Restoran BBQ Korea di Suyeong: date night Bisyoku Gwangan
Singkatnya
Bisyoku Gwangan Branch (비쇼쿠 광안점) adalah restoran BBQ Korea di Suyeong, Busan, dengan suasana Jepang dan panggangan arang. Saya menikmati Kind (Asashi) Set 500g berisi premium sirloin 200g dan samgyeopsal iris tipis 300g yang dipanggang staf, ditemani garam, wasabi, dan highball. Pilihan pas untuk makan malam bernuansa hangat sambil minum santai.

Info terverifikasi
- Alamat
- 1F, 9-5 Gwanganhaebyeon-ro 344beon-gil, Suyeong-gu, Busan, South Korea
- Jam operasional
- Sen, Rab–Jum 16:00–24:00 / Sab–Min 12:00–24:00
- Pesanan terakhir
- 23:30
- Hari libur rutin
- Setiap Selasa
- Parkir
- Tersedia
- Fasilitas
- Makan grup, reservasi, toilet pria dan wanita terpisah, Wi-Fi, area tunggu, dan boleh membawa hewan peliharaan
- Menu yang dipesan
- Kind (Asashi) Set, 500g: premium sirloin 200g dan samgyeopsal iris tipis 300g
- Tempat duduk
- Kursi bergaya counter dan meja untuk empat orang
seperti ditulis pengunjung pada 10 September 2026

Saat mencari tempat untuk makan malam sekaligus minum ringan di Gwangalli, saya mampir ke Bisyoku Gwangan Branch karena suasananya langsung menarik perhatian. Dari kejauhan pun nuansa khas restoran Jepang sudah terasa jelas, jadi bagian luarnya cukup menarik perhatian bahkan saat hanya lewat. Karena dagingnya dipanggang langsung oleh staf dan enak dinikmati perlahan bersama highball, tempat ini membekas sebagai pilihan yang cocok bukan hanya bagi pencari kuliner Gwangalli, tetapi juga saat mencari bar untuk kencan di Gwangalli.
- Alamat: 1F, 9-5 Gwanganhaebyeon-ro 344beon-gil, Suyeong-gu, Busan, South Korea
- Jam operasional: Sen, Rab–Jum 16:00–24:00 / Sab–Min 12:00–24:00
- Pesanan terakhir: 23:30
- Hari libur rutin: Setiap Selasa
- Parkir tersedia
- Bisa untuk grup, reservasi, toilet pria dan wanita terpisah, internet nirkabel, area tunggu, dan boleh membawa hewan peliharaan




Pintu masuk dengan nuansa Jepang yang berlanjut
Dari eksterior bangunannya saja, Bisyoku Gwangan Branch sudah mengingatkan saya pada restoran di Jepang. Bangunannya didominasi kayu gelap, lalu dekorasi dan lampu bergaya Jepang di atas pintu masuk membuat suasananya terasa cukup tegas.

Terutama karena saat masuk, kita tidak langsung tiba di ruang utama, melainkan mengikuti jalan yang dilapisi kerikil.

Lampion yang tergantung di atas pintu masuk, pepohonan, dan jalan kerikil yang terlihat bersama-sama membuatnya terasa seperti memasuki ruang lain sejenak, padahal ini restoran di tengah kota. Di luar juga tersedia kursi, dan saya suka karena konsep keseluruhannya berlanjut alami sampai ke dalam bangunan. Kalau saat memilih kuliner Gwangalli Anda mempertimbangkan suasana ruang selain makanannya, kesan pertama tempat ini cukup seru.
Suasana interior yang tenang dan hangat

Begitu masuk, ada ruang utama di lantai satu dengan susunan kursi bergaya dachi, yaitu counter, dan meja untuk empat orang. Hari itu saya duduk di kursi counter. Seperti eksteriornya, interior didominasi warna kayu gelap; material bambu dan pencahayaan hangat berpadu menciptakan kesan yang tenang.




