Warung Dakbal di Hongdae: Cheongnyeon Dakbal 1987 Cabang Hongdae
Singkatnya
Cheongnyeon Dakbal 1987 Hongdae Branch adalah warung dakbal (kaki ayam pedas) di Donggyo-ro, dekat Yeonnam-dong dan Stasiun Hongik University, Seoul. Penulis memesan mubbyeo guk-mul dakbal (kaki ayam tanpa tulang berkuah) porsi 2 orang seharga 24.000 won, nasi kepal tuna mayo, dan hanwoo yukhoe (daging sapi mentah ala Korea) grade 1++ seharga 19.000 won — dakbal-nya kenyal seperti dipanggang langsung, kuahnya pedas cabai tanpa rasa manis. Cocok untuk yang suka pedas, dan yukhoe plus somyeon jadi penyeimbang yang pas di antara suapan pedas.

Info terverifikasi
- Alamat
- 218-1 Donggyo-ro, 1F, Mapo-gu, Seoul, South Korea
- Jam buka
- Senin–Kamis 16:00–00:30 / Jumat–Sabtu 15:00–01:30 / Minggu 15:00–00:30
- Harga dakbal
- ₩12.000 per porsi; pemesanan pertama minimal 2 porsi (₩24.000 untuk 2 orang)
- Jenis dakbal
- Gaya kuah atau panggang langsung, bisa pilih tulang utuh, potongan tulip, atau tanpa tulang
- Menu yang dipesan
- Mubbyeo guk-mul dakbal untuk 2 orang ₩24.000, nasi kepal tuna mayo ₩5.500, hanwoo yukhoe grade 1++ ₩19.000, soju Chum Churum ₩5.500, bir Terra ₩6.000
- Lauk dasar
- Sup tauge, lobak acar
- Topping tambahan
- Bihun kaca ala Cina, mie buchu, sosis, tteok, usus besar sapi (daechang), samgyeopsal
- Tempat duduk
- Kursi luar ruangan bergaya pojangmacha plus meja dalam ruangan, cocok untuk 2–4 orang
- Bir
- Hanya ada satu pilihan: Terra
seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026
Hari ini aku pergi ke Yeonnam-dong.

Cheongnyeon Dakbal 1987 Hongdae Branch 📍218-1 Donggyo-ro, 1F, Mapo-gu, Seoul ⏰ Jam buka | Senin–Kamis 16:00–00:30 Jumat–Sabtu 15:00–01:30 Minggu 15:00–00:30

Kursi luar ala pojangmacha dan meja dalam ruangan
Ada juga kursi luar ruangan yang berasa seperti pojangmacha (warung tenda khas Korea)


Di dalam ada meja-meja begini, sepertinya cocok untuk 2–4 orang.
Begitu duduk, langsung dikasih lauk dasar berupa sup tauge dan lobak acar.

Menu dakbal, harga, dan tambahan topping
Aku lihat dulu menu dakbal-nya, ternyata satu porsi cuma 12.000 won. Tapi pemesanan pertama harus minimal 2 porsi, jadi 24.000 won untuk 2 porsi. Ada dua gaya dakbal: guk-mul (berkuah) dan jikhwa (panggang langsung), dan bisa pilih tulang utuh, tulip, atau tanpa tulang.

Kalau mau coba banyak lauk sekaligus, aku rekomendasikan menu paket dakbal! Isinya dakbal 2 porsi, kulit ayam goreng, mukmuchim (jeli kacang), nasi kepal tuna mayo, dan kalguksu (mi kuah).
Dakbal-nya juga bisa ditambah topping. Ada bihun kaca ala Cina, mie buchu, sosis, tteok, dan yang unik, bisa juga tambah daechang (usus besar sapi) dan samgyeopsal (perut babi)! Kalau suka dakbal dan daechang, aku sarankan coba tambah daechang di dakbal-nya di Cheongnyeon Dakbal 1987! Aku sendiri nggak nambah daechang, tapi karena dakbal di sini pedasnya nampol banget, kayaknya bakal cocok banget sama daechang.


Selain dakbal, ada juga banyak menu lain.

