Makan siang pegawai kantoran di Noeun, Daejeon: Gatjidong

Singkatnya

Gatjidong Noeun Branch adalah restoran tonkatsu dan donburi di Jiji-dong, Yuseong-gu, Daejeon, sekitar 5 menit jalan kaki dari Noeun Station Exit 2. Penulis mampir bersama adik kantornya di jam makan siang weekday dan mencicipi signature half-and-half pork cutlet serta salmon rice bowl yang diolah setiap hari, dengan saus creamy yang disiram langsung di atas katsu plus jasa gratis berupa broth, cream soup, dan nasi putih. Ada juga kids' plate dan furikake rice, jadi tempat ini rasanya wajib dikunjungi lagi bersama anak-anak untuk makan keluarga.

Foto utama Gatjidong Noeun Branch

Info terverifikasi

Lokasi
Dalam jarak 5 menit jalan kaki dari Noeun Station Exit 2
Parkir
Tempat parkir terbatas di depan toko, ramai saat jam makan siang weekday
Pemesanan
Pesan lewat tablet di meja
Item gratis
Broth, cream soup, nasi putih (sudut self-service)
Layanan anak
Kids' plates, vitamin, furikake rice
Menu yang dipesan
Signature half-and-half pork cutlet, daily-prepared salmon rice bowl
Waktu kunjungan
Sekitar pukul 12.30 siang di hari kerja, hampir penuh

seperti ditulis pengunjung pada 9 September 2026

Foto utama Gatjidong Noeun Branch

Hari itu Senin. Hehe, padahal sudah makan banyak selama akhir pekan, kenapa ya kalau Senin malah jadi lebih lapar? Sempat kepikiran mau olahraga, tapi akhirnya teriak 'diet mulai besok!' dan mulai cari tempat makan siang. Hari itu tiba-tiba pengin banget tonkatsu, dan sambil cari-cari, saya ingat rekan kantor pernah merekomendasikan satu tempat.

Yaitu Gatjidong yang ada di Jiji-dong, Yuseong-gu, Daejeon. Awalnya niatnya cuma makan tonkatsu, tapi ternyata makanannya jauh lebih enak dari ekspektasi, sampai kepikiran ingin bawa Langgu dan Raemi ke sini juga suatu saat. Ini tempat makan enak di Yuseong yang layak dicoba. Yuk lanjut ke catatan makan-makan Jay Min hari ini :)

5 menit jalan kaki dari Noeun Station, bagaimana dengan parkirnya?

Gatjidong berjarak kurang dari 5 menit jalan kaki dari Noeun Station Exit 2. Lokasinya cukup nyaman diakses dengan transportasi umum. Hari itu saya datang bawa mobil, dan memang ada tempat parkir di depan toko, tapi jumlah slotnya tidak banyak.

Area parkir depan toko Gatjidong Noeun Branch
Tampilan luar toko Gatjidong dengan papan nama kuning

Di pinggir jalan depan toko juga banyak mobil parkir, apalagi karena tempat ini jadi tujuan makan siang favorit pegawai kantoran sekitar, jadi cari tempat parkir di jam makan siang weekday bisa cukup sulit. Kalau bawa mobil, sebaiknya datang sedikit lebih awal dari jam puncak makan siang. Karena dekat dengan Noeun Station dan juga cukup mudah diakses dari Daejeon National Cemetery, tempat ini bisa jadi opsi kalau lagi cari tempat makan sekitar Daejeon National Cemetery.

Masuk ke balik papan nama kuning, suasananya di luar dugaan

Dari luar, Gatjidong langsung terlihat dengan papan nama warna kuningnya. Karena bagian dalam tidak terlihat jelas dari luar, saya sempat mikir 'jangan-jangan di dalam agak gelap ya?' Tapi begitu buka pintu, ternyata jauh beda dari bayangan.

Suasananya terang dan bersih, meja-mejanya tertata rapi, kesan pertamanya nyaman banget. Luar dan dalamnya beda—persis seperti tonkatsu yang renyah di luar tapi lembut di dalam kan? Hehe, mungkin cuma pemikiran saya sendiri.

Meja-meja interior Gatjidong yang tertata rapi dan terang

Sambil melihat-lihat sekeliling, ternyata dekat pintu masuk juga disediakan obat-obatan darurat. Benang gigi dan tusuk gigi juga ada, jadi terasa banget perhatian mereka ke tamu sejak dari pintu masuk.

Obat-obatan darurat, benang gigi, dan tusuk gigi di pintu masuk

Kami tiba sekitar pukul 12.30 siang dan toko hampir penuh. Untungnya ada meja yang baru selesai dipakai, dan staf cepat membereskannya sehingga kami tidak perlu menunggu lama. Selama kami makan pun tamu terus berdatangan, jadi memang jam makan siang weekday di sini ramai banget. Kalau mau datang sekitar jam 12, sebaiknya siap-siap kemungkinan harus menunggu (waiting).