Karena bukan restoran dengan pencahayaan yang sangat terang, suasananya cocok untuk makan malam sambil minum. Alih-alih ruang yang didekorasi terlalu mencolok, nuansa Jepang dihadirkan secara alami lewat kayu dan cahaya, jadi duduk lama pun terasa nyaman. Berkat suasana seperti ini, tempatnya cocok untuk yang ingin menikmati makan dan minum perlahan di satu tempat saat mencari bar kencan di Gwangalli.
Isi Kind (Asashi) Set 500g



Menu yang saya pesan hari itu adalah ‘Kind (Asashi) Set’ 500g. Isinya premium sirloin 200g dan samgyeopsal, yaitu perut babi, iris tipis 300g. Begitu dagingnya datang, porsinya terasa cukup melimpah, lebih dari yang saya bayangkan.



Sirloinnya berwarna merah dengan marbling yang terlihat, sedangkan samgyeopsalnya disajikan dalam irisan tipis. Sayuran untuk dipanggang bersama juga sudah tersedia di piring, jadi enak disantap di sela-sela daging. Yang paling penting, hwaro, yaitu panggangan arang, tersedia tepat di depan meja dan staf memanggangkan dagingnya langsung. Rasanya diam-diam sangat nyaman bisa menunggu sambil mengobrol tanpa perlu memikirkan waktu memanggang.
Daging yang langsung dipanggang di atas hwaro
Saat daging tipis mulai matang di atas hwaro dengan api yang menyala, aroma gurihnya langsung tercium. Karena staf memanggangkannya satu per satu pada waktu yang pas, saya tinggal menyantap daging yang sudah matang.
Premium sirloinnya enak untuk dinikmati sambil merasakan cita rasa daging itu sendiri, sedangkan samgyeopsal iris tipisnya terasa ringan untuk dimakan karena ketebalannya.


Saya mencoba mencelupkannya ke garam dan menambahkan sedikit wasabi; secara pribadi, cara sederhana seperti ini paling cocok dengan dagingnya. Dibanding bumbu yang rasanya terlalu kuat, saya bisa menikmati rasa asli dagingnya sehingga terus ingin mengambil lagi. Ditambah serunya langsung menyantap daging yang dipanggangkan, hari itu tempat ini membekas sebagai kuliner Gwangalli.
Lebih cocok lagi ditemani highball
Rasanya sedikit kurang lengkap kalau hanya makan daging, jadi hari itu saya juga minum highball. Seteguk highball dingin bersama daging hangat yang baru dipanggang ternyata lebih serasi daripada yang saya kira.

Terutama setelah daging yang disantap sederhana dengan garam atau wasabi, highball membuat mulut terasa segar sehingga saya bisa makan daging berikutnya tanpa terasa berat. Dibanding tempat untuk makan cepat lalu pergi, Bisyoku terasa lebih cocok untuk menikmati daging dan segelas minuman sambil menikmati cahaya serta suasananya. Jadi secara pribadi, tempat ini layak dipertimbangkan saat mencari bar kencan di Gwangalli dan ingin menyantap menu daging dengan benar.
Kalau ingin menikmati suasana di Gwangalli juga

Bisyoku Gwangan Branch punya konsep ruang yang jelas dari eksterior hingga interior, dan cara staf memanggang daging langsung di hwaro juga terasa nyaman. Saya juga suka set yang memungkinkan mencicipi premium sirloin dan samgyeopsal iris tipis sekaligus, serta kombinasi daging sederhana dengan garam dan wasabi yang disantap bersama highball.


Terutama bagi yang menganggap suasana ruang sama pentingnya dengan rasa makanan saat memilih kuliner Gwangalli, nuansa khas Bisyoku sepertinya akan cocok. Kalau ingin makan malam sambil kencan lalu menikmati segelas minuman dengan lebih santai, tempat ini bisa ikut dilihat sebagai kandidat bar kencan di Gwangalli.
Bagi saya, alur keseluruhannya sangat memuaskan, mulai dari pintu masuk dengan jalan kerikil, interior bercahaya hangat, hingga daging yang langsung dipanggang di hwaro. Kalau mencari restoran daging di Gwangalli dengan suasana yang sedikit berbeda dari biasanya, tempat ini layak dikunjungi setidaknya sekali!
Lokasi
1F, 9-5 Gwanganhaebyeon-ro 344beon-gil, Suyeong-gu, Busan, South Korea부산광역시 수영구 광안해변로344번길 9-5 1층