Minuman — dari soju nanas sampai makgeolli krim
Untuk minuman ada soju, bir, makgeolli, plus racikan buatan sendiri: makgeolli krim kelapa, makgeolli krim stroberi, makgeolli krim pisang, dan soju nanas. Soju nanas ini kelihatannya laris, dan disajikan langsung di dalam buah nanas asli!

Menu yang dipesan
Kami pesan: Mubbyeo guk-mul dakbal untuk 2 orang 24.000 won Nasi kepal tuna mayo 5.500 won Soju Chum Churum 5.500 won Bir Terra 6.000 won Untuk bir cuma ada satu pilihan yaitu Terra, jadi perlu diketahui dulu.

Nasi kepalnya datang duluan, isinya tuna, mayones, lobak acar, dan rumput laut. Pas banget dimakan bareng dakbal pedas, jadi wajib dipesan!
Sebelum dakbal datang, kami cheers dulu satu gelas.
Tisu dan sarung tangan plastik ada di dinding, bisa dipakai dari sana.

Sebelum dakbal datang, staf ambil satu sarung tangan lalu dengan telaten bikinin nasi kepalnya.

Cara makan mubbyeo guk-mul dakbal untuk 2 orang
Mubbyeo guk-mul dakbal untuk 2 orang. Dakbal-nya diberi saus kental di atasnya, dan ditaburi beberapa potong kulit ayam goreng. Aku sebenarnya penasaran sama kulit ayam gorengnya, jadi senang karena ikut disajikan sedikit.


Awalnya sausnya terlihat kental dan pekat, tapi begitu direbus jadi lebih encer.

Dakbal-nya sedikit gosong seperti dipanggang langsung. Sepertinya dimasak dulu satu kali, baru dituangi saus di atasnya.

Aku sarankan masukkan tauge dari sup ke dalam rebusan dakbal-nya. Sesuaikan level pedas dengan menambah sedikit kuah.

Begitu sausnya mendidih jadi encer dan panas, langsung bisa dimakan.

Seberapa pedas?
Aku coba dakbal-nya duluan, dan ternyata bukan tipe dakbal berkuah yang lembek, melainkan kenyal padat seperti dakbal panggang langsung, jadi teksturnya lebih enak dikunyah. Kuahnya bukan manis seperti kuah tteokbokki, tapi pedas cabai murni tanpa rasa manis! Katanya mereka nggak pakai kapsaisin, tapi mengandalkan bubuk cabai dan cabai cheongyang untuk rasa pedasnya.
Buat yang nggak tahan pedas, sepertinya nggak akan cocok, tapi buat pecinta pedas pasti suka banget rasanya. Kalau pesan level paling pedas, kayaknya bakal super pedas.

Cocok banget dimakan bareng nasi kepal, jadi aku taruh dakbalnya di atas nasi kepal juga.
Kulit ayam gorengnya agak keras, jadi aku sarankan setelah kuah dakbal mendidih, celupkan kulit ayamnya ke saus. Jangan direndam terlalu lama sampai mendidih karena nanti jadi lembek, keluarkan begitu sudah cukup panas lalu celup ke saus.

Hanwoo Yukhoe 19.000 won — jeda di tengah rasa pedas
Hanwoo yukhoe (daging sapi mentah ala Korea) grade 1++ seharga 19.000 won. Karena ada menu yukhoe, aku tambah pesan satu. Yukhoe-nya disajikan bersama somyeon (mi tipis).


Bumbu yukhoe-nya nggak terlalu kuat, dan setelah makan dakbal pedas, makan yukhoe yang sedikit manis ini jadi terasa lebih enak. Teksturnya kenyal, jadi sensasi mengunyahnya juga enak.

Somyeon-nya bisa dicampur dengan yukhoe atau dimakan begitu saja, rasanya sedikit manis. Kayaknya somyeon-nya juga enak dicelup sedikit ke kuah dakbal. Di tengah-tengah makan dakbal pedas, pesan menu seperti ini rasanya pas banget.
Lokasi
218-1 Donggyo-ro, 1F, Mapo-gu, Seoul, South Korea서울특별시 마포구 동교로 218-1 1층










