Minari Naengsam Munjeong: Samgyeopsal Beku & Bir Sepulang Kerja
Singkatnya
Minari Naengsam adalah kedai samgyeopsal (pork belly) beku bernuansa pojangmacha retro di Munjeong-dong, Songpa-gu, Seoul. Penulis mampir bersama teman sepulang kerja, menambah minari (tanaman herbal air) berkali-kali di atas daging panggang, lalu menutup makan dengan bir dingin dan nasi goreng. Cocok untuk yang ingin duduk santai, makan daging, dan minum bir di hari panas dekat Stasiun Munjeong.

Info terverifikasi
- Jam Operasional
- Senin–Jumat 15:00–24:00, Sabtu 15:00–23:30
- Tutup
- Minggu
- Yang Dipesan
- Samgyeopsal beku, minari (isi ulang tanpa batas), bir, nasi goreng
- Lokasi
- 114 Beopwon-ro, C-dong 127, 128-ho, Songpa-gu, Seoul, South Korea
seperti ditulis pengunjung pada 4 September 2026

Akhir-akhir ini cuaca naik turun terus, jadi bingung mau ikutin yang mana. Di hari-hari seperti ini, males banget masak di rumah, dan segelas bir dingin plus samgyeopsal yang enak jadi kepikiran terus wkwk. Makanya waktu ngobrol sama teman soal mau makan apa sepulang kerja, kita akhirnya mampir ke kedai daging di Munjeong-dong, daerah tempat aku tinggal, buat makan naengsam sambil minum bir.
Tempat yang kami datangi hari itu adalah Minari Naengsam. Waktu lagi cari-cari kedai daging di Munjeong-dong, aku penasaran karena katanya di sini bisa makan naengsam (samgyeopsal beku) sambil dilengkapi minari. Kebetulan aku ada janji makan malam dekat Stasiun Munjeong, jadi setelah cari-cari tempat makan enak di sekitar situ, akhirnya memutuskan ke Minari Naengsam ini.
Jam Operasional Minari Naengsam
Senin–Jumat 15:00–24:00 / Sabtu 15:00–23:30 / Tutup setiap Minggu


Suasana toko yang seperti pojangmacha (warung tenda) retro
Begitu masuk ke dalam, yang langsung kerasa adalah suasananya ternyata cukup menarik. Kedai daging jaman sekarang kebanyakan bergaya bersih dan modern, tapi di sini benar-benar berasa suasana pojangmacha yang retro. Ada nuansa jadul-nya, dan suasananya pas banget buat santai bakar daging sambil minum sama teman.



Bagaimana rasanya kombinasi samgyeopsal beku dan minari
Setelah duduk dan lihat menu, kami pesan samgyeopsal beku. Sebenarnya naengsam ini menu yang kalau sesekali dimakan, rasanya beneran enak. Ada daya tarik tersendiri yang beda dari samgyeopsal tebal. Karena diiris tipis, cepat matang di atas panggangan, dan bagian yang matang kecoklatan itu jadi agak renyah, cocok banget dimakan sambil minum bir.
Dan bagian yang paling aku suka di sini adalah minari-nya. Waktu makan naengsam, kami panggang minari bareng, dan ternyata kombinasinya enak banget di luar ekspektasi. Minari punya aroma khas yang segar, jadi kalau dimakan bareng daging, rasa enegnya jadi berkurang dan mulut terasa lebih bersih. Yang paling penting, minari-nya bisa terus diisi ulang tanpa batas! Biasanya di kedai daging, kalau mau tambah minari atau sayuran, jumlahnya terbatas atau harus pesan tambahan, tapi di sini kami bisa terus minta minari lagi tanpa beban, jadi ditumpuk banyak-banyak di atas daging.





Kami berdua sama-sama suka minari, jadi awalnya niatnya 'makan sedikit aja', tapi akhirnya terus nambah wkwk. Kami coba berbagai cara, ada yang taruh minari di atas sepotong daging, ada juga yang panggang minari-nya sendiri sebentar, tapi menurutku pribadi yang paling enak tetap dimakan bareng daging. Kalau lagi cari kedai daging di Munjeong-dong, banyak banget kedai samgyeopsal, tapi tempat yang bisa makan naengsam bareng minari seperti ini terasa cukup berbeda. Buat yang biasa suka naengsam, kombinasi ini layak dicoba sekali-sekali.

Minum bir sambil makan naengsam di hari yang panas
Hari itu cuacanya panas banget, jadi bir dingin terus mengalir wkwk. Duduk di depan panggangan, bakar daging, lalu minum seteguk bir, itu jadi kenikmatan tersendiri. Memang benar, di hari panas, kombinasi daging dan bir susah dikalahkan.
Waktu cari tempat makan enak dekat Stasiun Munjeong buat makan malam bareng teman, aku lebih suka tempat yang bisa duduk santai sambil ngobrol, dibanding tempat yang terlalu 'cakep' suasananya. Dari sisi itu, tempat ini juga cukup oke. Suasananya yang bergaya pojangmacha retro justru bikin lebih nyaman rasanya.


Penutup dengan nasi goreng yang habis tak bersisa
Sambil makan daging, kami ngobrol macam-macam sama teman, dan karena terus nambah minari, waktu jadi terasa cepat berlalu. Awalnya niatnya cuma mau makan naengsam simpel dengan segelas bir, tapi ternyata keluar dari sana perutnya sudah kenyang banget. Nasi gorengnya juga kami habiskan sampai bersih tak bersisa.


Cocok untuk siapa?
Kalau sedang cari kedai naengsam enak di Munjeong-dong, sepertinya gaya seperti ini bakal disukai. Naengsam-nya sendiri enak, tapi bisa makan minari sepuasnya jadi poin plus yang jelas. Buat yang suka minari, tempat ini pasti bikin senang.
Dan buat yang cari kedai daging di Munjeong-dong dengan suasana yang agak beda, tempat ini juga cocok. Ada nuansa pojangmacha retro yang pas banget buat minum santai bareng teman. Hari itu kami benar-benar keterusan dengan kombinasi naengsam dan minari. Kalau lain kali cari tempat makan enak dekat Stasiun Munjeong lagi, sepertinya tempat ini yang akan kepikiran.
Awalnya cari kedai naengsam enak di Munjeong-dong, tapi di luar dugaan suasananya nyaman dan bisa makan minari sepuasnya, jadi berkesan banget. Buat yang suka naengsam atau suasana pojangmacha di sekitar Stasiun Munjeong, boleh banget dicoba sekali mampir. Kayak aku, kalau lagi males masak di rumah pas hari panas dan pengen samgyeopsal enak dengan bir dingin, Minari Naengsam ini yang pertama kepikiran. Lain kali mau coba pesan menu lain juga!
Lokasi
114 Beopwon-ro, C-dong 127, 128-ho, Songpa-gu, Seoul, South Korea서울특별시 송파구 법원로 114 C동 127, 128호







