Kuliner Gangneung dekat Ojukheon: sundubu kongbiji gamjatang

Singkatnya

Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang adalah restoran Korea khas sundubu dan gamjatang (sup tulang punggung babi) di Jukheon-gil, Gangneung, dekat Ojukheon. Alih-alih sundubu jjigae biasa, saya memesan sundubu (kongbiji) gamjatang seharga 35.000 won plus udang goreng sebagai side dish; kongbiji (bubur kedelai giling) larut ke kuah dan membuatnya makin gurih, berpasangan dengan udang goreng yang renyah. Kalau ingin menikmati sundubu dengan cara berbeda di Gangneung, sundubu gamjatang Matdeurin jawabannya.

Tampak luar Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang

Info terverifikasi

Jam buka
08:00–22:00 (pesanan terakhir 21:20)
Sundubu (kongbiji) gamjatang
35.000 won
Side dish
Udang goreng
Parkir
Lahan parkir luas tepat di depan restoran
Info tambahan
Buka untuk sarapan, cocok untuk rombongan, self-service bar, layanan antar, bisa reservasi

seperti ditulis pengunjung pada 6 September 2026

Kalau lagi jalan-jalan ke Gangneung, rasanya wajib banget nyicip sundubu (tahu sutra lembut) sekali. Tapi daripada makan sundubu jjigae biasa lagi, saya cari menu yang agak beda, dan ketemulah Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang.

Di mana lokasi Matdeurin, jam buka, dan parkirnya?

Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang adalah restoran Korea yang terletak di Jukheon-gil, Gangneung, persis dekat Ojukheon. Jam bukanya 08:00–22:00, order terakhir jam 21:20, dan sarapan juga tersedia di sini.

  • Bisa sarapan / cocok untuk rombongan
  • Self-service bar / layanan antar / bisa reservasi
  • Ada lahan parkir luas tepat di depan restoran!
Tampak luar Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang
Lahan parkir luas di depan restoran

Kebetulan saya sedang keliling area Ojukheon dan lagi cari tempat makan, jadi jaraknya yang dekat bikin rute jalan-jalan jadi enak. Setelah jalan-jalan biasanya jadi capek banget dan males pindah jauh-jauh, jadi buat yang cari tempat makan enak dekat Ojukheon Gangneung, tempat ini cocok banget digabung dalam satu kunjungan.

Tampilan pintu masuk Matdeurin
Pemandangan sekitar restoran dekat Ojukheon

Suasana dan pilihan tempat duduk di dalam Matdeurin

Begitu masuk ke dalam Matdeurin, ruangannya ternyata lebih luas dan rapi dari yang saya bayangkan. Saya kira karena dekat tempat wisata bakal ramai dan berisik, tapi jarak antar meja cukup lega jadi bisa makan tanpa merasa sesak. Interiornya nggak terlalu mewah, lebih ke suasana restoran yang nyaman untuk duduk santai dan makan hidangan hangat.

Interior Matdeurin yang luas dan rapi
Kursi ruang makan dengan jarak antar meja yang lega

Ada banyak meja tersedia jadi cocok untuk makan bareng keluarga atau rombongan banyak orang. Karena lokasinya memang strategis untuk turis yang berkunjung ke Ojukheon, terasa banget suasananya sebagai tempat makan santai di tengah perjalanan.

Pesan sundubu (kongbiji) gamjatang 35.000 won

Yang paling menarik perhatian saya di Matdeurin adalah menu yang menggabungkan sundubu dan kongbiji (ampas kedelai) ke dalam gamjatang! Saya suka sundubu, saya juga suka gamjatang, tapi belum pernah coba keduanya sekaligus jadi susah membayangkan rasanya. Justru karena itu saya jadi penasaran ingin coba ini dibanding gamjatang biasa.

Ditambah lagi saya belum pernah coba kongbiji jadi makin penasaran... akhirnya pilih sundubu (kongbiji) gamjatang seharga 35.000 won!!

Panci sundubu kongbiji gamjatang
Sundubu dan kongbiji di atas gamjatang
Semangkuk gamjatang penuh tulang punggung

Lauk pendamping standar juga disiapkan~ dan ada capitan biar bisa makan gamjatang dengan mudah ++ saus cocolan daging juga wajib ada!

