Restoran steak Jeonju untuk hanwoo empuk: Adam
Singkatnya
Adam (아담) adalah restoran Western yang nyaman di gang Gakridang-gil, Jeonju. Di bawah pencahayaan lembut, saya menyantap steak sirloin hanwoo yang empuk, lengkap dengan jamur dan mashed potato. Adam cocok untuk makan malam kencan dekat Gaeksa atau Desa Hanok.

Info terverifikasi
- Alamat
- 45-6 Jeonjugaeksa 2-gil, Wansan-gu, Jeonju, Jeonbuk Special Self-Governing Province, South Korea (전북 전주시 완산구 전주객사2길 45-6 1층)
- Petunjuk arah
- Seberang Pungnam Tourist Hotel
- Jam buka
- 17:00–23:00
- Pesanan terakhir
- 22:30
- Hari libur rutin
- Setiap Selasa
- Parkir
- Tidak ada parkir khusus; gunakan tempat parkir berbayar di sekitar
seperti ditulis pengunjung pada 10 September 2026
Hari ini saya mau cerita tentang ‘Adam’, restoran Western beratmosfer apik yang saya datangi saat mencari tempat makan di Gakridang-gil, Jeonju. Di sini tersedia beragam menu Western, terutama pasta dan steak.
Lokasi dan parkir Adam di Gakridang-gil, Jeonju
Adam berada di lantai 1, 45-6 Jeonjugaeksa 2-gil, Wansan-gu, Jeonju. Lokasinya di bagian dalam gang Gakridang-gil, di area seberang Pungnam Tourist Hotel, jadi tidak sulit ditemukan. Jaraknya dari arah Desa Hanok juga masih nyaman ditempuh berjalan kaki, sehingga rasanya pas dijadikan pilihan makan malam saat liburan di Jeonju.
Adam tidak memiliki parkir khusus, jadi bila datang dengan mobil, kalian perlu memakai parkir berbayar di sekitar. Dari beberapa ulasan kunjungan, ada yang memakai parkir umum berbayar di dekatnya atau Jangmi Paid Parking Lot; kalau perlu parkir, saya sarankan cek area parkirnya lebih dulu. Jam bukanya setiap hari pukul 17:00–23:00, pesanan terakhir pukul 22:30, dan setiap Selasa tutup rutin.
Dari eksteriornya, sesuai namanya Adam terasa lebih kecil dan hangat daripada besar serta mencolok. Berada alami di dalam gang, jadi saat menemukannya sambil lewat, rasanya malah bikin menoleh sekali lagi, hehe. Area pintunya juga punya nuansa yang manis, lumayan untuk berfoto 📷





Suasana makan malam yang tenang dan hangat
Saat masuk, tempatnya memang tidak terlalu besar, tetapi justru itu yang membuat ruangannya terasa lebih hangat. Pencahayaannya tidak terlalu terang dan lembut, jadi suasananya sangat enak saat berkunjung pada malam hari. Meja serta ornamen juga tertata rapi; alih-alih didekorasi berlebihan, tempat ini terasa ditata agar kita bisa makan dengan nyaman.


Jarak antar-kursi dan suasana restorannya juga cukup tenang, jadi saya merasa tempat ini cocok didatangi pasangan. Sepertinya akan pas bagi yang mencari tempat makan sambil berkencan di Gakridang-gil, atau untuk datang berdua dengan teman sambil menikmati makanan enak dan segelas wine. Suasananya bukan restoran yang terlalu formal, jadi enak juga karena terasa mudah untuk langsung masuk.
Steak sirloin hanwoo dan pilihan saus
Menunya mencakup beragam hidangan Western seperti steak, pasta, stew, dan sujebi, yaitu sup adonan tepung yang disobek. Yang paling menarik perhatian saya adalah steak sirloin hanwoo, daging sapi Korea. Daging yang dipanggang pas itu disajikan bersama jamur kancing, matsutake, dan mashed potato, sehingga susunan satu piringnya terlihat cukup lengkap. Ada pula saus yang cocok disantap bersama daging, seperti yuzu salt dan whole-grain mustard.


Tempat ini rasanya cocok didatangi pada hari ketika ingin menikmati suasana makan malam yang spesial. Gakridang-gil sendiri enak untuk dilanjutkan ke kafe atau tempat lain setelah makan, jadi praktis juga dimasukkan ke dalam rute kencan.

Daging empuk yang mudah dipotong dengan garpu
Dagingnya lebih empuk dari yang saya bayangkan, sampai mudah dipotong hanya dengan garpu. Saat dicicipi, teksturnya lembut tanpa rasa alot ketika dikunyah, jadi enak untuk menikmati rasa dagingnya sendiri. Saus yang disajikan adalah yuzu salt buatan sendiri, whole-grain mustard, dan garam; semuanya bisa dipadukan sesuai selera hari itu. Saya sendiri paling suka mencelupkannya ke garam sederhana karena rasa dagingnya terasa paling jelas.
Saya memesan steak sirloin hanwoo, dan tampilannya benar-benar menggugah selera saat datang 🥩 Permukaan dagingnya dipanggang kecokelatan, sementara bagian dalamnya terasa lembap, jadi sejak kesan pertama pun saya sudah cukup menantikannya. Jamur kancing dan matsutake yang disajikan bersama steak juga cocok, ditambah mashed potato di sampingnya, sehingga satu piringnya terasa lengkap.

Steaknya enak dimakan sendiri, tetapi dipadukan dengan jamur atau mashed potato membuat rasanya sedikit berubah-ubah, jadi ada serunya juga. Terutama saat menyantap sepotong daging bersama mashed potato yang lembut, kombinasinya cukup cocok, hehe. Porsinya tidak berlebihan, jadi sepertinya enak juga bila memesan pasta atau menu lain untuk dibagi; ini menu yang mungkin akan teringat saat ingin makan steak sambil menikmati suasana di Gakridang-gil.


Pasta yang enak dibagi bersama steak
Pilihan pastanya juga beragam, jadi mudah memilih sesuai selera. Ada menu yang sedikit berbeda seperti white ragù pasta dan perilla oil salted-octopus capellini, sehingga yang bosan dengan pasta krim atau tomat biasa pun sepertinya bisa memilih dengan seru. Kombinasi memesan satu steak dan satu pasta untuk dibagi juga tampak cocok.


Menurut saya, tempat ini akan cocok bagi yang mencari lokasi makan malam kencan di sekitar Desa Hanok atau Gaeksa. Kalau ingin menikmati makanan Western yang lezat dalam suasana yang tidak terlalu membebani, kalian boleh mampir sekali 😊
Lokasi
45-6 Jeonjugaeksa 2-gil, Wansan-gu, Jeonju, Jeonbuk Special Self-Governing Province, South Korea전북특별자치도 전주시 완산구 전주객사2길 45-6 1층


