Izakaya Hapjeong, Seoul: sashimi udang segar & nasi kerang — Ppaeret
Singkatnya
Ppaeret adalah izakaya yang bisa dicapai dengan jalan kaki dari Stasiun Hapjeong di Mapo, Seoul, dan menyajikan sashimi musiman serta aneka menu makanan laut. Di Ppaeret, pesanan yang dicoba adalah banban saeu-hoe (sashimi udang separuh mentah, separuh berbumbu) seharga 60.000 won, bajirak-sulbap (nasi kerang pedas), dan bir Kirin, dengan rasa manis udang dan nasi pedas yang paling memuaskan. Kalau sedang mencari tempat makan sashimi sambil minum di Hapjeong, Ppaeret layak direkomendasikan.

Info terverifikasi
- Alamat
- 23 Dokmak-ro 5-gil, Lantai 1, Mapo-gu, Seoul
- Jam buka
- Senin–Sabtu 18.00–02.00 / Minggu 18.00–24.00 (tutup pada hari Minggu dua minggu sekali)
- Parkir
- Tidak tersedia
- Banban saeu-hoe (sashimi udang separuh-separuh)
- 60.000 won
- Tempat duduk
- Meja bar dan meja biasa
seperti ditulis pengunjung pada 13 September 2026
Aku baru saja mampir ke Ppaeret, izakaya di Hapjeong yang cocok banget buat menikmati sashimi sambil minum-minum. Karena udang mentahnya enak banget, langsung deh aku ceritakan di sini.

Jalan kaki dari Stasiun Hapjeong ke Ppaeret: seberapa dekat?


Udah lama nggak jalan-jalan ke Seoul, hehe. Ppaeret, yang bisa dicapai dengan jalan kaki dari Stasiun Hapjeong, adalah izakaya yang terkenal karena rasanya yang benar-benar enak! Aku kebetulan tahu tempat ini beberapa waktu lalu, jadi seneng banget akhirnya bisa mampir kali ini, hehe.
Tempat ini cukup populer sampai ada daftar tunggu sendiri lho! Untungnya waktu aku datang daftarnya lagi sedikit, jadi bisa langsung masuk, hehe.
Menu makanan laut musiman apa saja yang ada di Ppaeret?


Menu populernya cukup beragam. Ada sashimi mideodeok, sashimi ikan halibut, sashimi cumi bermotif, saus jeroan perut abalone goreng, jeon udang minari, hoe daging sapi Hanwoo dengan uni (bulu babi laut), tiram premium tiga tahun, sampai hoe atau kukus kepiting betina!
Ada juga menu yang cuma bisa dinikmati di musim tertentu, jadi rasanya spesial banget bisa mencicipi lauk pendamping minum seperti ini.
Suasana meja bar dan dapur terbuka Ppaeret


Ada meja bar dan meja standar di sini! Di sela-selanya ada juga figur One Piece, jadi seru buat dilihat-lihat, hehe. Karena dapurnya terbuka, aku bisa lihat langsung proses pengolahan makanan yang sangat bersih, jadi soal kebersihan aku merasa nyaman banget.


Selain itu, tempat ini juga sudah mendapat sertifikasi sebagai tempat usaha bersih yang sudah melalui proses disinfeksi, jadi soal higienitas benar-benar nggak perlu khawatir, kan? Hehe.
Memesan banban saeu-hoe 60.000 won dan bir Kirin


Ppaeret juga menuliskan asal-usul bahan makanannya dengan jelas di tempat yang mudah terlihat. Buat yang suka memperhatikan asal bahan, ini pasti nyaman banget.
Hari itu aku pesan banban saeu-hoe, nasi kerang bajirak-suljjim, bir, dan soju. Karena lagi makan sashimi udang segar, hehe, mau nggak mau harus pesan minuman juga, hehe hehe.

