Restoran Gyeryugwan Sindang: Antre Sejak Buka, Ayam Bakar Kayu
Singkatnya
Gyeryugwan adalah restoran ayam bakar kayu ek di depan Pasar Seoul Jungang, dekat Exit 2 Stasiun Sindang, yang selalu ramai antrean bahkan begitu buka jam 4 sore. Penulis datang bersama bayinya, mencicipi ayam bakar kayu neungi seharga 23.000 won, aneka jeon ayam 25.000 won, dua jenis makgeolli, hingga mul-makguksu. Makgeolli Songmyeongseop terasa asam dan agak polarizing, tapi kombinasi makgeolli Gyeryugwan dengan ayam bakar kayu ini benar-benar memuaskan.

Info terverifikasi
- Lokasi
- 1 menit jalan kaki dari Exit 2 Stasiun Sindang, Pasar Seoul Jungang
- Jam operasional
- Setiap hari 16.00–23.00 (last order 22.00)
- Parkir
- Tidak tersedia, gunakan lahan parkir umum Stasiun Sindang
- Reservasi
- Bisa lewat Naver Reservation
- Ayam bakar kayu ek neungi
- ₩23.000
- Jeon ayam campur
- ₩25.000
- Makgeolli Songmyeongseop
- ₩10.000
- Makgeolli Gyeryugwan
- ₩6.000
- Mul-makguksu (mi dingin kuah)
- ₩13.000
- Cara pesan
- Scan QR code di meja
seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026
Gyeryugwan adalah restoran yang selalu bikin penasaran setiap kali lewat Pasar Seoul Jungang di Sindang-dong, karena tumpukan kayu bakar di depan tokonya selalu mencolok. Di sini bisa mencicipi ayam bakar kayu ek neungi yang dipanggang sampai kecoklatan, makguksu, sampai olahan berbagai bagian ayam. Yuk kenalan sama 'Gyeryugwan', restoran ayam bakar kayu di Sindang-dong yang terkenal selalu ada antrean🐔🍗


1 menit dari Exit 2 Stasiun Sindang, soal parkir dan jam buka
Gyeryugwan yang mau saya perkenalkan hari ini letaknya sangat dekat stasiun, cuma 1 menit jalan kaki dari Exit 2 Stasiun Sindang di Pasar Sentral Sindang. 🚘 Sayangnya tidak ada parkir sendiri, jadi harus pakai lahan parkir umum Stasiun Sindang.

▼ Jam operasional Setiap hari jam 4 sore – 11 malam *Last order: jam 10 malam


Tumpukan kayu bakar di depan toko yang selalu menarik perhatian tiap lewat, dan ayam bakar kayu ek yang sedang dipanggang sampai kecoklatan🔥 Suasana tokonya saja sudah meyakinkan kalau ini tempat makan yang enak👏🏻

Apakah tetap ada antrean walau datang saat buka?
Karena sudah terkenal sebagai tempat yang selalu antre, saya datang sedikit setelah jam buka pukul 4 sore, tapi orang-orang mulai berdatangan dan tak lama kemudian sudah terbentuk antrean. ✔️ Ternyata bisa reservasi lewat Naver juga, jadi mungkin lebih baik reservasi dulu sebelum datang!

Apakah nyaman kalau bawa bayi?
Saya datang bersama bayi saya, dan meskipun tidak ada kursi bayi, duduk di kursi yang bisa disandari ternyata tidak seburuk yang saya kira. Interior tokonya juga bersih, jadi cukup nyaman untuk makan di luar sambil membawa bayi🙂

Tempat ini pernah muncul di berbagai acara kuliner seperti Julseoneun Sikdang, Pyeon-seuteorang, dan Saengbangsong Today, jadi ekspektasi saya makin tinggi. Teman yang saya ajak juga pernah ke sini sebelumnya dan bilang enak, jadi saya jadi tidak sabar untuk mencoba.


Menunya juga lucu, ada gambar ayam di buku menunya. Cara pesannya tinggal scan QR code yang ada di meja untuk lihat menu dan langsung order.
Menu dan lauk pendamping di Gyeryugwan Sindang


Menu andalan Gyeryugwan Sindang katanya adalah ayam bakar kayu ek neungi, jeon ayam campur, ampela ayam goreng bawang daun, dan mul-makguksu.
Sebagai lauk pendamping, disajikan berbagai jeotgal (asinan seafood fermentasi ala Korea) dan kimchi yang cocok dimakan bareng ayam bakar kayu. Enak juga dicampur dengan nasi yang ada di dalam ayamnya, atau dimakan satu-satu untuk penyegar mulut.

