Makan Daepae Samgyeop dan Bakmi Dingin di Nonhyeon, Daepae Market
Singkatnya
Daepae Market Gangnam Nonhyeon Branch adalah restoran daepae (irisan tipis daging bakar) 24 jam yang berjarak sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Nonhyeon. Daepae samgyeop (perut babi iris tipis) dan daepae mokssal (bahu babi iris tipis) dari babi ras Duroc Spanyol dipotong langsung di ruang kerja daepae di tempat, lalu dilanjutkan dengan sayuran bungkus dari pojok self-service seharga ₩2.000 per orang, ditutup dengan nasi goreng self-service dan mul-naengmyeon (mi dingin kuah). Tempat yang pas untuk kumpul-kumpul yang ingin lanjut dari daging sampai nasi goreng dan mi dalam satu lokasi.

Info terverifikasi
- Lokasi
- 49 Hakdong-ro 2-gil, Gangnam-gu, Seoul, lantai 1 — sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Nonhyeon
- Menu yang dipesan
- Daepae samgyeop, daepae mokssal, nasi goreng self-service, mul-naengmyeon
- Pojok self-service
- ₩2.000 per orang (sayuran bungkus, lauk, saus)
- Sumber daging
- Babi ras Duroc Spanyol untuk daepae samgyeop dan daepae mokssal
- Pilihan daging lain
- Hanwoo chadolbagi (brisket sapi), woo-samgyeop (perut sapi), samgyeopsal dry-aged, daepae oduck (bebek iris tipis)
- Paket makan siang
- 11.00–14.00, kisaran belasan ribu won
seperti ditulis pengunjung pada 7 September 2026
Tempat makan daging sampai larut di Gangnam-Nonhyeon
Kalau lagi cari tempat makan daging yang mengenyangkan sampai larut malam di sekitar Gangnam atau Nonhyeon, ternyata lumayan susah milihnya ya. Apalagi kalau pergi rame-rame, harga jadi perhatian juga, dan selera soal jenis daging sampai menu pendamping beda-beda jadi makin bikin bingung pilih tempat. Nah, salah satu restoran Korea 24 jam di Gangnam yang layak diingat untuk hari-hari seperti itu adalah Daepae Market Gangnam Nonhyeon Branch.

Poin menariknya di sini adalah bisa menikmati daging premium dengan harga yang relatif masuk akal, tapi yang paling menarik perhatianku adalah 'ruang kerja daepae langsung' tempat daging yang dipesan langsung diiris pakai mesin pemotong. Bukan daging yang sudah diiris sebelumnya, tapi diproses begitu ada pesanan, jadi kesan sebagai restoran daepae sungguhan terasa jelas.

Kali ini aku makan daepae samgyeop dan daepae mokssal sebagai menu utama, lalu di akhir sempat-sempatin nasi goreng self-service dan mul-naengmyeon juga. Lihat fotonya aja udah kebayang kan alurnya: bakar daging, bungkus sayur, lanjut nasi goreng, tutup dengan mi dingin segar. Beneran bisa menikmati satu paket lengkap yang biasa terbayang kalau lagi pengin makan daging, semuanya di satu tempat.
Berapa jauh dari Stasiun Nonhyeon

Daepae Market Gangnam Nonhyeon Branch berjarak sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Nonhyeon, jadi cukup mudah dijangkau pakai transportasi umum. Kalau janjian di sekitar Gangnam dan Nonhyeon, jarak yang terlalu jauh dari stasiun suka bikin ribet, tapi dengan jarak segini rasanya nggak terlalu berat buat kumpul teman atau acara makan bareng kantor.
Apalagi di area Gangnam, orang nggak cuma cari tempat janjian malam biasa tapi juga sering cari tempat makan di jam larut. Jadi buat yang lagi cari restoran Korea 24 jam di Gangnam, tempat ini layak dipertimbangkan dari sisi aksesibilitas dan susunan menunya. Karena dari daging sampai nasi goreng dan mi bisa selesai di satu tempat, cocok juga buat yang pengin ngobrol lama tanpa perlu pindah ke tempat kedua.
Kalau lagi pengin daepae samgyeopsal atau cari restoran daging yang enak buat rame-rame di dekat Stasiun Nonhyeon, tempat ini layak diingat dari sisi lokasi juga. Untuk acara dengan banyak orang seperti makan bareng kantor, lokasi ternyata penting banget, dan bisa jalan kaki dari stasiun itu jelas memudahkan.
Ruang kerja daepae yang mengiris langsung saat dipesan

