Restoran Tanpa Break Time Dekat Stasiun Pangyo, Makan Siang Jam 3 di
Singkatnya
Useum Pangyo Branch adalah restoran-bar yang berjarak 2 menit jalan kaki dari Stasiun Pangyo, menyajikan gomtang dan eobokjaengban (hidangan daging sapi rebus dengan sayuran) di siang hari, serta suyuk hanwoo dan minuman di malam hari. Penulis datang setelah puasa untuk pemeriksaan rumah sakit dan baru bisa makan siang lewat pukul 3 sore, tapi karena tempat ini tidak menerapkan break time, ia tetap bisa makan eobokjaengban berisi sengkel dan sandung lamur lengkap dengan isi ulang kaldu hingga tandas. Pilihan yang pas kalau jam makan jadi berantakan dan butuh semangkuk hidangan hangat yang tidak terlalu asin.

Info terverifikasi
- Lokasi
- 2 menit jalan kaki dari Stasiun Pangyo, 31 Daewangpangyo-ro 606beon-gil, Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do
- Parkir
- Tersedia parkir gratis di area gedung
- Break time
- Tidak ada — tetap bisa makan meski jam 3 sore
- Menu yang dipesan
- Eobokjaengban
- Saus
- Chojang dicampur bubuk perilla, garam-lada, dan saus kecap — 3 pilihan
- Layanan
- Isi ulang kaldu ditawarkan di tengah makan
- Susunan menu
- Siang: gomtang dan eobokjaengban; Malam: suyuk hanwoo dan hidangan Korea lain dengan minuman
seperti ditulis pengunjung pada 8 September 2026


Makan Siang Terlambat, Lewat Jam 3 Sore
Beberapa waktu lalu saya ada pemeriksaan di rumah sakit, jadi harus puasa sejak pagi-pagi sekali. Setelah pemeriksaan selesai, tak terasa waktu sudah lewat pukul 3 sore.
Perut sudah sangat lapar dan saya ingin segera makan siang yang mengenyangkan, tapi banyak restoran di sekitar Stasiun Pangyo yang mulai masuk break time sekitar jam 3 sore, jadi tidak mudah mencari makan siang di jam segitu.
Untungnya Useum Pangyo Branch buka tanpa break time, jadi tetap bisa makan meski sudah sore. Di hari yang perutnya sudah keroncongan itu, hal ini saja sudah terasa sangat melegakan.

2 Menit dari Stasiun Pangyo, Parkir Juga Mudah
Useum Pangyo Branch berjarak sekitar 2 menit jalan kaki dari Stasiun Pangyo sehingga mudah ditemukan, dan tersedia parkir gratis di area gedung sehingga tidak perlu khawatir kalau datang bawa mobil. Setelah parkir, saya langsung masuk ke restoran yang berada di lantai 1.


Konon di siang hari bisa menikmati hidangan seperti gomtang (sup tulang sapi) atau eobokjaengban, sementara malam hari tempat ini menjadi restoran-bar yang menyajikan suyuk hanwoo (daging sapi Korea rebus) dan hidangan Korea lainnya lengkap dengan minuman.




Saya datang sekitar jam 3 sore dan mengira suasananya akan sepi, tapi ternyata cukup banyak tamu. Ada juga rombongan yang sepertinya sedang acara makan bersama dari kantor di sekitar Pangyo, jadi suasana restoran cukup ramai.

Sajian Eobokjaengban dan Tiga Jenis Saus
Begitu duduk, karena sudah terlalu lapar, saya langsung memesan eobokjaengban yang sebelumnya sudah saya incar. Tak lama kemudian, lauk pendamping yang rapi dan eobokjaengban dengan tampilan yang mengenyangkan pun disajikan.

Staf menjelaskan dengan ramah bahwa dagingnya sudah matang, jadi begitu kaldunya mendidih, tinggal dimakan bersama sayuran.
Ada tiga jenis saus yang disiapkan. Bisa mencampur chojang dengan bubuk perilla, atau mencelup ke garam-lada dan saus kecap sesuai selera.


Daging Empuk dan Kaldu yang Ringan
Pertama, saya ambil sepotong daging dan mencelupkannya ke saus chojang yang sudah dicampur banyak bubuk perilla.

Ada beberapa bagian daging rebus seperti sengkel dan sandung lamur, jadi setiap potongan punya tekstur yang sedikit berbeda. Dagingnya empuk tanpa bau amis, dan makin dikunyah, rasa dagingnya yang ringan makin terasa.

Pribadi saya paling suka kombinasi chojang dan bubuk perilla. Rasa asam segar chojang berpadu dengan gurihnya perilla, sangat cocok dengan daging dan menghidupkan rasa gurih alaminya.

Sayuran yang tertata banyak di bawah daging saya coba celup ke saus kecap, rasanya tidak terlalu tajam dan ringan, jadi enak. Apalagi di hari itu, ini jadi makanan pertama setelah puasa panjang, jadi menu yang hangat dan menenangkan seperti ini lebih pas dibanding makanan pedas atau tajam.


Kaldunya juga tidak terlalu asin, cenderung ringan. Rasa gurih dari daging jadi yang utama sehingga tidak berat, dan makin dimakan, tangan saya terus tergerak untuk menyendok kaldunya.
Di tengah makan, staf mengisi ulang kaldu hangat sekali lagi, jadi saya bisa menikmatinya dengan lega sampai akhir. Akhirnya daging, sayuran, sampai kaldunya pun habis tak bersisa.
Dari Makan Siang Terlambat sampai Acara Makan Bersama di Pangyo
Yang paling saya suka dari kunjungan ke Useum Pangyo Branch hari itu adalah bisa tetap makan meski di jam yang terlambat, karena tidak ada break time.
Lokasinya dekat Stasiun Pangyo dan ada parkir gratis, jadi mudah dikunjungi. Siang hari bisa makan berat, malam hari bisa menikmati suyuk hanwoo dan minuman, sepertinya tempat ini juga cocok untuk acara makan bersama kantor atau kumpul-kumpul di Pangyo.

Yang paling bikin puas, di saat jam makan jadi berantakan seperti hari itu, saya tetap bisa makan satu porsi yang hangat dan mengenyangkan. Lain kali saya ingin coba gomtang hangat untuk makan siang, atau malam hari makan suyuk hanwoo sambil minum bareng suami.


Lokasi
31 Daewangpangyo-ro 606beon-gil, Bundang-gu, Seongnam-si, Gyeonggi-do, South Korea경기도 성남시 분당구 대왕판교로606번길 31 1층 우슴








