Restoran Jepang Mapo Buka Sejak Akhir Pekan: Padong, Tuna Rice Bowl
Singkatnya
Padong adalah restoran Jepang di basement lantai 1, World Cup-ro 17-gil, Mapo, Seoul, di antara Stasiun Hapjeong dan Mangwon. Kunjungan dilakukan tepat saat jam buka makan siang akhir pekan sehingga tidak perlu antre, namun steak dan salmon sudah habis sehingga pesanan beralih ke futomaki, mazesoba, dan tuna rice bowl ditemani bir botol Asahi seharga 6.000 won. Susunan menu seperti ini cocok untuk hari ketika ingin berbagi beberapa menu, bukan cuma makan satu rice bowl saja.

Info terverifikasi
- Lokasi
- 47 World Cup-ro 17-gil, Mapo-gu, Seoul, basement level (antara Stasiun Hapjeong dan Mangwon)
- Menu yang dipesan
- Futomaki, mazesoba, tuna rice bowl, bir botol Asahi
- Bir botol Asahi
- ₩6.000
- Habis hari itu
- Steak, menu salmon
- Waktu kunjungan
- Jam buka makan siang akhir pekan
seperti ditulis pengunjung pada 8 September 2026
Kalau akhir pekan siang, area Hapjeong dan Mangwon selalu ramai ke mana pun kita pergi, jadi kali ini saya sengaja bergerak pas jam buka. Saya jadi teringat Padong, restoran Jepang enak di Mangwon yang pernah saya kunjungi sebelumnya, jadi saya datang lagi—dan ternyata meski sudah open-run, orang-orang sudah mulai masuk juga. Untungnya kami masih sempat dapat tempat duduk tepat waktu, jadi kali ini bisa masuk tanpa antre.



Saya ingin mencoba menu yang berbeda dari kunjungan sebelumnya, tapi ternyata hari itu steak dan semua menu salmon habis. Setelah menimbang-nimbang, saya memesan futomaki, mazesoba, dan tuna rice bowl, ditambah satu botol bir Asahi yang harganya cukup bersahabat. Membagi tiga menu ini terasa berbeda dibanding hanya makan satu rice bowl, dan kunjungan kali ini pun cukup menyenangkan.
Open-run makan siang akhir pekan, apakah ada antrean?
Kalau ingin mengunjungi Padong di Hapjeong saat makan siang akhir pekan, sepertinya lebih baik datang agak lebih awal. Kami sendiri datang tepat saat jam buka, dan situasinya bukan seperti bisa santai memilih meja mana saja—kalau terlambat sedikit saja, sepertinya kami akan menunggu di luar. Untungnya berkat open-run ini, kami bisa langsung mulai makan tanpa antrean tambahan.

Padong berlokasi di basement lantai 1, 47 World Cup-ro 17-gil, Mapo-gu, Seoul, dan bisa dicapai dari antara Stasiun Hapjeong dan Mangwon. Lokasinya juga pas untuk jalan-jalan di sekitar Hapjeong atau Mangwon sebelum atau sesudah makan, dan cocok dimasukkan sebagai pilihan tempat makan untuk kencan akhir pekan. Kalau tidak suka jam-jam ramai, datang tepat saat jam buka makan siang seperti yang saya lakukan mungkin akan membuat hati lebih tenang.
Suasana dalam basement lantai 1 yang setengah bawah tanah
Padong berada di basement lantai 1, tapi begitu masuk, langit-langitnya terasa tinggi karena strukturnya semi-basement, jadi tidak sesempit yang saya bayangkan. Ada meja dan kursi kayu, dan pencahayaannya tidak terlalu terang, sehingga ruangannya terasa tenang meski masih siang hari. Saya juga suka karena suasana ruangan tidak terasa terpisah dari menu Jepang yang disajikan.