Komposisi menu yang pas untuk makan siang cepat pegawai kantoran

Begitu duduk, kita bisa pesan lewat tablet yang tersedia di meja. Melihat menunya, ternyata bukan cuma tonkatsu, ada juga udon, donburi, kari, dan menu lain yang bikin kenyang untuk satu kali makan.

Menu tonkatsu dan donburi yang tampil di tablet meja

Katanya nama Gatjidong punya arti 'satu porsi lezat yang baru saja dimasak'. Karena menyajikan tonkatsu, udon, donburi, dan kari yang disiapkan dengan sungguh-sungguh dengan harga yang masuk akal, setelah tahu arti namanya jadi lebih paham dengan komposisi menunya. Sambil memesan, terus terdengar notifikasi pesanan delivery. Melihat toko sudah ramai tapi pesanan delivery juga terus masuk, saya jadi mikir 'pantas saja direkomendasikan', dan makin penasaran sama makanannya. Hehe.

Papan panduan menu Gatjidong

Hari itu saya pesan signature half-and-half pork cutlet yang memang ingin saya coba, sementara adik kantor yang ikut memesan daily-prepared salmon rice bowl.

Soul food cowok memang tonkatsu ya? Hehe

Interior Gatjidong yang penuh pelanggan saat makan siang

Kalau bicara soal soul food cowok, biasanya yang disebut jeyuk bokkeum (tumis daging babi pedas) atau tonkatsu kan. Suami saya juga kalau ditanya menu favorit, tonkatsu selalu masuk daftar. Hehe. Setelah selesai memesan saya lihat-lihat sekeliling, dan ternyata hari itu kebanyakan pelanggan yang makan di sana laki-laki.

Ruang makan Gatjidong dengan pelanggan pegawai kantoran

Saya dan adik kantor sampai tertawa lama sambil bilang 'ternyata memang tonkatsu ya.' Hehe. Untuk pegawai kantoran yang bekerja di sekitar Noeun Station, pilihan menunya tidak bikin bingung dan porsinya juga pas untuk makan sendiri, jadi kelihatannya memang banyak yang datang, terutama laki-laki, sebagai tempat makan siang cepat.

Broth, cream soup, nasi putih disediakan gratis

Sudut self-service untuk mengambil alat makan dan lauk

Ada sudut self-service tersendiri untuk mengambil alat makan dan lauk yang diperlukan. Ada satu hal lagi yang menarik perhatian saya di Gatjidong: menu-menu yang bisa dinikmati gratis!

Broth, cream soup, dan nasi putih disediakan gratis. Sambil menunggu, saya ambil cream soup dulu. Gaya kyeongyangsik (masakan barat ala Korea klasik) yang sekarang sudah jarang ditemui di restoran tonkatsu. Hehe.

Cream soup gaya kyeongyangsik yang disediakan gratis

Setelah ditaburi lada dan dicicipi, rasanya bikin senang tanpa alasan jelas. Langgu suka banget cream soup, jadi sambil makan saya kepikiran 'kalau Langgu diajak ke sini, pasti sudah bolak-balik ambil ini duluan.' Hehe.

Layanan untuk anak yang langsung mengingatkan saya pada Raemi

Tulisan panduan kids' plate dan furikake rice

Sebagai ibu yang punya anak, tulisan seperti ini tidak bisa saya lewatkan begitu saja. Di Gatjidong, untuk anak-anak disediakan kids' plates, vitamin, dan furikake rice. Memikirkan apakah ada menu yang cocok untuk anak memang jadi hal pertama yang dipikirkan orang tua saat makan di luar bersama anak.

Sudut peralatan makan anak dan vitamin

Tapi melihat perhatian khusus untuk menu dan peralatan makan anak seperti ini, langsung teringat Raemi. Apalagi ada nasi putih gratis, yang pasti berguna kalau datang bersama anak kecil. Kali ini saya datang dengan adik kantor, tapi sejak bagian ini saya sudah kepikiran 'lain kali harus datang bawa anak-anak.' Hehe.

Signature half-and-half pork cutlet, sausnya disiram langsung

Signature half-and-half pork cutlet dengan pork loin dan cheese

Akhirnya tonkatsu yang ditunggu datang juga. Signature half-and-half pork cutlet yang saya pesan ini memungkinkan kita mencoba pork loin cutlet dan cheese cutlet sekaligus.

Satu sisi pork loin cutlet, satu sisi cheese cutlet, ditemani salad dan nasi. Tapi begitu melihat tonkatsunya, ada sedikit rasa asing—sausnya disiram langsung di atas katsu.

Tonkatsu gaya butmuk dengan saus disiram langsung

Karena kalau makan tonkatsu bersama anak-anak saya selalu minta 'sausnya dipisah', jadi rasanya asing juga ketemu gaya butmuk (saus disiram langsung) ini lagi setelah sekian lama. Hehe.

