Makan Daging Panggang Dekat Chungjeongno Tanpa Antre: Doldam Sutbuljip
Singkatnya
Doldam Sutbuljip adalah restoran daging panggang bara arang yang letaknya cuma 2 menit jalan kaki dari Exit 5 Stasiun Chungjeongno, Jung-gu, Seoul. Tempat ini dipilih karena parkir gedung gratis 2 jam, lalu samgyeopsal babi Korea 18.000 won dan saenggalbisal (iga mentah tanpa bumbu) 22.000 won dipanggang di atas bara arang. Kamis malam pukul 7 pun sepi tanpa antre, sundubu-jjigae (sup tahu lembut pedas) diberi gratis, hanya saja rasa lauknya agak asin.

Info terverifikasi
- Alamat
- 21 Jungnim-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan
- Stasiun
- 2 menit jalan kaki dari Exit 5, Stasiun Chungjeongno (Jalur 2 & 5)
- Parkir
- Gratis 2 jam di area parkir gedung The Place, wajib daftar nomor kendaraan
- Jam buka
- Hari kerja pukul 14.00–02.00 (kadang tutup lebih awal, sebaiknya konfirmasi dulu)
- Corkage
- Boleh bawa minuman sendiri, kena biaya tambahan
- Samgyeopsal (perut babi Korea)
- 18.000 won
- Mokssal (leher babi Korea)
- 18.000 won
- Dwaeji galbi (iga babi Korea)
- 18.000 won
- Saenggalbisal (iga mentah tanpa bumbu)
- 22.000 won
- Gratis
- Sundubu-jjigae (sup tahu lembut pedas) diberikan tanpa perlu dipesan
- Event review struk
- Dapat gyeranjjim (telur kukus) atau doenjang-jjigae
seperti ditulis pengunjung pada 5 September 2026

Kali ini aku pergi ke Seoul buat ketemu teman-teman. Sudah lama nggak kumpul bareng, jadi aku cari tempat yang enak buat makan daging sambil minum-minum, dan akhirnya pilih restoran daging panggang dekat Chungjeongno, Doldam Sutbuljip. Daging tebal dipanggang di atas bara arang, itu yang bikin ngiler banget.
Karena teman-teman semua bawa mobil, hal paling penting buat aku adalah tempat parkir. Di sini bisa pakai parkiran gedung, jadi aku pilih tempat ini karena itu.

Lokasi dan info parkir Doldam Sutbuljip dekat Chungjeongno
- Alamat: 21 Jungnim-ro, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan
- Stasiun: 2 menit jalan kaki dari Exit 5, Stasiun Chungjeongno (Jalur 2 & 5)
- Parkir: Gratis 2 jam di area parkir gedung The Place, wajib daftar nomor kendaraan
- Corkage boleh, tapi kena biaya
Katanya buka hari kerja dari jam 2 siang sampai jam 2 pagi, tapi kadang tutup lebih awal. Kalau mau datang malam-malam, sebaiknya telepon dulu biar tenang.
Parkirannya ada di belakang gedung, jadi kalau baru pertama kali datang bisa agak bingung. Kami juga sempat muter-muter dulu. Wajib daftar nomor kendaraan supaya dapat jatah 2 jam, jadi begitu duduk langsung bilang ke pelayan ya.
Suasana Kamis malam jam 7, ada antrean nggak?

Kami sampai Kamis malam jam 7. Tapi ternyata restorannya sepi banget. Katanya daerah ini banyak pekerja kantoran, jadi tadinya aku khawatir nggak kebagian tempat jam segitu, tapi ternyata tinggal masuk dan duduk saja.

Sampai kami pulang pun masih banyak meja kosong. Entah karena hari Kamis, atau memang jam segitu selalu begini. Buat yang nggak suka antre, ini malah jadi poin plus.
Ruangannya cukup luas. Jumlah mejanya juga banyak, ada juga tempat duduk untuk rombongan besar, jadi kalau datang ramai-ramai kelihatannya nyaman. Suara dari meja sebelah juga nggak terlalu mengganggu, mungkin karena lagi sepi juga sih. Karena ini restoran bara arang, siap-siap saja baunya bisa nempel di baju.
Susunan menu dan harga

- Dwaeji galbi (iga babi Korea): 18.000 won
- Mokssal (leher babi Korea): 18.000 won
- Samgyeopsal (perut babi Korea): 18.000 won
- Saenggalbisal (iga mentah tanpa bumbu): 22.000 won
Kami pesan samgyeopsal 18.000 won dan saenggalbisal 22.000 won. Untuk restoran daging di tengah Seoul, harganya kurasa nggak terlalu berat. Katanya dulu tempat ini bekas restoran kerang panggang, makanya menu kerang panggang masih ada di daftar. Kami sih nggak coba.

