Restoran Jepang Gijang Busan: hitsumabushi Yangsando
Singkatnya
Yangsando Gijang Yeonhwa Branch adalah restoran Jepang di Yeonhwa-ri, Gijang, Busan, untuk menikmati donburi belut air tawar dan hitsumabushi. Aku dan suami membagi hitsumabushi biasa serta mentaiko, lalu puas menikmati ruang privat berpemandangan taman hingga ochazuke. Pilihan yang memuaskan untuk belut dan kursi dekat jendela.

Info terverifikasi
- Alamat
- 45-10 Yeonhwa-gil, Gijang-eup, Gijang-gun, Busan, South Korea
- Jam buka
- Selasa–Minggu 11:30–20:30; tutup Senin
- Istirahat hari kerja
- 15:00–16:30
- Parkir
- Area parkir khusus yang luas
- Ruang
- Ruang privat dekat jendela 1–6; ruang multi-meja 7–10; satu ruang menampung hingga 20 orang
- Menu andalan
- Hitsumabushi donburi belut air tawar, teishoku set belut, butadon, dan sakedon
- Isi ulang
- Telur kukus dan soba buckwheat dapat diisi ulang
seperti ditulis pengunjung pada 9 September 2026

Setelah lama, aku dan suami mampir ke Yangsando Gijang Yeonhwa Branch, restoran terkenal di Yeonhwa-ri untuk donburi belut, demi makan hitsumabushi! Ini rumah makan belut air tawar bertradisi 66 tahun, dan sudah punya beberapa cabang di Busan saja—kuliner Osiria, Gijang yang sudah teruji!

Lokasi dan informasi kunjungan Yangsando Gijang Yeonhwa Branch
Lokasinya di 45-10 Yeonhwa-gil, Gijang-eup, Gijang-gun, Busan, South Korea dan buka Selasa–Minggu pukul 11:30–20:30. Senin tutup, sementara waktu istirahat pada hari kerja pukul 15:00–16:30.

Sesuai restoran Jepang, bagian luarnya saja sudah terasa nuansa Jepangnya,, parkir khususnya juga luas jadi bisa datang tanpa khawatir soal parkir. Area Osiria Gijang dan Yeonhwa-ri ini memang kurang nyaman tanpa mobil, jadi senang sekali parkirnya tertata baik.


Tepat di depan restoran ada taman dengan pepohonan hijau dan kolam kecil, jadi rasanya seperti rumah tradisional Jepang, hehe.
Ruang privat dengan pemandangan taman
Interiornya juga rapi sekali dan suasananya sangat enak. Ruang nomor 1–6 adalah ruang privat di sisi jendela, sedangkan nomor 7–10 merupakan ruang dengan beberapa meja. Pembagian ruangnya bagus, jadi cocok untuk makan bersama orang tua maupun makan keluarga bersama anak. Bahkan ada ruang yang menampung hingga 20 orang, sepertinya pas juga untuk reservasi rombongan dan berbagai acara.

Ruang privatnya berdinding kaca penuh, jadi pemandangan taman yang tenang di luar jendela juga cantik sekali! Rasanya seperti healing di tengah kota wkwkwk. Dan tips pentingnya, kalau ingin duduk dekat jendela, wajib reservasi dulu sebelum datang ya!!



Memesan hitsumabushi biasa dan mentaiko
Tersedia hitsumabushi, yaitu donburi belut air tawar, sebagai menu andalan Yangsando; teishoku, set makan belut air tawar; butadon, donburi babi; sakedon, donburi salmon; serta beragam menu pendamping.

Kami memesan satu hitsumabushi biasa dan satu hitsumabushi mentaiko!

Donburi belut disajikan sebagai set satu orang di atas baki pribadi, dengan nasi mangkuk sebagai menu utama dan lauk pendamping yang tersusun rapi.




Set satu orangnya lengkap: hitsumabushi mentaiko, daun bawang dan serpihan nori untuk disantap bersama donburi, salad, soba buckwheat, telur kukus, sup, kimchi, hingga wasabi segar. Ingat ya, telur kukus dan sobanya juga bisa diisi ulang.
Katanya mentaiko yang dipakai untuk hitsumabushi mentaiko berasal dari Deokhwa Myeongran, yang terkenal di Busan. Mereka memakai mentaiko premium rendah garam, jadi tidak ada aroma amis khas mentaiko dan rasanya juga tidak terlalu asin—makin enak.

Menikmati donburi belut dengan mentaiko dan ochazuke
Belut panggang yang kecokelatan ini enak dan ringan bahkan saat dimakan satu potong begitu saja.

Pertama-tama, dengan centong yang disediakan, aku membagi donburi belut menjadi empat lalu memindahkannya ke mangkuk nasi, dan mencicipi rasa asli nasi serta belut air tawarnya!


Berikutnya aku menyantapnya dengan mentaiko. Belut panggangnya lembut dan bumbu manis-gurihnya meresap dengan baik; dipadukan dengan mentaiko yang asin-gurih dan penuh umami, benar-benar pasangan sempurna.

Mereka juga memberikan kaldu teh ocha untuk membuat ochazuke, yaitu nasi yang disiram teh/kaldu, jadi kami menikmatinya sebagai ochazuke juga.


Tak disangka, rasanya gurih tanpa amis dan belut panggangnya berpadu sangat baik dengan mentaiko, jadi ochazuke-nya juga enak sekali.


Ini hitsumabushi biasa yang dipesan suamiku! Katanya donburi belut Yangsando menggunakan satu ekor penuh belut japónica domestik. Nasinya pulen terurai, saus kecap belutnya manis-gurih, dan belutnya lembut; suamiku juga makan dengan lahap sambil bilang enak sekali.
Dan saat pulang, ada sikat gigi sekali pakai serta pasta gigi pompa! Menurutku perhatian seperti ini keren, hehe.
Setiap datang ke Yangsando Gijang Yeonhwa Branch, aku selalu puas dan makan dengan nikmat! Donburi belut air tawarnya rapi dan lezat, suasananya juga bagus, jadi kalau mencari restoran Jepang di Gijang atau kuliner Osiria Gijang, aku rekomendasikan Yangsando di Yeonhwa-ri~!
Lokasi
45-10 Yeonhwa-gil, Gijang-eup, Gijang-gun, Busan, South Korea부산광역시 기장군 기장읍 연화길 45-10



