Restoran BBQ Korea di Mapo: pork panggang Ijjok
Singkatnya
Ijjok Kimchi Samgyeopsal (이쪽 김치삼겹살) adalah restoran daging panggang Korea di Mapo, Seoul, dekat Stasiun Hapjeong. Pasangan yang baru 7 hari pacaran mampir tanpa rencana dan menikmati set samgyeopsal, hangjeongsal, kimchi panggang, doenjang-jjigae, dan bibim-guksu. Pilihan kencan makan yang memuaskan dan santai.

Info terverifikasi
- Lokasi
- Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Hapjeong
- Pesanan
- Set 2 porsi samgyeopsal, 1 porsi hangjeongsal, telur kukus, dan sup doenjang
- Menu pendamping
- Sup doenjang dan mi campur pedas
- Pemanggangan
- Daging dipanggang langsung oleh pemilik
seperti ditulis pengunjung pada 10 September 2026

Kalau pasangan baru pacaran tepat 7 hari, biasanya masih mikirin bau bawang putih, kan? Tapi kami tidak begitu. Lagi jalan di sekitar Stasiun Hapjeong, tiba-tiba kami berdua ngidam daging, jadi pikir saja urusan bau bawang putih biar kami di masa depan yang mengatasinya, lalu langsung masuk untuk makan samgyeopsal (perut babi) dengan kimchi. Masuk tanpa pikir panjang, ternyata enak banget sampai rasanya seperti menemukan tempat yang benar-benar pas.



Ijjok Kimchi Samgyeopsal dekat Stasiun Hapjeong
Ini Ijjok yang letaknya tepat di dekat Stasiun Hapjeong. Dagingnya dipanggang langsung, lauknya juga enak, sampai-sampai entah berapa kali kami bilang, “Tempat ini benar-benar oke.”

Menu Ijjok Kimchi Samgyeopsal



Ijjok Kimchi Samgyeopsal dekat Stasiun Hapjeong ini harganya juga ramah! Kami langsung memesan set berisi 2 porsi samgyeopsal, 1 porsi hangjeongsal (daging leher babi), telur kukus, dan doenjang-jjigae (sup pasta kedelai fermentasi).


Tempat makan daging yang enak dicapai jalan kaki dari Hapjeong
Hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Hapjeong, jadi enak didatangi saat lagi kencan dan mendadak kepikiran makan daging. Ada hari-hari ketika kita jalan tanpa rencana lalu merasa, “Hari ini harus samgyeopsal,” kan? Tidak terlalu jauh dari stasiun, jadi sepertinya cocok juga untuk makan malam pekerja sekitar Hapjeong atau acara makan bersama, selain sebagai tempat makan saat kencan. Terutama karena memang agak merepotkan kalau obrolan terputus gara-gara harus memanggang sendiri di restoran daging. Di sini pemiliknya memanggang dengan sangat pas, jadi kami tinggal makan sambil nyaman mengobrol.

Nikmatnya samgyeopsal dan hangjeongsal yang dipanggang langsung
Dari tampilan samgyeopsal dan hangjeongsalnya saja sudah gila
Begitu dagingnya keluar, kami berdua langsung bilang bersamaan, “Wah, ini pasti enak.”

Samgyeopsalnya tebal dan menggugah selera, sementara hangjeongsalnya terlihat kenyal hanya dari tampilannya. Karena pemilik memanggangnya sampai tingkat kematangan yang pas, bagian luarnya kecokelatan sementara bagian dalamnya tetap lembap.


Bahan daging memang penting, tetapi tingkat kematangan juga sangat menentukan rasa dan teksturnya. Dalam hal itu, daging yang dipanggang langsung jelas membuat kepuasan kami meningkat.

Apalagi, makan bergantian antara kenyal khas hangjeongsal dan gurihnya samgyeopsal membuat kami benar-benar tidak sempat menaruh sumpit.


Sepiring lengkap dengan kimchi panggang dan lauk
Melihat tampilan kimchinya, susah sekali untuk tidak pesan nasi
Dan yang benar-benar tidak boleh dilewatkan di sini adalah kimchi yang matang sempurna dalam lemak daging. Kimchinya dipanggang di samping samgyeopsal yang kecokelatan, dan begitu melihat tampilannya, kami langsung kepikiran nasi. Ini tidak bisa ditahan. Saat sepotong daging diberi kimchi panggang lalu dimakan dengan nasi, kami kembali sadar kenapa kombinasi kimchi dan samgyeopsal itu juara. Sukju (tauge) dan pajeori (salad daun bawang berbumbu) yang disajikan bersama juga enak. Bukan lauk yang sekadar rasanya kuat, melainkan cita rasa akrab seperti racikan ibu di rumah, jadi cocok sekali dimakan dengan daging.



Kombinasi doenjang-jjigae dan bibim-guksu
Doenjang-jjigae dan bibim-guksu juga tidak boleh dilewatkan begitu saja
Saat melirik meja-meja di sekitar, hampir semuanya makan doenjang-jjigae dan bibim-guksu (mi campur pedas). Kalau begini, pasti ada alasannya. Kami ikut mencobanya, dan dua-duanya memang mantap. Menyantap sesendok doenjang-jjigae hangat di sela makan daging memberi rasa nyaman di perut, jadi nasi terus masuk.

Bibim-guksu yang asam pedas menata kembali rasa di mulut yang berminyak, jadi kombinasinya pas. Kalau hanya makan banyak daging, menjelang akhir mungkin terasa sedikit enek, tetapi dengan menu pendamping seperti ini kami bisa makan enak sampai suapan terakhir.
Rasa yang membuat pasangan 7 hari lupa khawatir soal bawang putih

Baru pacaran seminggu, tapi kami makan bawang putih, pajeori, sampai kimchi panggang dengan sangat lahap. Memangnya kenapa? Makan enak bersama itu yang terbaik.


Awalnya kami cuma masuk saat sedang jalan-jalan, tetapi kondisi samgyeopsal dan hangjeongsalnya bagus, pemiliknya memanggang daging dengan baik dan juga ramah, jadi kami keluar setelah makan dengan perasaan senang. Kalau sedang mencari restoran daging dengan harga yang cukup terjangkau di Stasiun Hapjeong atau tempat samgyeopsal yang dipanggang langsung, Ijjok Kimchi Samgyeopsal sepertinya layak dicoba. Sepertinya lain kali aku bahkan bisa membuat janji di Hapjeong memang dari awal untuk datang ke sini. Sayang, lain kali mari makan bawang putih dua kali lipat.
Lokasi
B1, 20 Dongmak-ro 3-gil, Mapo-gu, Seoul, South Korea서울특별시 마포구 독막로3길 20 지하 1층







