BBQ Briket di Taepyeong-dong, Daejeon: sogalbisal & ramyeon — Untan
Singkatnya
Untan Taepyeong adalah rumah makan panggangan briket batu bara (yeontan) di Taepyeong-dong, Jung-gu, Daejeon, salah satu dari beberapa cabang Untan di Daejeon dan Sejong selain toko pusat di Banseok-dong. Di Untan Taepyeong, sogalbisal (iga sapi tanpa tulang) dipanggang langsung di atas bara briket yang tertanam di tengah meja, ditemani usamgyeop ramyeon (mi kuah dengan sanzag daging sapi bagian sandung lamur), muksabal (jelly biji ek dalam kuah dingin) gratis, serta telur ceplok yang dimasak sendiri di self-bar. Dengan suasana akrab ala pojangmacha (warung tenda), Untan Taepyeong layak diingat saat ingin makan daging panggang bara sungguhan.

Info terverifikasi
- Lokasi
- Lantai 1, 33 Yucheon-ro 132beon-gil, Jung-gu, Daejeon
- Jam operasional
- Setiap hari 16.30–23.00
- Fasilitas
- Parkir / reservasi / Wi-Fi / bisa untuk rombongan
- Parkir
- 1–2 mobil di samping resto; jika penuh, pakai gang di sekitarnya
- Menu yang dipesan
- Sogalbisal (iga sapi) yang kenyal, usamgyeop ramyeon
- Layanan mandiri
- Self-bar untuk tambah lauk, bikin telur ceplok sendiri
seperti ditulis pengunjung pada 5 September 2026


Untan Taepyeong ✔️ Lokasi: 33 Yucheon-ro 132beon-gil, Jung-gu, Daejeon ✔️ Jam operasional: Setiap hari 16.30–23.00 ✔️ Parkir / Reservasi / Wi-Fi / Bisa untuk rombongan
Untan Taepyeong itu tempat seperti apa?
Rasa dan suasana daging panggang memang bisa berubah tergantung jenis apinya. Di hari ketika saya tiba-tiba kepikiran daging panggang briket, saya mampir ke Untan Taepyeong yang ada di Taepyeong-dong, Jung-gu, Daejeon.
Untan adalah resto panggangan briket (yeontan gui) yang punya toko pusat di Bansuk-dong serta beberapa cabang lain di Daejeon dan Sejong. Di sini kamu bisa menikmati berbagai menu — dari daging sapi, tongalmaegisal (daging diafragma sapi utuh), ayam panggang, sampai iga babi — yang semuanya dipanggang di atas bara briket. 🤍
Parkir di Untan Taepyeong
Untan Taepyeong punya ruang parkir untuk 1–2 mobil di samping resto. Kalau penuh, bisa parkir di gang sekitar — kami sendiri menyesuaikan dengan kondisi saat itu.
Tampak luar dan suasana Untan Taepyeong

Begitu sampai, papan nama besar Untan langsung menarik perhatian. Suasananya terasa berbeda dari resto daging yang belakangan serba modern — lebih terasa hangat khas warung lama sejak dari luar.

Di depan pintu masuk ada beberapa papan berdiri berisi menu dan promo yang bisa dicek dulu sebelum masuk, jadi enak untuk lihat-lihat menu dulu.

Di pintu masuk juga ada tanda penghargaan Paldo Ribbon yang tertempel. Melihat tanda kecil seperti ini bikin makin penasaran tempat seperti apa ini sebenarnya.
Bagian dalam Untan Taepyeong

Masuk ke dalam, meja-meja tertata dalam suasana yang mengingatkan pada warung tenda (pojangmacha) yang hangat.

Di salah satu dinding ada lukisan bergaya oriental yang menambah nuansa khas Untan.
Yang paling menarik perhatian adalah bara briket di tengah meja. Begitu duduk dan melihat briket yang sudah membara merah, langsung tidak sabar ingin segera memanggang daging.

Di dalam resto juga ada tulisan yang menjelaskan keunggulan api briket — panasnya kuat dan bertahan lama. Cara memanggang daging langsung di atas bara briket seperti ini memang jadi ciri khas tren Untan.