Satu porsi tonkatsu lengkap dengan salad dan nasi

Saya sendiri sebenarnya bukan tipe yang suka saus banyak, jadi sempat agak khawatir dan mencoba saus itu duluan. Tapi ternyata... wah, saus ini enak juga!

Saus yang lebih membekas di ingatan daripada tonkatsunya sendiri

Potongan pork loin cutlet dengan saus creamy

Ada beberapa saus tonkatsu yang rasa asamnya cukup kuat. Saya sendiri bukan tipe yang terlalu suka saus seperti itu.

Potongan pork loin cutlet yang dilumuri saus secukupnya

Tapi saus tonkatsu Gatjidong ini agak beda dari yang saya bayangkan. Bukannya rasa asam yang menonjol, yang terasa duluan justru rasa creamy dan lembut. Jadi saya mikir 'kalau saus ini, harusnya dilumuri banyak-banyak, bukan dicelup sedikit.' Hehe.

Saya coba lumuri saus secukupnya ke pork loin cutlet dan cicip satu gigitan, ternyata memang cocok banget. Pork loin-nya juga tidak keras, malah lembut, jadi kalau dimakan bareng saus, tangan terus reflek mau nambah.

Kalau susah pilih antara pork loin dan cheese, ambil yang half-and-half saja

Penampang cheese cutlet dengan keju gurih

Selanjutnya cheese cutlet! Rasa gurih khas keju terasa jelas, tapi bumbunya tidak terlalu kuat.

Daya tarik pork loin cutlet dan cheese cutlet ini memang beda, jadi kalau susah memilih salah satu, menu half-and-half ini cukup pas. Sebenarnya karena sering makan di luar bersama anak-anak, akhir-akhir ini saya sudah agak bosan makan tonkatsu.

Tapi hari itu, sambil makan saya kepikiran 'ini pasti Langgu juga suka.' Rasanya cocok banget dengan lidah saya, sampai bikin ingin datang lagi bersama anak.

Salmon rice bowl yang katanya diolah setiap hari

Adik kantor memesan salmon rice bowl. Begitu makanan datang, mata saya langsung tertuju ke sana. Salmonnya ditata melingkar di mangkuk, plating-nya saja sudah menggugah selera. Gatjidong memberi tahu bahwa salmon untuk salmon rice bowl mereka diolah setiap hari.

Jadi saya ikut nyicip satu potong. Hehe. Salmonnya lembut dan gurih, dan saat saya makan, sama sekali tidak ada bau amis.

Dengan sedikit pedas dari wasabi dan saus kecap, rasa gurih salmonnya jadi makin cocok. Adik kantor yang ikut makan terus bilang sambil menyesal, 'seandainya salmonnya lebih banyak lagi.' Hehe.

Salmon rice bowl yang diolah setiap hari dengan salmon melingkar
Salmon rice bowl dengan wasabi dan saus kecap

Sepertinya salmonnya memang cocok banget di lidahnya. Selain tonkatsu, ada juga menu donburi, jadi kalaupun selera makan berbeda dengan teman yang diajak, masing-masing bisa pilih menu sesuai keinginan sendiri, ini juga jadi kelebihan tempat ini.

Catatan hari ini dari Jay Min

Meja Gatjidong setelah selesai makan

Meski datang karena rekomendasi rekan kantor, sebenarnya awalnya saya tidak berekspektasi tinggi. Tapi mulai dari saus tonkatsu, pork loin dan cheese cutlet, sampai salmon rice bowl, semuanya lebih cocok dengan selera saya dari yang dibayangkan, jadi makan siang ini jadi menyenangkan. Hehe. Yang paling membekas adalah bisa menikmati broth, cream soup, dan nasi putih secara gratis, plus layanan seperti kids' plate dan furikake rice untuk anak.

Half-and-half pork cutlet dan salmon rice bowl tersaji bersama
Pemandangan interior Gatjidong Noeun Branch

Kali ini saya datang untuk makan siang bersama adik kantor, tapi lain kali saya ingin bawa Langgu dan Raemi untuk makan keluarga. Kalau kalian sedang cari tempat makan enak di sekitar Noeun Station Yuseong, atau tempat yang bisa menikmati tonkatsu dan salmon rice bowl sekaligus, coba deh cek Gatjidong. Kalau lagi berkunjung ke Daejeon National Cemetery dan area Noeun-dong, atau sedang cari tempat makan sekitar Daejeon World Cup Stadium, ini juga bisa jadi opsi. Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa lagi! :)

Lokasi

Gatjidong Noeun Branch갓지동 노은점

53 Eungubinam-ro 7beon-gil, Yuseong-gu, Daejeon, South Korea, 1F 102대전광역시 유성구 은구비남로7번길 53 1층 102호

Buka di Google Maps

Tempat · Restoran