Ramen Gangnam malam Jumat antre padat: Oreno Ramen Gangnam
Singkatnya
Oreno Ramen Gangnam adalah restoran ramen paitan kaldu ayam yang berada di lantai 2, dekat Exit 11 Stasiun Gangnam. Malam Jumat ada antrean tapi perputaran meja cepat sehingga tidak lama menunggu, dan dua mangkuk tori paitan dipesan lengkap dengan telur setengah matang dan tsukune campur. Kuahnya kental, creamy, tapi tetap bersih di lidah, ditambah lagi mi dan kaldu bisa diisi ulang gratis sehingga porsinya jadi sangat mengenyangkan.

Info terverifikasi
- Alamat
- 28-9 Teheran-ro 1-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea, 2F (817-30 Yeoksam-dong)
- Transportasi
- 264m dari Exit 11 Stasiun Gangnam, Sinbundang Line
- Jam operasional
- Setiap hari 11:00-20:30 (last order 20:00), tanpa jam istirahat
- Cara pesan
- Pilih dan bayar di mesin dekat pintu masuk, lalu tunggu di dalam
- Tempat duduk
- Kursi meja dan kursi bar untuk makan sendiri, dapur terbuka
- Menu yang dipesan
- 2x tori paitan, tambah telur setengah matang, tsukune campur, Coca-Cola Light
- Tambahan gratis
- Mi, kaldu, nasi, dan kimchi tambahan
- Lauk dasar
- Kimchi dan acar jahe disediakan; lobak self-service di meja
seperti ditulis pengunjung pada 8 September 2026


Akhirnya mampir ke Oreno Ramen, tempat makan enak dekat Stasiun Gangnam.

Lokasi dan jam operasional Oreno Ramen Gangnam
Oreno Ramen Gangnam 📍28-9 Teheran-ro 1-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea, 2F (817-30 Yeoksam-dong) 🚇 Kereta 264m dari Exit 11 Stasiun Gangnam, Sinbundang Line 🕒 Jam operasional Setiap hari 11:00 - 20:30 (last order 20:00) Tanpa jam istirahat
Sebelumnya sesekali mampir ke cabang Jamsil. Kali ini coba cabang Gangnam, dan karena malam Jumat, ternyata ada antrean juga.

Untungnya tokonya cukup besar dan perputaran mejanya cepat, jadi tidak menunggu selama yang dikira.

Bagaimana sistem antre dan pesan di sini
Bukan sistem tunggu di depan lalu masuk saat giliran tiba, tapi pesan dan bayar dulu lewat mesin di pintu masuk, baru menunggu lagi di dalam.


Begitu ada meja kosong, staf akan mengantar ke tempat duduk dan di situlah ramen datang.
Kursi makan sendiri dan suasana dapur terbuka
Ukuran tokonya ternyata cukup luas, tapi karena malam Jumat, hampir penuh.
Selain kursi meja, ada juga kursi bar khusus untuk makan sendiri, jadi banyak juga yang benar-benar makan sendirian di sana. Suasananya cukup nyaman untuk makan ramen sendirian di area Gangnam.
Yang paling berkesan, meski jam sibuk, semua staf tetap ramah. Pelanggan banyak dan pesanan terus masuk, tapi pelayanannya tetap tenang dan cepat. Karena dapurnya terbuka, proses membuat ramen bisa dilihat langsung — beberapa staf bergerak cepat dengan kerja sama yang rapi, terlihat sangat keren. Di tengah kesibukan, dapurnya tetap terlihat rapi, jadi menunggu makanan pun jadi menyenangkan.

Di salah satu sudut toko, ada juga buku panduan Michelin yang dipajang. Oreno Ramen memang dikenal sebagai salah satu tempat yang masuk Michelin Guide Seoul, jadi jadi tertarik untuk melihatnya lagi.
Kimchi dan acar jahe disediakan, sementara lobak diambil sendiri di meja.



Bukan tonkotsu, tapi paitan kaldu ayam
Oreno Ramen bukan ramen berbasis tulang babi seperti tonkotsu pada umumnya, melainkan paitan yang dibuat dari kaldu ayam yang direbus lama — inilah menu andalannya.

