Toko daging hanwoo di Hoengseong: chadolbagi dan jebichuri bakar
Singkatnya
Hoengseong Hanu Jeongyukjeom adalah toko daging hanwoo (daging sapi Korea) di Jalan Munhwacheyuk-ro, Hoengseong-eup, Gangwon, yang buka sejak 1979 dan kini memasuki tahun ke-47. Saat mampir dalam perjalanan dinas, penulis memilih chadolbagi (brisket point), jebichuri (bagian rantai leher sapi), dan arongsatae (shank), lalu mendapat sepotong hati mentah yang tidak punya label harga, dan membakar semuanya di meja outdoor. Chadolbagi meleleh di mulut, tetapi soal rasa yang lebih pekat, jebichuri yang menang.

Info terverifikasi
- Jam buka
- Setiap hari 07.00–20.00
- Berdiri sejak
- 1979 (47 tahun)
- Cara memesan
- Antar, bungkus, boleh bawa anjing, Smartstore, pengiriman ke seluruh Korea
- Harga daging aged (per 5 September 2026)
- Sirloin/striploin 250g 27.000 won / tenderloin 250g 32.000 won / daging iga, flap meat, brisket point 250g 29.500 won / skirt 250g 32.000 won / sandung lamur 500g 25.000 won
- Harga hanwoo 1++ (per 5 September 2026)
- Sirloin/striploin/daging iga/flap meat/brisket point 250g 47.000 won / tenderloin dan skirt 250g 49.500 won / sandung lamur 500g 25.000 won
- Paket hadiah
- Paket daging aged, paket hanwoo 1++, pilih sendiri daging aged, pilih sendiri hanwoo 1++ (tanya lewat telepon)
- Alamat
- 10 Munhwacheyuk-ro, Hoengseong-eup, Hoengseong-gun, Gangwon-do, Korea Selatan
seperti ditulis pengunjung pada 6 September 2026

Hari ini aku ada perjalanan dinas ke Sangju, dan pulangnya lewat Hoengseong. Karena udah masuk jam makan malam, aku putuskan beli oleh-oleh makanan di Hoengseong. Hoengseong kan punya produk khas andalan — hanwoo Hoengseong! Hahaha, hari ini aku akan beli hanwoo Hoengseong. Ini review tempat makan enak di Hoengseong, toko hanwoo spesialis, Hoengseong Hanu Jeongyukjeom.
Jam buka dan cara memesan di Hoengseong Hanu Jeongyukjeom
Hoengseong Hanu Jeongyukjeom

Hoengseong Hanu Jeongyukjeom buka setiap hari pukul 07:00–20:00. Bisa delivery, take-away, boleh bawa anjing, dan pengiriman ke seluruh Korea. Toko ini juga punya Smartstore, jadi bisa pesan hanwoo dari rumah cuma dengan sekali klik.


Katanya toko ini buka sejak 1979, jadi udah 47 tahun tradisinya. Lebih lama dari umurku sendiri hahaha. Tempat ini juga pernah muncul di acara TV 'Dongne Hanbakwi' (jalan-jalan keliling kampung).
Interior di dalam ditata cukup mewah, dan hanwoo segar maupun beku dipisahkan per bagian, jadi memudahkan memilih bagian yang diinginkan. Kalau cari bagian tertentu, tinggal bilang ke pemiliknya aja.


Grade dan bagian hanwoo apa saja yang bisa dipilih di Hoengseong?
Kalau di toko spesialis hanwoo, ya harus makan hanwoo dong hehe. Hanwoo di sini tersedia dari grade 2 sampai 1++, jadi kelebihan Hoengseong Hanu Jeongyukjeom adalah bisa bandingkan grade dan harga sebelum memilih.



Terasa banget ini toko favorit warga lokal Hoengseong — selama aku milih daging pun beberapa pelanggan lain datang dan pergi hahaha.
Hoengseong Hanu Jeongyukjeom hampir tidak ada bagian yang tidak dijual, saking lengkapnya variasi bagian yang tersedia.
- Bujaesal (flap meat), deungsim (sirloin), galbisal (rib finger), eopjinsal (brisket point), salchisal (top blade)
- Yuksasimi (sashimi hanwoo), yukhoe (tartare hanwoo), toshisal, kkotdeungsim (marbled ribeye)
- Arongsatae (shank), jebichuri (bagian leher sapi), satae (shank lain), hati mentah
- Selain itu masih banyak bagian lain termasuk gopchang (jeroan sapi)
Sebenarnya aku mau beli gopchang buat dibakar, tapi karena beku, waktunya nanggung kalau langsung dibakar. Jadi sebagai gantinya aku pilih hanwoo chadolbagi (brisket point). Kasih tau duluan ya, chadolbagi hanwoo ini super recommended hahaha.