Yang paling berkesan dari Daepae Market tetap ruang kerja daepae langsungnya. Begitu ada pesanan masuk, daging langsung diiris pakai mesin pemotong, dan karena prosesnya kelihatan, jadi seru juga nontonnya. Melihat irisan tipis daging yang digulung rapi lalu ditata di piring bikin aku benar-benar merasa sedang di restoran spesialis daepae.
Katanya daepae samgyeop dan mokssal pakai daging babi ras Duroc Spanyol, dan karena diiris tipis, ciri khasnya cepat matang begitu diletakkan di atas panggangan. Pas minyaknya mulai mendesis dan pinggirannya berubah kecokelatan, langsung dimakan saat itu rasanya gurih dan juicy banget.
Selain daepae samgyeop dan mokssal, pilihan dagingnya juga beragam seperti hanwoo chadolbagi, woo-samgyeop, samgyeopsal dry-aged, sampai daepae oduck, jadi cocok buat rame-rame yang mau coba macam-macam pesanan.
Isi pojok self-service seharga ₩2.000 per orang

Buat yang suka makan banyak sayuran bungkus saat makan daging, pojok self-service di sini juga layak diperhatikan. Dengan ₩2.000 per orang, sayuran bungkus, aneka lauk, dan saus bisa diambil bebas sesuai kebutuhan.

Seperti di foto, tersedia selada, daun perilla, kubis, irisan daun bawang, bawang bombay, jamur, bawang putih, cabai, sampai taoge, bahan-bahan yang enak dipadukan dengan daging. Ambil sepotong daging, bungkus pakai daun perilla atau selada, tambahkan sedikit saus sesuai selera, jadi bisa terus ganti-ganti kombinasi tanpa bosan.
Yang paling enak, saat sayuran habis di tengah makan, nggak perlu terus manggil pelayan karena bisa ambil sendiri sesuai kebutuhan. Rasanya cara ini lebih berguna lagi buat acara makan keluarga atau kumpul rame-rame di mana selera lauk masing-masing orang beda-beda.
Daepae samgyeop & daepae mokssal

Begitu daepae samgyeop dibentangkan di atas panggangan, karena tipis, waktu tunggunya nggak lama.

Permukaannya mulai kecokelatan dan bagian lemaknya perlahan meleleh bening, dan wah, aroma daging yang naik saat itu benar-benar bikin lapar.

Daging yang matang sempurna enak dimakan langsung, tapi kalau dibungkus daun perilla dan ditambah sedikit saus, rasanya jadi lebih kaya. Seperti di foto, sayuran bungkusnya berlimpah, jadi seru juga bergantian menikmati rasa gurih lemak daepae samgyeop dan kesegaran sayurannya.


Daepae mokssal punya daya tarik yang lebih ringan dibanding samgyeop, jadi kombinasinya enak kalau dipesan bersamaan. Daripada terus-terusan makan satu jenis, aku sarankan bergantian menikmati gurihnya samgyeop dan ringannya mokssal.
Cara membuat nasi goreng self-service


Kalau habis makan daging terus lewatkan nasi goreng, rasanya kayak satu waktu makan belum tuntas. Di sini ada nasi goreng self-service dengan nasi, telur, bubuk rumput laut (gim), daun bawang, dan bumbu yang disiapkan, jadi bisa dibuat sesuai selera sendiri, dan bagian penutup makan pun jadi seru.