Untuk pencuci mulut, ada milmyeon (mi dingin gandum) sebagai pengganti naengmyeon (mi dingin), lumayan unik juga.
Samgyeopsal dan saenggalbisal, dipanggang langsung di bara arang

Kami pesan samgyeopsal dan saenggalbisal. Samgyeopsal 18.000 won, saenggalbisal 22.000 won.

Yang pasti dagingnya enak. Samgyeopsalnya cukup tebal, begitu naik ke bara arang bagian luarnya jadi kecokelatan dan aroma lemaknya langsung menyeruak. Waktu digigit, sarinya masih terasa.

Saenggalbisal itu dipanggang tanpa bumbu, dan aku malah lebih suka ini. Karena rasanya murni dari dagingnya sendiri, kalau alot pasti langsung ketahuan. Tapi ternyata nggak alot. Aroma bara arangnya juga nempel samar-samar, jadi cukup dicelup garam sedikit saja sudah enak.

Lauk pendamping dan sundubu-jjigae gratis
Lauk pendampingnya banyak jenisnya, tapi menurutku rasanya agak asin. Mungkin karena aku memang suka makanan yang lebih hambar. Jadinya aku lebih fokus makan daging dan sayuran pembungkusnya saja. Ini bisa beda-beda tergantung selera masing-masing, jadi coba saja sendiri dan nilai sendiri.

Terus, sundubu-jjigae keluar tanpa perlu dipesan. Ini diberikan gratis. Kuahnya pedas dan ada telurnya juga, porsinya lumayan banyak. Nggak banyak restoran daging yang kasih kuah gratis begini sebagai standar.
Sepertinya ada juga event review struk, tapi kami nggak ikutan. Saking asyiknya ngobrol, sampai nggak sadar ada eventnya, hehe. Katanya hadiahnya gyeranjjim (telur kukus) atau doenjang-jjigae.
Bagaimana kalau bawa anak?

Kali ini aku pergi cuma bareng teman-teman, jadi nggak bawa anak-anak. Jadi soal ada kursi bayi atau meja ganti popok, aku cuma lihat sekilas dan sepertinya tidak ada. Mengingat daerah ini memang lebih sering dikunjungi pekerja kantoran, kayaknya agak susah kalau bawa anak.
Tapi karena ruangannya luas dan jarak antar meja cukup lega, stroller kelihatannya bisa masuk dengan nyaman. Karena setiap meja ada bara arangnya, kalau mau bawa anak sebaiknya pilih meja outdoor atau perhatikan penempatan tempat duduk.
Kapan waktu terbaik untuk datang?

Kamis malam jam 7, selain kami pengunjungnya sedikit. Di postingan-postingan Naver katanya hari kerja malam selalu penuh pekerja kantoran, jadi aku buru-buru datang karena takut kena antre. Tapi untungnya, hehe, setidaknya di hari aku datang nggak ada antrean.
Karena bukanya sampai larut, sepertinya cocok juga buat lanjut ronde kedua. Tapi jam tutupnya beda-beda tergantung sumbernya, jadi pastikan konfirmasi dulu sebelum ke sana.
Kesimpulan

Doldam Sutbuljip, restoran daging panggang dekat Chungjeongno, kalau dirangkum begini: dagingnya benar-benar enak. Baik samgyeopsal maupun saenggalbisal nggak alot dan aroma bara arangnya meresap dengan baik. Dipanggangkan langsung oleh pelayan juga bikin nyaman banget. Sundubu-jjigae yang diberi gratis rasanya juga cukup enak! Parkir gratis 2 jam di tengah Seoul juga jadi poin besar.
Satu hal, lauk pendampingnya agak kurang cocok di lidahku. Terus, walau Kamis malam, restorannya tetap sepi terus, ini bisa dilihat positif atau kurang, tergantung orangnya. Buat aku sendiri, karena bisa duduk tanpa antre, jadi malah lebih enak.
Kalau lagi cari tempat makan daging bara arang sambil minum-minum dekat Exit 5 Stasiun Chungjeongno, tempat ini bisa jadi salah satu referensi.
Lokasi
21 Jungnim-ro, Jung-gu, Seoul, South Korea서울특별시 중구 중림로 21 B201, 202호






