Bar sushi Gangnam untuk nigiri Post-it dan sake: Sakai
Singkatnya
Sakai adalah bar sushi di Gangnam, Seoul, tempat memilih nigiri satuan untuk dinikmati bersama sake. Saya menulis pesanan langsung di Post-it dan puas dengan zuwaigani, chutoro, sampai amaebi. Pilihan mantap untuk minum santai setelah kerja atau kencan ronde kedua.

Info terverifikasi
- Alamat
- 15 Yeoksam-ro 67-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea (서울 강남구 역삼로67길 15 1층 101호)
- Dari Stasiun Seolleung
- Sekitar 6 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar 2
- Jam buka
- Setiap hari 17:00–01:00
- Pesanan terakhir
- 00:00
- Tutup rutin
- Selasa pertama setiap bulan
- Harga nigiri
- Mulai ₩2,900 untuk telur atau katsuo; sebagian besar sekitar ₩3,700 per potong
- Menu yang dipesan
- Hirame, madai, sake, dan kohada masing-masing ₩3,700; engawa dan amaebi masing-masing ₩4,500; hotate ₩5,300; chutoro ₩6,100; zuwaigani ₩9,000 (semuanya per potong)
- Menu pendamping
- Aji furai 4 potong ₩15,000, Ippaku Suisei 180 ml ₩18,000, bir Suntory ₩10,000
- Reservasi
- Tersedia melalui Naver Reservation
seperti ditulis pengunjung pada 10 September 2026

Ada, kan, hari ketika habis kerja rasanya cuma ingin minum satu gelas. Sepiring sashimi terasa terlalu berat, tapi minum bir saja juga agak sayang. Aku menemukan tempat yang langsung teringat untuk hari seperti itu. Ini Sakai, sakaba sushi dekat Stasiun Seolleung 🩵

Sakaba sushi adalah kedai minum sushi ala Jepang, tempat menikmati sushi dengan segelas alkohol. Di sini kita bisa memilih sushi yang ingin dimakan per potong dan memesan sebanyak yang diinginkan.

Sakaba sushi Seolleung yang bisa dipilih satu per satu
Langsung ke kesimpulannya,
- Serunya memilih dan makan sushi per potong ⭐️
- Zuwaigani dan chutoro wajib banget ⭐️
- Sebotol sake sebagai pendamping, kursus izakaya Seolleung yang sempurna ⭐️

Lokasi dan jam buka
15 Yeoksam-ro 67-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea. Dari Pintu Keluar 2 Stasiun Seolleung sekitar 6 menit jalan kaki. Letaknya di dalam gang, jadi enak untuk minum santai dengan tenang.
Jam bukanya setiap hari 17:00–01:00, dengan pesanan terakhir pukul 00:00. Tutup rutin setiap Selasa pertama tiap bulan dan bisa reservasi lewat Naver.

Begitu masuk, yang pertama menarik perhatian adalah kursi dachi (bar konter) di depan etalase penuh ikan.

Ada jendela kisi-kisi hanji, botol-botol sake berderet, sampai pencahayaan bernuansa kayu yang hangat. Rasanya benar-benar seperti masuk ke kedai sushi di gang Jepang.
Selain kursi dachi, ada juga meja. Aku duduk di meja, dan tempatnya pas banget untuk dua orang mengobrol akrab.
Cara memesan sushi dengan Post-it
Cara pesan di sini lucu banget. Ada Post-it dan pulpen di samping menu, jadi kita menulis sendiri sushi yang ingin dimakan lalu memesan.

Bukan cuma makan sushi yang sudah ditentukan, melainkan memilih sendiri yang sedang ingin dimakan hari itu 💜

Hirame, madai, uni, sake… sambil menuliskannya satu-satu, tahu-tahu satu lembar Post-it sudah penuh wkwk.

Ada juga menu terbatas hari itu yang ditempel terpisah, jadi tipsnya adalah cek itu dulu 👉
Harga nigiri dan menu pendamping

Harga nigiri dihitung per potong. Telur atau katsuo mulai dari ₩2,900, dan sebagian besar di kisaran ₩3,700, jadi enak dipilih tanpa terasa berat.
Yang aku pesan: hirame (flounder) ₩3,700, madai (ikan kakap) ₩3,700, sake (salmon) ₩3,700, kohada (ikan gizzard shad) ₩3,700, engawa (sirip flounder) ₩4,500, amaebi (udang manis) ₩4,500, hotate (scallop) ₩5,300, chutoro (perut tuna bagian tengah) ₩6,100, dan zuwaigani (kepiting salju) ₩9,000. Semuanya per potong!
Menu pendampingnya aji furai 4 potong ₩15,000, Ippaku Suisei 180 ml ₩18,000, dan bir Suntory ₩10,000.
Cicipan dengan zuwaigani dan chutoro yang paling berkesan

Harus minum sake, dong! Rasanya lelah hari itu langsung hilang hehe. Lalu akhirnya piring pertama yang ditunggu keluar: hirame, madai, engawa, kohada, hotate, dan sake tersaji cantik dalam satu piring. Warnanya begitu cantik sampai aku lama memotretnya.

Hirame dan madai ringan tetapi kenyal, sementara engawa makin dikunyah makin keluar rasa minyak gurihnya. Kohada berkulit perak yang berkilau dan diasinkan sedikit asam, jadi mulut terasa segar! Dan bintang hari itu adalah zuwaigani dan chutoro.

Daging zuwaigani tersusun lembap mengikuti seratnya, dan begitu digigit rasa manisnya langsung meledak. Enak banget, lain kali pun pasti akan kupesan!! Chutoro punya lemak perut yang pas dan lumer di mulut. Meneguk sake bersamanya, benar-benar benar-benar bahagia ⭐️

Lalu amaebi andalan tempat ini! Amaebi kenyal dan manis, jadi aku paham kenapa disebut signature. Sangat direkomendasikan!!!

Aji furai ini juga enak banget. Pas sekali dimakan setelah sushi!!! Tidak ada satu piring pun yang tidak enak ㅠㅠ Terbaik.

Hal yang perlu diketahui sebelum berkunjung

- Cek menu terbatas hari itu dulu: Ada menu terbatas tersendiri dari bahan yang masuk hari itu.
- Zuwaigani dan chutoro wajib: Aku sarankan pesan cukup banyak dari awal.
- Kedai khusus malam: Buka pukul 17:00 sampai 01:00, jadi enak juga untuk ronde kedua.
- Periksa hari tutup: Tutup setiap Selasa pertama tiap bulan, serta 21–27 September.
- Reservasi Naver tersedia: Kalau ingin kursi dachi, sebaiknya reservasi dulu.
Kesimpulan

Sushi Seolleung ini punya semuanya dengan pas: serunya memilih per potong, sushi segar, sampai segelas sake. Waktu menulis pesanan satu per satu di Post-it itu sendiri jadi sebuah kenangan 💛
Kurekomendasikan untuk yang ingin minum ringan setelah kerja, ingin memilih hanya sushi yang ingin dimakan, atau mencari tempat kencan yang atmosfernya bagus maupun tempat ronde kedua yang tenang di Seolleung. Kombinasi utamanya: zuwaigani, chutoro, dan sebotol Ippaku Suisei. Kalau mencari izakaya Seolleung, Sakai benar-benar benar-benar direkomendasikan ⭐️
Lokasi
15 Yeoksam-ro 67-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea (서울 강남구 역삼로67길 15 1층 101호)서울특별시 강남구 역삼로67길 15 1층 101호