Setiap meja juga dilengkapi kiosk pemesanan, jadi bisa lihat menu dan pesan dengan nyaman langsung dari tempat duduk.

Di dekat pintu masuk ada foto bersama Park Se-ri yang juga menarik perhatian.

Tidak lama setelah kami duduk, meja-meja lain mulai terisi satu per satu hingga akhirnya penuh dan ramai pengunjung.

Self-bar dan telur ceplok gratis
Di salah satu sudut ada self-bar tempat kita bisa mengambil sendiri lauk tambahan sepuasnya.

Tapi bukan cuma itu. Di Untan juga ada layanan bikin telur ceplok sendiri sepuasnya.
Menu dan cara pesan di Untan Taepyeong

Melihat daftar menunya, variasinya benar-benar banyak — dari daging sapi, panggang bumbu bawang putih Uiseong, sampai daging babi dan ayam panggang.
Kami memesan sogalbisal yang kenyal dan usamgyeop ramyeon.
Lauk pendamping (banchan) yang disajikan


Setelah pesan, lauk dasar disajikan dengan rapi — ada sayur untuk membungkus, bawang bombay, kimchi, kombinasi yang pas untuk menemani daging.
Bagaimana rasa sogalbisal panggang briket?

Dan akhirnya sogalbisal datang! Sebelum dicicipi pun, warna daging yang segar dan tampilannya yang menggugah selera sudah terasa menjanjikan.
Muksabal gratis dari Untan Taepyeong
Selain itu, muksabal juga diberikan gratis sebagai servis. Kuahnya segar berpadu dengan jelly kacang yang kenyal, benar-benar enak. Pas juga disendoki sesekali di sela-sela makan daging.

Begitu sogalbisal diletakkan di atas bara briket dan melihat seluruh sajian di meja, ini benar-benar kombinasi yang sempurna!
Sogalbisal matang perlahan sambil berdesis di atas bara briket yang panas. Setelah dicoba satu potong yang sudah matang sempurna, juicy-nya luar biasa. Tekstur kenyal, kaldu daging yang gurih, ditambah aroma khas panggangan briket bikin sumpit terus bergerak ke arah daging.


Dimakan begitu saja sudah enak, tapi kalau dicelup satu per satu ke berbagai saus yang disediakan, rasanya jadi lebih variatif lagi.


Membungkus daging dan pelengkapnya dengan sayur lalu memakannya sekali suap juga jadi bagian yang tidak boleh dilewatkan.
Di tengah-tengah makan, kami juga sempat bikin telur ceplok sendiri dari self-bar. Ada kesenangan kecil tersendiri bisa bikin telur ceplok sesuai selera sendiri di resto daging seperti ini.
Usamgyeop ramyeon, mi kuah daging sapi

Sambil terus makan daging, jadi ingin kuah hangat, jadi kami pesan usamgyeop ramyeon!

Ramyeon yang mendidih bergabung dengan usamgyeop yang gurih, kuahnya kental dan enak sejak suapan pertama. Menyantap mi dan usamgyeop bersamaan cocok sekali jadi menu pendamping di sela-sela makan daging. 👍
Kesimpulan: layak dicoba di Daejeon?
Sudah lama tidak duduk mengelilingi bara briket dan memanggang daging sendiri — bukan cuma rasanya, tapi momennya juga menyenangkan di Untan Taepyeong. Sogalbisal yang juicy dan kenyal terasa makin nikmat karena dipanggang di atas briket, ditambah muksabal segar, telur ceplok buatan sendiri, dan usamgyeop ramyeon yang hangat, jadi satu porsi makan yang benar-benar mengenyangkan.
Di tengah tren resto yang serba modern, kehangatan ala warung tenda lama di sini justru membuatnya makin berkesan. Kalau sedang mencari tempat makan enak di Taepyeong-dong, Daejeon, atau ingin menikmati BBQ briket yang benar-benar autentik bareng teman atau keluarga, Untan Taepyeong layak diingat. 🤍
Lokasi
33 Yucheon-ro 132beon-gil, Jung-gu, Daejeon, South Korea, 1st floor대전광역시 중구 유천로132번길 33 1층





