit di Gwangsan-gu, Gwangju 😉🙏
Kesimpulan
Kalau kamu sedang mencari restoran belut di Gwangsan-gu, Gwangju, atau tempat belut Songjeong, aku rekomendasikan Yuil Jangeo—parkirnya luas dan belutnya segar~!



Lokasi
343 Donggok-ro, Gwangsan-gu, Gwangju, South Korea전남광주통합특별시 광산구 동곡로 343 1층








