Sansol Sinsa Main Branch: Set Sampler Daging Babi Aged 500g di Seocho
Singkatnya
Sansol Sinsa Main Branch adalah restoran daging babi aged di Naruteo-ro 12-gil, Seocho-gu, Seoul, yang kali ini dicoba dengan set sampler (sanmodeum) 2-3 orang seberat 500g seharga ₩56.000, maekjeok panggang dalam pot tanah (hangari maekjeok gui) 350g seharga ₩32.000, dan ramyeon kepiting salju (hongge ramyeon) seharga ₩8.000. Meja lebar berjarak renggang dan sistem duct yang menyedot asap membuat tempat ini nyaman untuk acara makan bersama rekan kerja atau kumpul-kumpul.

Info terverifikasi
- Set sampler (2-3 orang)
- 500g, ₩56.000 (perut babi aged, kolar bunga aged, daging kenyal aged, dengan sayuran)
- Maekjeok panggang pot tanah
- 350g, ₩32.000
- Ramyeon kepiting salju
- ₩8.000
- Cara panggang
- Staf memanggang langsung di meja, sedikit dipanggang awal sebelum disajikan
- Tempat duduk
- Meja besar dengan jarak lebar, cocok untuk makan bersama rombongan
- Ventilasi
- Sistem duct menyedot asap, jadi tidak ada bau daging yang menempel
seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026

Tiba-tiba kepikiran daging Sansol, jadi buru-buru ke sana. Terakhir kali makan di sini benar-benar enak, jadi kali ini penasaran apakah rasanya masih sama enaknya. Waktu itu pesan menu satuan, tapi kali ini coba pesan paket set.

Sansol punya dua cabang, dan yang di dekat Stasiun Sinsa ini tertulis sebagai Sansol Sinsa Main Branch.

Tempat duduk dan lauk pendamping yang pas untuk acara bersama
Papan namanya bernuansa tenang dan klasik. Di dalamnya penuh orang, dengan meja besar dan jarak antar meja yang lebar, jadi cocok untuk acara makan bersama rekan kerja atau kumpul-kumpul.

Lauk pendamping (banchan) yang disajikan cukup lengkap, ada telur ikan haring asin (cheongeo-aljeot), kimchi lobak berair (nabak kimchi), dan salad lobak yuja yang jarang ditemui di restoran daging biasa. Garamnya juga konon garam berkualitas baik. Semua lauk ini cocok disantap bersama daging.

Ada juga sayuran campur (yachae-muchim) yang dibalut saus penuh minyak wijen — aroma wijennya benar-benar kuat sehingga enak dimakan. Daripada dimakan bersamaan dengan daging, saya lebih sering makan bergantian: sekali daging, sekali sayuran campur.

Setelah pesan, pemanggang dibawa masuk dan diolesi minyak dengan teliti sampai panas merata. Asapnya tersedot ke dalam sistem duct yang terpasang, jadi bau daging pun tidak menempel.

Set sampler 2-3 orang 500g, ₩56.000
Saya pesan set sampler (sanmodeum) 2-3 orang, dan yang datang seberat 500g dengan harga ₩56.000. Bagiannya terdiri dari perut babi aged, kolar bunga aged, dan daging kenyal aged (kkodeulsal), lengkap dengan sayuran. Semuanya disajikan sudah sedikit dipanggang awal.

Dagingnya dipanggang langsung oleh staf, satu per satu di atas pemanggang agar tidak berasap. Waktu pesan satuan sebelumnya, daging datang bergiliran dan dipanggang satu per satu, tapi kali ini karena pesan set, semua bagian dipanggang sekaligus.

Daging yang sudah matang ditumpuk rapi seperti ini. Ketiga bagian dipanggang dengan enak lalu dipotong-potong dan ditumpuk agar mudah dimakan.

Perut babi aged, enaknya dengan banyak wasabi
Perut babi dipanggang duluan jadi saya makan itu dulu. Karena semua bagian di sanmodeum ini sama-sama berlemak, urutan makannya sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, tapi tetap saja terasa agak sayang kalau mulai dari perut babi — rasanya urutan yang lebih pas adalah kkodeulsal, kolar, baru perut babi. Ciri khas daging Sansol adalah bagian luar yang kenyal karena proses aging, tapi bagian dalamnya tetap lembap — sensasinya beda dari daging aged di tempat lain. Karena perut babi ini berlemak banyak, enak dimakan dengan wasabi yang dioleskan banyak-banyak.

Kolar bunga (kkotmoksal), dicelup ke saus daging
Entah bagaimana cara aging-nya, kolar ini pun punya tekstur kenyal yang enak.

Setiap orang mendapat satu mangkuk kecil saus daging (yukjang) manis dan penuh aroma daun bawang — kolar yang dicelup ke saus ini rasanya sangat pas.

Kkodeulsal, cocoknya dengan garam
Kkodeulsal terasa berlemak sekaligus kenyal-kenyal. Mungkin karena sudah makan perut babi dan kolar duluan, kuah dagingnya terasa agak hambar. Enak dicocol dengan garam yang bersih rasanya.

Maekjeok panggang pot tanah (hangari maekjeok gui) 350g, ₩32.000
Maekjeok panggang pot tanah 350g dengan harga ₩32.000. Dulu menunya bernama iga maekjeok aged doenjang, sekarang berganti nama jadi maekjeok panggang pot tanah dan beratnya naik jadi 350g, sementara harganya juga naik sedikit.
Daging babi yang disimpan dalam pot tanah diletakkan ke atas pemanggang, dengan potongan agak tipis dan dipanggang bergaya bakar langsung (jikhwa).
Di tengah proses ada sedikit api yang muncul sehingga daging tercampur aroma bakar. Rasanya seperti makan panggangan briket batu bara — meski tipis, tetap butuh waktu untuk matang sempurna.
Berkat lemak babi, bagian luar maekjeok jadi mengkilap saat dipanggang. Bentuknya mengingatkan pada iga babi tanpa tulang.
Dagingnya empuk dan bumbunya terasa seperti bumbu iga manis-asin dengan rasa manis yang tidak terlalu kuat, plus aroma doenjang yang gurih samar-samar.

Enak dimakan begitu saja, tapi lebih pas lagi kalau ditambah banyak daun bawang dari saus daging (yukjang).

Penutup: ramyeon kepiting salju ₩8.000
Ramyeon kepiting salju (hongge ramyeon) yang juga saya pesan waktu itu. Harganya ₩8.000. Rasanya tidak istimewa, tapi entah kenapa jadi kepikiran lagi dan pesan ini sekali lagi.

Rasanya memang tidak istimewa, tapi mirip mie instan Neoguri yang direbus dengan sangat pas. Ada aroma seafood dan tingkat kematangannya pas. Kepiting salju memberikan rasa seafood, dan karena aromanya tidak terlalu kuat, justru bikin ramyeon-nya jadi lebih enak.
Lokasi
18 Naruteo-ro 12-gil, 1st floor, Seocho-gu, Seoul, South Korea서울특별시 서초구 나루터로12길 18 1층