Sepertinya tempat ini juga cocok untuk minum-minum di malam hari, tapi saat saya datang untuk makan siang akhir pekan pun ternyata pas untuk sekadar makan. Suasananya sedikit berbeda dari jalan utama Hapjeong yang ramai, jadi tempat ini bisa jadi pilihan saat ingin menghindari restoran yang terlalu ramai di tengah kencan di Hapjeong. Dibanding kunjungan sebelumnya, suasana ruangan ini tetap terasa menyenangkan.
Steak dan salmon habis, jadi memilih tiga menu ini
Kali ini saya berniat memesan menu yang berbeda dari kunjungan sebelumnya, tapi sudah ada kendala dari awal. Steak dan salmon yang ingin saya coba ternyata semuanya habis, jadi saya harus membaca ulang menu cukup lama. Akhirnya saya memilih futomaki, mazesoba, dan tuna rice bowl, dan kami berdua membaginya bersama.

Justru dengan memesan seperti ini, susunannya jauh lebih menyenangkan dibanding hanya makan satu menu. Futomaki dan mazesoba punya karakter yang berbeda, ditambah tuna rice bowl, jadi enak untuk dimakan bergantian, dan menunya hampir tidak tumpang tindih dengan kunjungan sebelumnya. Sayang memang menu yang diinginkan habis, tapi hasilnya justru bisa mencoba menu lain di Padong.
Kalau makan futomaki dan mazesoba bersamaan

Yang pertama menarik perhatian saya adalah futomaki (gulungan sushi besar). Berbeda dengan makan satu rice bowl dari awal sampai akhir, futomaki enak diambil sedikit-sedikit di antara menu lain, jadi cocok banget saat memesan tiga menu sekaligus. Ukurannya sendiri besar, jadi kehadirannya di meja cukup terasa.

Mazesoba (mi kering yang diaduk dengan saus, tanpa kuah) bisa dinikmati dengan cara yang sama sekali berbeda dari rice bowl atau futomaki, jadi saya senang memesannya juga. Ada keseruan tersendiri saat mengaduk mazesoba, jadi cocok untuk hari ketika ingin berbagi beberapa menu, bukan fokus pada satu menu saja. Dari futomaki lalu ke mazesoba lalu ke tuna rice bowl, meski ada tiga menu, rasanya tidak terlalu tumpang tindih satu sama lain.
Tuna rice bowl, dipesan lagi kali ini

Karena masih ingat enaknya dari kunjungan sebelumnya, saya memesan tuna rice bowl lagi kali ini. Potongan tuna besar diletakkan di atas nasi bersama telur ikan terbang, dan bisa dinikmati sesuai selera dengan tambahan nori atau wasabi. Meski sudah pesan futomaki dan mazesoba, rasanya tetap perlu ada satu tuna rice bowl agar susunan makanannya terasa mengenyangkan.


Tekstur tuna yang lembut paling saya ingat, dan telur ikan terbang yang meletup-letup di antaranya membuatnya tidak monoton. Kalau nasi dan tuna diletakkan di atas nori lalu ditambah sedikit wasabi, rasanya jadi berbeda lagi, jadi satu mangkuk tuna rice bowl pun tidak bosan sampai habis. Meski memesan menu yang sama seperti sebelumnya, karena ditambah futomaki dan mazesoba, kesan makannya jadi sepenuhnya berbeda.
Satu botol bir Asahi seharga 6.000 won

Awalnya saya hanya berniat makan, tapi saat melihat menu, ternyata bir botol Asahi harganya 6.000 won, jadi saya pesan satu botol juga. Karena ini makan siang akhir pekan, saya tidak berniat minum berlebihan, tapi pas banget untuk menemani ringan sambil berbagi tiga menu. Bir botolnya dingin, jadi enak diminum seteguk demi seteguk di antara futomaki, mazesoba, dan tuna rice bowl.

Kali ini, mulai dari open-run sampai menu yang habis, situasinya cukup berbeda dari kunjungan sebelumnya, tapi berkat itu saya jadi bisa mencoba menu-menu lain di Padong sekaligus. Kalau sedang mencari restoran Jepang enak di Mangwon dan ingin berbagi menu seperti futomaki atau mazesoba, bukan cuma makan satu rice bowl saja, susunan seperti ini cukup cocok. Lain kali saya ingin coba lagi saat steak atau menu salmon yang habis kemarin masih tersedia.
Lokasi
47 World Cup-ro 17-gil, Mapo-gu, Seoul, basement level, South Korea서울특별시 마포구 월드컵로17길 47 지하1층