Di sudut lain toko juga jual kaldu tulang sapi yang direbus pekat dan tulang sapi untuk bikin kaldu sendiri. Sebentar lagi Chuseok, jadi buat yang butuh kaldu tulang sapi untuk hari raya, bisa jadi referensi. Untuk paket hadiah Chuseok pun tersedia paket aged beef, paket hanwoo 1++, pilih sendiri aged beef, atau pilih sendiri hanwoo 1++ sesuai keinginan — kalau tertarik, bisa telepon untuk tanya-tanya.


Daftar harga per bagian: daging aged dan hanwoo 1++
Aku kasih tau daftar harga daging aged (bisa berbeda tergantung tanggal). Ini harga per 5 September 2026, jadi jadikan referensi aja.
- Deungsim (sirloin) 250g 27.000 won / chaekkeut (striploin) 250g 27.000 won
- Ansim (tenderloin) 250g 32.000 won / galbisal (short rib meat) 250g 29.500 won
- Bujaesal (flap meat) 250g 29.500 won / eopjinsal (brisket point) 250g 29.500 won
- Chimasal (skirt) 250g 32.000 won / yangji (brisket) 500g 25.000 won
Sekarang daftar harga hanwoo 1++.
- Deungsim (sirloin) 250g 47.000 won / chaekkeut (striploin) 250g 47.000 won
- Ansim (tenderloin) 250g 49.500 won / galbisal (short rib meat) 250g 47.000 won
- Bujaesal (flap meat) 250g 47.000 won / eopjinsal (brisket point) 250g 47.000 won
- Chimasal (skirt) 250g 49.500 won / yangji (brisket) 500g 25.000 won

Chadolbagi, jebichuri, arongsatae, sampai hati mentah gratis
Hanwoo yang aku pesan adalah chadolbagi, jebichuri, dan arongsatae. Untuk hati mentah, karena tidak ada label harga, aku tanya, dan pemiliknya bilang bawa aja gratis — langsung aku ambil hahaha.
Hati mentah
Kalau nggak ada label harga, bisa jadi itu gratis, jadi perlu tanya dan langsung sigap ambil. Hati mentah sebaiknya dimasak matang kalau bukan yang baru masuk hari itu. Hari ini rencananya aku bakar bareng hanwoo.



Hanwoo chadolbagi ini rajanya daging bakar. Teksturnya empuk dan lembut banget menggoda, sementara jebichuri terasa nikmat karena rasa hanwoo-nya yang pekat.


Arongsatae biasanya dipakai untuk suyuk (daging rebus), tapi katanya bisa juga dibakar. Kalau terlalu matang jadi alot, tapi kalau dimasak sekilas kayak chadolbagi, katanya enak — jadi aku coba tantang ini.

Pemiliknya juga kasih garam, wasabi, dan saus pelengkap buat dimakan bareng hanwoo!
Perbandingan rasa tiap bagian yang dibakar di meja outdoor
Yang pertama dibakar adalah hanwoo chadolbagi. Karena berlemak dan cepat matang, enak dimakan duluan.
Chadolbagi cepat matang begitu diletakkan di panggangan, jadi enak banget. Kalau di rumah ada jamur, kentang, atau tahu, bisa sekalian dibakar bareng sebagai pelengkap.

Chadolbagi yang meleleh di mulut ini enak banget. Ibuku juga langsung bilang enak begitu dicicipi hahaha. Nggak lengkap tanpa alkohol, jadi aku bawa soju dan bir. Satu potong chadolbagi, satu gelas somaek (campuran soju-bir) hahaha. Karena lauknya enak, minumnya jadi lancar.


Setelah chadolbagi, aku coba bakar jebichuri. Jebichuri ini bagian favoritku banget. Teksturnya oke, tapi rasa pekatnya itu yang bikin nagih.
Jebichuri yang mengeluarkan jus daging pekat di mulut ini enak banget. Belakangan cuaca panas siang hari tapi malamnya jadi sejuk. Karena makan di meja outdoor, rasanya jadi makin nikmat~

Sekarang giliran arongsatae yang ditunggu-tunggu. Aku belum pernah coba arongsatae dibakar jadi penasaran banget gimana hasilnya. Arongsatae jangan dimasak lama-lama, cukup sekilas aja.

Arongsatae punya tekstur yang lembut. Tapi kalau dibandingkan dengan jebichuri, soal rasa pekat, jebichuri lebih unggul. Arongsatae lebih enak kalau dicelup garam, kecap, atau saus wasabi. Jadi ngerti kenapa suyuk biasanya disajikan dengan saus kecap-wasabi hehe. Udah lama nggak bakar hanwoo outdoor, dan ini menyenangkan banget.
Lokasi
10 Munhwacheyuk-ro, Hoengseong-eup, Hoengseong-gun, Gangwon-do, South Korea강원특별자치도 횡성군 횡성읍 문화체육로 10