Menunya juga cukup sederhana, berpusat pada tori paitan dan kara paitan, sehingga terasa fokus pada ramen itu sendiri.
Hari itu kami memesan dua tori paitan, salah satunya ditambah telur setengah matang (tamago). Kami juga memesan satu Coca-Cola Light.

Topping tori paitan dan ayam sous vide
Begitu tori paitan datang, yang pertama menarik perhatian tentu kuahnya yang putih susu dengan buih lembut mengembang.
Di atas kuah ada ayam sous vide, potongan tipis chashu, jamur kuping (wood ear mushroom), daun bawang, ditambah sedikit taburan lada.
Ayamnya benar-benar lembut. Karena dimasak dengan metode sous vide, hampir tidak terasa kering seperti dada ayam biasa — justru lembap dan gurih ringan. Bau amis khas ayam pun tidak terasa.

Tekstur renyah jamur kuping
Dan yang paling saya suka adalah jamur kupingnya.
Kaldu ayam yang putih dan lembut, mi, serta ayamnya sama-sama bertekstur lembut, tapi setiap kali menggigit jamur kuping, ada sensasi renyah yang langsung menghidupkan teksturnya. Perbedaan tekstur ini membuat makan ramen tidak terasa membosankan.


Daun bawangnya juga cocok dengan kuahnya, dan telur setengah matang dengan kuning telur yang lembap menambah rasa gurih saat dimakan bersama kaldu ayam yang pekat.

Telur setengah matangnya juga sudah pas bumbunya, jadi enak dimakan langsung tanpa tambahan apa pun.

Kuahnya terasa sangat pekat dan creamy sejak suapan pertama, tapi tidak berat atau enek. Rasa gurih dan dalam dari ayam menjadi dasarnya, jelas berbeda dari tonkotsu, dan meski kuahnya putih susu, rasanya tetap bersih di lidah.

Seberapa banyak isi ulang mi dan kaldu gratis?
Keunikan lain dari Oreno Ramen adalah setelah memesan ramen, mi tambahan, kaldu, nasi, dan kimchi bisa diisi ulang gratis.

Suami saya menambah mi dan kuah saat sedang makan, dan hasilnya benar-benar seperti mendapat satu mangkuk penuh lagi.
Isi ulang mi tidak dilengkapi jamur, tapi justru dipenuhi taburan bawang goreng, yang malah jadi nilai plus tersendiri.
Kalau kuah tambahan itu dicampur dengan sisa tamago tadi, benar-benar terasa seperti satu mangkuk ramen baru.

Tsukune campur sebagai side dish
Ini pertama kalinya memesan tsukune campur (moduem tsukune). Tsukune adalah menu bola daging ayam khas Jepang, dan di sini datang dalam kombinasi tusuk mentaiko-daun bawang dan tusuk mayones. Keduanya sama-sama menggunakan daging ayam yang lembut sekali. Bola dagingnya sendiri lembap sehingga sama sekali tidak kering, dengan rasa gurih ringan dan dalam khas ayam.

Tusuk mentaiko-daun bawang punya rasa asin gurih dari mentaiko berpadu aroma daun bawang yang cocok dengan bola ayam, sementara tusuk yang diberi mayones terasa lebih gurih dan lembut.

Karena rasanya berbeda, seru juga makan bergantian satu per satu. Makan ramen saja sudah cukup mengenyangkan, tapi kalau mau tambah side dish, tsukune campur ini pilihan yang cukup pas.

Kesimpulan
Yang paling berkesan, tokonya luas dan ada kursi khusus makan sendiri, jadi banyak juga pengunjung solo. Staf pun tetap ramah meski sedang sibuk, sehingga pengalaman makan secara keseluruhan terasa menyenangkan.
Kalau sedang mencari ramen kaldu ayam yang pekat dan creamy di sekitar Stasiun Gangnam, Oreno Ramen Gangnam layak dicoba. Walau ada antrean, perputaran mejanya cepat, dan yang paling penting, setelah makan ramen masih bisa tambah mi atau kuah gratis — jadi tempat yang pas untuk makan sampai benar-benar kenyang.
Lokasi
28-9 Teheran-ro 1-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea, 2F서울특별시 강남구 테헤란로1길 28-9 2F









