Sangsu, Seoul: makan daging gabrisal dan doenjang sulbap — Dojeok
Singkatnya
Dojeok Hapjeong adalah restoran daging panggang di Mapo, Seoul, sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Sangsu dan berada di antara Stasiun Sangsu dan Hapjeong, di ujung kawasan ramai Hongdae. Penulis dan seorang teman memesan masing-masing 1 porsi gabrisal (daging sekitar tulang belikat babi) dan gochujang pork belly (samgyeopsal berbumbu gochujang) plus doenjang sulbap (nasi kuah pasta kedelai), bergantian menikmati daging polos dan daging berbumbu sementara staf mengganti panggangan. Dojeok Hapjeong jadi pilihan menyenangkan kalau ingin mencoba beberapa jenis daging dan lauk pendamping dalam satu kali makan.

Info terverifikasi
- Lokasi
- Sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Sangsu, di antara Stasiun Sangsu dan Hapjeong
- Restoran
- Dua lantai
- Cara pesan
- Pesan lewat kiosk di meja
- Menu yang dipesan
- Gabrisal 1 porsi, gochujang pork belly 1 porsi, doenjang sulbap
- Aturan pesan
- Daging polos dan daging berbumbu bisa dipesan masing-masing 1 porsi
- Event
- Menu gratis untuk yang menulis review kuitansi
seperti ditulis pengunjung pada 13 September 2026
Restoran daging malam di antara Stasiun Sangsu dan Hapjeong
Ada janji makan malam dengan teman di area Hongdae, jadi penulis mampir ke Dojeok Hapjeong. Lokasinya di ujung kawasan ramai Hongdae, dan hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Sangsu, jadi mudah dijangkau. Kalau lagi cari tempat makan daging di antara Stasiun Sangsu dan Hapjeong, lokasi ini cukup layak dikunjungi.


Hal pertama yang menarik perhatian dari luar adalah papan namanya. Tulisannya sengaja dibuat miring-miring nggak beraturan, jadi kesannya beda dari papan nama restoran daging pada umumnya. Ada nuansa retro tapi unik yang bikin gemas hehe. Begitu masuk, ternyata tempatnya lebih luas dari yang dibayangkan. Totalnya ada 2 lantai, dan hari itu kami makan di lantai 1. Karena ini restoran daging, penulis penasaran soal jarak antar meja dan suasana dalamnya — dan secara keseluruhan tertata rapi.




Di salah satu sudut, terlihat daging yang sedang diaging (aging). Dapur juga sedikit terbuka jadi proses memasaknya kelihatan, dan dapurnya sendiri terlihat terjaga kebersihannya, poin plus.

Pesan daging polos dan daging berbumbu masing-masing 1 porsi
Pemesanan dilakukan lewat kiosk di meja. Sambil lihat-lihat menu, gochujang pork belly langsung menarik perhatian. Samgyeopsal yang dipanggang pakai bumbu gochujang (pasta cabai fermentasi) jarang ditemui di restoran daging biasa, jadi penasaran juga.


Menu yang dipesan hari itu: gabrisal 1 porsi, gochujang pork belly 1 porsi, dan doenjang sulbap. Yang paling disukai penulis adalah bisa memesan daging polos dan daging berbumbu masing-masing 1 porsi. Di beberapa restoran daging, biasanya harus pesan minimal 2 porsi dari jenis yang sama sejak awal, tapi di sini bisa pilih satu-satu, jadi cocok buat yang mau coba beberapa menu sekaligus.

Setelah selesai pesan, lauk pendamping (banchan) datang lebih dulu. Ada myeongi namul (daun bawang gunung), ssammu (lobak acar tipis untuk bungkus daging), pacchae kongnamul muchim (tauge dan daun bawang iris), kimchi, bawang putih, hingga makaroni — cukup beragam. Karena ada banyak pilihan pendamping, seru juga coba kombinasi satu per satu bersama daging.