Ayam bakar kayu ek neungi 23.000 won
Ayam bakar kayu ek neungi 23.000 won Menu andalan Gyeryugwan ini dibuat dari beras ketan yang direndam air rebusan jamur neungi dan shiitake, lalu diasapi dengan kayu ek selama lebih dari 1 jam.
Berkat pengasapan yang sempurna, dagingnya juicy dan lembut sementara kulitnya renyah, benar-benar renyah di luar lembut di dalam🫶🏻

Daging ayamnya sudah diberi bumbu ringan sehingga tanpa saus atau bumbu tambahan pun sudah enak dan gurih ringan. Aroma kayu bakarnya yang lembut membuat rasa ayam ini terasa berbeda dari ayam panggang biasa.

Di dalam ayam ada cukup banyak beras ketan yang teksturnya kenyal enak. Kalau ketannya ditambah sedikit jeotgal dari lauk pendamping, perpaduan asin gurih jeotgal dan gurih ringan ketan jadi cocok banget👍🏻 Bawang putih panggang di atasnya juga kecoklatan dengan rasa manis samar yang bikin makin nikmat🤍

Jeon ayam campur 25.000 won, jeon cabainya paling enak
Jeon ayam campur 25.000 won Saya juga memesan menu andalan lain, jeon ayam campur, yang berisi berbagai bagian ayam mulai dari leher, paha, sampai hati. Kalau cuma makan ayam bakar kayu mungkin agak kurang, tapi dengan memesan jeon ayam campur ini, bisa menikmati berbagai jenis rasa sekaligus.

Kalau ayam bakar kayu rasanya gurih ringan dan juicy, jeon ayam ini digoreng kecoklatan dengan tambahan rasa gurih renyah, jadi kombinasi keduanya pas sekali. Menyenangkan bisa mencicipi berbagai bagian ayam lewat jeon ini🐔 Rasanya juga tidak terlalu asin jadi cocok jadi teman minum.
Di dalam cabainya ada bakso ayam yang padat, dan dari semua jenis jeon, jeon cabai ini yang paling enak menurut saya. Rasa pedas ringan dari cabai berpadu bagus dengan bakso ayam yang lembut, jadi terus-terusan pengin nambah.

Jeon lainnya lebih enak lagi kalau dimakan dengan acar bawang bombai kecap. (Karena enak, saya sampai minta tambah lagi hehe)

Makgeolli Songmyeongseop vs makgeolli Gyeryugwan, mana yang lebih enak?
Makgeolli Songmyeongseop 10.000 won Dengan menu seperti ini rasanya wajib pesan minuman! Makgeolli (minuman beras fermentasi khas Korea) Songmyeongseop ini baru pertama kali saya dengar, tapi teman bilang enak jadi saya coba pesan.

Harganya lumayan mahal untuk ukuran makgeolli jadi ekspektasi saya tinggi, tapi menurut lidah saya rasanya agak asam, jadi kalau suka yang manis, Songmyeongseop kurang saya rekomendasikan..☹️

Makgeolli Gyeryugwan 6.000 won Menurut saya pribadi, makgeolli Gyeryugwan ini lebih enak. Harganya juga lebih murah dari Songmyeongseop, jadi kalau baru pertama kali ke sini, saya rekomendasikan coba makgeolli Gyeryugwan dulu saja👍🏻

Ayam bakar kayu ek neungi dan jeon ayam campur ternyata cocok banget dengan makgeolli✨ Rasa gurih ringan ayam bakar dan rasa gurih renyah jeon ayam sama-sama pas dipadukan dengan makgeolli, jadi pas untuk teman minum santai.

Penutup dengan mul-makguksu 13.000 won
Mul-makguksu 13.000 won Mi dingin dengan kuah kaldu dari sengkel, sandung lamur, dan ayam hutan (kkwong)! Katanya mi makguksu-nya dibuat sendiri, jadi teksturnya kenyal dan enak.

Rasanya cenderung tawar mirip pyeongyang-naengmyeon, jadi enak dijadikan penyegar mulut setelah makan berat. Saya pesan mul-makguksu karena ingin sesuatu berkuah, tapi ada juga menu makguksu ayam saus doenjang. Ayamnya ditumis dengan doenjang lalu dicampur ke mi, dan menu ini juga pernah muncul di acara kuliner.
Ternyata memang ada alasan kenapa orang rela antre di Sindang-dong demi 'Gyeryugwan' ini. Dari ayam bakar kayu ek neungi yang wangi asap kayunya, jeon ayam campur dengan berbagai bagian ayam, sampai makgeolli-nya, semuanya memuaskan☺️ Kalau lagi cari tempat makan enak di sekitar Stasiun Sindang atau Pasar Seoul Jungang, saya rekomendasikan Gyeryugwan👍🏻
Lokasi
15-17 Toegye-ro 87-gil, Units 102 & 103, Jung-gu, Seoul, South Korea서울특별시 중구 퇴계로87길 15-17 102호, 103호