Sebagai dasar, disediakan tiga jenis saus dan lauk pendamping! Tinggal celupkan saeu-hoe (sashimi udang mentah) ke saus yang disuka. Urutannya kecap asin, cho-jang (saus cuka pedas), dan gireum-jang (saus minyak wijen).


Bir yang dipesan adalah bir Kirin, dan perbandingan busa dengan birnya luar biasa banget, kan? Hehe. Beneran lembut dan enak banget, huhu. Buat yang suka bir, aku rekomendasikan banget bir Kirin ini, hehe.
Bagaimana rasa saeu meori twigim dan bajirak-sulbap?

Saeu meori twigim (kepala udang goreng tepung) beneran renyah banget, dan meskipun digoreng, sama sekali nggak berminyak, malah gurih banget, enak banget!! Ini datang bareng pesanan saeu-hoe, jadi berasa kayak dikasih bonus, hehe, senang banget rasanya, hehe.


Nasi kerang bajirak-suljjim ini bikin badan langsung segar sambil dimakan!!! Rasanya benar-benar segar dan pedas-gurih, enak banget. Kerangnya juga cukup besar dan kenyal, top banget...
Aku udah sering makan nasi dengan doenjang (pasta kedelai fermentasi), tapi nasi kerang bajirak-suljjim ini baru pertama kali kucoba. Kenapa ya, tempat lain jarang punya menu ini. Mungkin karena Ppaeret memang istimewa, hehe. Beneran enak banget, dan rasanya langsung segar begitu selesai makan, itu bagian yang paling kusuka, hehe.
Rasa manis udang mentah dan pedasnya udang berbumbu

Banban saeu-hoe datang bersama kimchi putih (baek-kimchi) dan rumput laut kering (gim)! Harganya 60.000 won memang terasa mahal, tapi sebenarnya harga segitu memang wajar untuk saeu-hoe, hehe. Udangnya sendiri bukan bahan yang murah, jadi menurutku harganya masih pantas.


Setengahnya udang mentah, setengahnya lagi udang berbumbu, jadi ini pertama kalinya aku coba versi berbumbu—biasanya aku cuma makan yang mentah saja. Tapi ternyata tingkat pedasnya pas dan sausnya benar-benar cocok banget.

Tekstur udangnya kenyal dan padat, dan aku juga bisa menikmati rasa bumbunya dengan baik. Rasanya kayak versi baru dari saeu-jang-gejang (udang berendam kecap), hehe. Beneran enak banget, huhu.


Karena aku memang suka banget saeu-hoe, tadinya cuma berharap enak secara umum. Ternyata beneran enak banget, dan manis khas udang segarnya terasa penuh, umaminya juga mantap. Dimakan bagaimanapun rasanya tetap enak, huhu.
Kenapa Ppaeret cocok untuk sashimi dan minum di Hapjeong?

Sebenarnya tempat ini juga pernah muncul di YouTube, hehe. Jadi aku datang dengan ekspektasi yang lebih tinggi, dan ternyata beneran memuaskan banget! Sampai piringnya dibersihkan habis saking enaknya. Senang banget bisa nemu tempat makan enak di Hapjeong, hehe.
Kalau sedang mencari izakaya sashimi di Hapjeong, coba deh mampir ke Ppaeret. Rasanya beneran enak, dijamin nggak menyesal!
Kesimpulan: apakah Ppaeret layak dikunjungi?
Kalau cari izakaya enak di Hapjeong, Ppaeret pasti bisa direkomendasikan tanpa ragu! Aku puas banget dengan kunjungan ini. Kali ini aku makan saeu-hoe, tapi karena tempat ini terkenal dengan sashiminya, lain kali aku mau balik lagi buat coba menu sashiminya, hehe.
Rasanya beneran memuaskan banget, dan suasananya juga enak, jadi cocok banget buat kencan juga, hehe.
Lokasi
23 Dokmak-ro 5-gil, 1F, Mapo-gu, Seoul, South Korea서울특별시 마포구 독막로5길 23 1층