Set lauk pendamping standar
Capitan dan saus cocolan daging

Bagaimana rasa kuahnya setelah kongbiji larut?

Begitu makanan datang, hal pertama yang saya pikirkan adalah ini beda banget dari gamjatang yang biasa saya makan. Kalau bicara gamjatang, biasanya kebayang kuah merah dengan tulang punggung babi besar dan tumpukan daun perilla atau sayuran lainnya.

Ditambah sundubu dan kongbiji, tampilannya jadi jauh lebih penuh dari segi visual. Awalnya kongbiji-nya terlihat terpisah, tapi begitu panci mendidih, sedikit demi sedikit larut ke dalam kuah. Kalau diaduk dengan sendok sayur sampai ke dasar, sundubu-nya juga ikut terangkat dalam jumlah banyak.

Kongbiji yang larut saat kuah mendidih
Sundubu besar yang terangkat dengan sendok sayur

Daging tulang punggung dan kuah gamjatang

Karena ini gamjatang, dagingnya juga nggak boleh dilewatkan. Setelah kuah mendidih cukup lama, saya ambil satu tulang punggung ke piring kecil, ukurannya lumayan besar dan mengenyangkan. Saya kupas dagingnya sedikit demi sedikit dengan sumpit, teksturnya nggak kering tapi lembap karena menyerap kuah, dan ada keseruan tersendiri mencari daging lembut yang menempel di sela tulang. Setelah makan sesuap daging langsung disusul sesendok kuah hangat, ternyata memang cocok banget.

Tulang punggung gamjatang di piring kecil

Satu sendok berisi daging, sundubu, dan kongbiji

Tapi di sini, lebih enak makan sundubu dan kongbiji bareng-bareng daripada hanya minum kuahnya saja. Taruh sepotong daging di sendok, tambahkan sedikit sundubu yang lembut, lalu makan bareng kuah yang sudah tercampur kongbiji — rasa gurih dari kacang kedelai muncul setelah rasa kuat daging babi.

Sundubu-nya sangat lembut jadi cepat hancur di mulut, sementara kongbiji punya tekstur yang sedikit terasa kunyahannya, jadi meski sama-sama olahan kedelai, teksturnya beda-beda tipis. Kombinasi ini yang bikin saya terus-terusan menyendok kuahnya lagi.

Sendok berisi daging dan sundubu bersamaan
Kuah gamjatang pekat bercampur kongbiji

Udang goreng, side dish yang layak dipesan

Saya juga memesan udang goreng sebagai side dish, dan bagian luarnya renyah banget!! Renyah di luar tapi daging udangnya penuh dan lembap di dalam, sampai saya kagum — ini bener restoran gamjatang kan?... Ukurannya besar dan bumbunya pas, sepertinya anak-anak juga bakal suka. Restoran enak dekat Ojukheon Gangneung ini rasanya nggak ada menu yang gagal...

Udang goreng renyah sebagai side dish

Layak balik lagi untuk sundubu gamjatang Matdeurin?

Awalnya saya pesan menu ini karena penasaran, 'gimana rasanya kalau gamjatang dikasih sundubu dan kongbiji?' Tapi setelah dicoba, ternyata kombinasinya lebih cocok dari yang saya kira dan jadi berkesan. Saya suka proses kuah yang makin kental dan gurih seiring kongbiji larut saat direbus, dan makan daging lembut bareng sundubu dalam satu sendok juga memberi rasa yang sulit didapat dari gamjatang biasa.

Kalau di Gangneung ingin makan sundubu tapi cari menu selain sundubu jjigae biasa, boleh banget dicoba. Setelah keliling Ojukheon dan ingin makan hangat yang mengenyangkan, Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang jadi restoran enak dekat Ojukheon Gangneung yang bikin saya menikmati sundubu dan gamjatang dengan cara yang berbeda.

Lokasi

Matdeurin Sundubu Haejangguk & Gamjatang강릉맛드린 순두부해장국&감자탕

6 Jukheon-gil 85beon-gil, Gangneung-si, Gangwon-do, South Korea (1st floor, Matdeurin)강원특별자치도 강릉시 죽헌길85번길 6 1층 맛드린

Buka di Google Maps

Tempat · Restoran