Makan malam dibuka dengan gabrisal dan bokbunjaju
Panggangan dilapisi dulu oleh staf, lalu gabrisal datang. Dipanggang sampai kecokelatan lalu dimakan — enak untuk menikmati rasa asli dagingnya, dan makin beda rasanya kalau dimakan bareng myeongi namul atau pacchae kongnamul muchim. Karena lagi makan daging, rasanya kurang lengkap tanpa minuman, jadi pesan juga sebotol bokbunjaju (arak raspberry hitam Korea) hehe.

Sambil menikmati daging dan minum pelan-pelan sambil ngobrol ini-itu, suasana makan malam mulai terasa.

Doenjang sulbap, pengisi perut di sela-sela makan daging
Setelah menunggu sebentar, doenjang sulbap juga datang. Tampilannya sudah menggugah selera sejak masih mendidih di dalam ttukbaegi (mangkuk tanah liat).

Sesekali makan sesendok doenjang sulbap di sela-sela makan daging ternyata sangat cocok. Kuahnya berbasis doenjang (pasta kedelai fermentasi) jadi pas untuk selingan makan daging, dan karena ada nasinya juga, cukup mengenyangkan sebagai menu makanan utama.
Gochujang pork belly yang dipanggang langsung dari dapur
Lalu menu yang paling ditunggu hari itu, gochujang pork belly. Bukan dipanggang sendiri di meja seperti samgyeopsal biasa, tapi sudah dipanggang di dapur lalu diantarkan. Di kiosk tertulis kalau daging ini dipanggang menggunakan AI, cukup menarik. Sekarang eranya AI juga dipakai untuk memanggang daging di restoran, ya hahaha.

Karena daging berbumbu dipanggang terpisah dan langsung diantar, tidak perlu menunggu sambil makan daging polos lalu baru memanggangnya lagi, jadi lebih praktis. Bisa bergantian makan gabrisal dan gochujang pork belly juga menyenangkan, dan daging berbumbu punya rasa khas bumbunya yang jelas berbeda dari daging polos.



Setelah gabrisal habis, staf mengganti panggangan untuk daging berbumbu. Berkat itu, gochujang pork belly yang sudah dipanggang sebelumnya bisa dihangatkan kembali. Enaknya, tidak perlu repot membersihkan panggangan sendiri karena staf yang mengurus penggantiannya.

Penulis pribadi lebih suka makan beberapa jenis daging secara bergantian daripada terus-menerus satu jenis saja, dan hari itu bisa memesan gabrisal bersama gochujang pork belly sekaligus, jadi menyenangkan. Lauk pendamping juga beragam, jadi seru mencoba kombinasi dengan myeongi namul, lalu ganti dengan pacchae, sambil ubah-ubah kombinasi.

Ada juga event review kuitansi (receipt review) yang sedang berlangsung. Katanya bisa dapat menu gratis kalau menulis review, jadi kalau berkunjung, ada baiknya cek dulu detail eventnya dan ikut berpartisipasi.

Tempat yang enak untuk berbagi berbagai jenis daging bersama teman
Secara keseluruhan suasana tempatnya rapi dan staf melayani dengan ramah, jadi bisa makan dengan nyaman. Yang paling disukai adalah bisa memesan daging polos dan daging berbumbu masing-masing 1 porsi. Kalau datang beramai-ramai, enak juga karena bisa pilih berbagai jenis daging sesuai selera, dan karena tempatnya sampai 2 lantai, cocok juga untuk kunjungan grup.
Karena dekat dari Stasiun Sangsu, aksesnya cukup nyaman untuk janjian makan malam bareng teman, dan tidak terlalu jauh dari kawasan ramai Hongdae, jadi lokasinya juga pas untuk lanjut nongkrong sesudah makan.
Secara keseluruhan menunya enak dan tempatnya rapi, jadi cukup memuaskan. Daripada cuma makan samgyeopsal atau mokssal biasa, lebih seru kalau datang ke sini untuk menikmati menu lain seperti gabrisal dan gochujang pork belly sekaligus.
Lokasi
3 Eoulmadang-ro 5-gil, Mapo-gu, Seoul, South Korea서울특별시 마포구 어울마당로5길 3 도적










