Kuliner Jeju: saeng galbi babi hitam 600g tutup bibim guksu — Pork80
Singkatnya
Pork80 Jeju Airport Branch adalah restoran babi hitam bakar di pinggir jalan besar Noyeon-ro, Jeju-si. Pada malam terakhir liburan keluarga di Jeju, penulis memesan saeng galbi (iga babi hitam mentah) 600g yang dibakarkan langsung oleh staf di meja, disantap dengan meljeot (saus ikan teri fermentasi), garam, dan ssamjang, lalu ditutup dengan bibim guksu (mie pedas campur). Meski datang saat jam makan malam, Pork80 tidak perlu antre, dan dengan porsi serta rasa seperti itu harganya terasa wajar sehingga layak dikunjungi lagi di trip Jeju berikutnya.

Info terverifikasi
- Menu yang dipesan
- Saeng galbi (iga babi hitam mentah) 600g, bibim guksu
- Lauk pendamping
- Acar bawang bombay, acar cabai, kucai bumbu, saus mustard
- Saus cocolan
- Garam, ssamjang, meljeot (saus ikan teri fermentasi)
- Cara membakar
- Dibakarkan langsung oleh staf di meja
- Antrean
- Datang malam hari, langsung dapat meja tanpa antre
- Lokasi
- Lantai 1, 37-1 Noyeon-ro, Jeju-si, Jeju, tepat di jalan besar
seperti ditulis pengunjung pada 5 September 2026
Kenapa memilih Pork80 Jeju Airport Branch untuk babi hitam dekat Bandara Jeju?
Malam terakhir liburan Jeju, kami mencari restoran babi hitam di sekitar penginapan dan akhirnya menuju Pork80. Kalau sudah ke Jeju, makan babi hitam itu wajib banget, dan keluarga juga sudah kelihatan tidak sabar.
Lokasinya di jalan besar jadi gampang ditemukan. Sempat siap-siap harus menunggu karena datang di jam makan malam, tapi untungnya langsung diantar ke meja tanpa antre. Lagi liburan jadi waktu berasa berharga, jadi ini poin plus banget dari awal.

Suasana ruangan dan jarak antarmeja di Pork80
Begitu buka pintu, yang bikin kaget adalah restorannya jauh lebih luas dari perkiraan. Jarak antar mejanya juga lega, jadi bisa duduk santai tanpa terganggu meja sebelah, cocok banget buat ngobrol sekeluarga sambil makan. Begitu duduk, lauk-lauk mulai disiapkan satu per satu.



Saeng galbi 600g: pilihan dari menu Pork80
Ini menu Pork80. Namanya juga Jeju, ya identik dengan babi hitam. Sambil mikir mau pesan apa, mata langsung tertuju ke saeng galbi. Jadi tanpa pikir panjang langsung pesan saeng galbi 600g!



Sebelum makan daging, dengan khidmat kami baca dulu panduan cara menikmati Pork80 dengan benar.

Lauk pendamping apa saja yang keluar?
Acar bawang bombay, acar cabai, kucai bumbu, sampai saus mustard — lauknya cukup beragam. Warnanya juga cantik jadi enak difoto, dan sebelum daging datang pun selera makan sudah naik duluan.

Saeng galbi tebal yang dibakar staf langsung di meja
Tidak lama setelah pesan, dagingnya datang, dan begitu diletakkan di piring, ketebalannya sudah kelihatan banget sampai semua mata berbinar.


Staf yang membakar langsung di samping meja, jadi kami tinggal duduk santai sambil ngobrol. Lagi liburan tapi tidak perlu angkat tangan sama sekali ternyata jadi kelebihan tersendiri.


Suara mendesis di atas pemanggang sampai aromanya, cuma dengan menonton dari samping saja rasanya sudah senang. Bagian luar dibakar renyah keemasan, bagian dalam tetap juicy, sampai saat digunting pun terlihat jelas sari dagingnya mengalir.



Daging yang sudah matang dikumpulkan ke satu sisi biar tidak gosong, jadi enak banget disantap. Saya sengaja makan satu potong tanpa saus dulu supaya bisa merasakan rasa asli dagingnya. Sari daging dan kelembutannya penuh di mulut... aduh, tidak bisa dilupakan.

Garam, ssamjang, meljeot, atau ssam selada: mana paling enak?
Yang benar-benar menyenangkan adalah beragam saus yang disajikan sekaligus. Dicocol garam, dicocol ssamjang, dua-duanya bikin dagingnya terasa lembut dan enak.


Saat mengambil sepotong lalu dicelup sedikit ke meljeot khas Jeju, rasa asin gurihnya yang khas dan dalam benar-benar mengangkat rasa asli dagingnya.


Dimakan langsung saja sudah enak, tapi menurut saya paling memuaskan justru saat daging dan beberapa lauk digulung dengan daun selada jadi ssam. Setiap gigitan penuh sari daging yang menyebar rasanya benar-benar enak.

Bibim guksu sebagai penutup makan
Setelah cukup kenyang makan daging, kami pesan satu porsi bibim guksu sebagai penutup. Mie yang dicampur bumbu asam manis lalu ditambah satu potong daging sisa, membuat mulut yang tadinya berat langsung terasa segar kembali — pas banget jadi penutup.


Harga dan kesimpulan makan di Pork80 Jeju
Kalau dipikir-pikir dari porsi dan rasanya, harganya tidak terasa memberatkan. Suasananya juga lebih terasa lokal dibanding tempat turis, jadi cocok untuk mampir sebentar saat ingin makan santai seperti hari biasa di sela liburan.
Selama liburan Jeju sudah cari-cari beberapa restoran babi hitam, dan dari semuanya, tempat ini yang paling pas dengan suasana dan rasa yang dicari. Kayaknya bakal mampir lagi kalau ke Jeju berikutnya. ⭐⭐⭐⭐⭐
Lokasi
1F, 37-1 Noyeon-ro, Jeju-si, Jeju, South Korea제주특별자치도 제주시 노연로 37-1 1층