Sisa aroma daging di panggangan bercampur dengan nasi dan bahan-bahan lain, warnanya perlahan berubah makin menggugah selera, ditambah jagung yang memberi sensasi manis pecah-pecah di mulut. Kalau bagian bawahnya ditekan sedikit, muncul rasa gurih seperti nurungji (kerak nasi) yang bikin sendok terus bergerak.
Wah, padahal udah kenyang makan daging, tapi entah kenapa selalu ada ruang buat nasi goreng. Enak juga dimakan rame-rame dari satu wadah di tengah, jadi cocok banget sebagai menu penutup buat acara kantor atau kumpul teman.
Menurunkan suhu badan dengan mul-naengmyeon

Setelah puas makan daepae di depan panggangan panas, menutup dengan mul-naengmyeon buat menurunkan suhu badan juga enak. Datang dalam mangkuk stainless besar berisi kuah dingin segar, mi, timun, dan bumbu yang berpadu, kelihatan aja udah bikin segar.
Menyeruput mi bersama kuahnya membantu membersihkan rasa berminyak yang tersisa di mulut setelah makan daging. Apalagi kalau sepotong daepae yang matang sempurna diletakkan di atas naengmyeon lalu dimakan bareng, kontras antara mi dingin kenyal dan daging hangat yang gurih jadi kenikmatan tersendiri.
Dengan urutan daepae samgyeop → bungkus sayur → nasi goreng → mul-naengmyeon, rasanya hampir semua kesenangan yang diharapkan dari restoran daging bisa terpenuhi.
Bagaimana dengan pelayanannya

Adanya pojok self-service saja sudah bikin pengalamannya nyaman. Tinggal ambil sendiri sayuran atau pendamping yang dibutuhkan, jadi alurnya nggak terputus, dan bisa atur porsi sesuai kombinasi yang disukai — itu juga kelebihannya.
Selain itu, karena sistemnya langsung mengiris daging begitu ada pesanan, ada kesan 'lagi disiapkan nih pesanan aku' dibanding sekadar menerima makanan jadi. Menambahkan elemen pengerjaan langsung ke menu daepae yang sudah familiar terasa seperti ciri khas Daepae Market.
Kalau pergi rame-rame, ada yang suka bungkus sayur, ada yang doyan bawang putih atau irisan daun bawang, seleranya beda-beda, tapi dengan sistem self-bar begitu jadi lebih gampang menyesuaikan masing-masing selera.
Suasana yang cocok untuk acara seperti apa
Suasana tokonya khas restoran daging yang ramai, ditambah tatanan yang bersih dan praktis. Setiap meja dilengkapi panggangan dan sistem ventilasi, dan karena kursinya banyak, cocok untuk berbagai acara mulai dari makan santai bareng teman sampai acara makan kantor.
Yang paling penting, karena sifat daepae yang cepat matang di panggangan, enak buat ngobrol sambil bakar bareng-bareng. Beda dengan gaya daging tebal yang harus nunggu lama, di sini ritmenya terus membakar satu potong demi satu potong, jadi suasananya jadi ramai secara alami.
Dibanding tempat yang terlalu tenang dan formal seperti untuk kencan, tempat ini lebih cocok buat hari-hari saat pengin makan daging enak dengan santai, kumpul teman, makan keluarga, atau cari tempat acara kantor di Gangnam.
Kesimpulan

Kalau lagi cari restoran Korea 24 jam di Gangnam yang ingin mengurangi beban harga tapi tetap makan daging dengan puas, Daepae Market Gangnam Nonhyeon Branch layak dicek.


Jaraknya sekitar 5 menit jalan kaki dari Stasiun Nonhyeon jadi mudah diakses, dan yang paling khas adalah ruang kerja daepae langsung yang mengiris daging pakai mesin pemotong begitu dipesan, jadi terasa beda dari restoran daepae samgyeopsal biasa.

Membakar cepat daepae samgyeop dan daepae mokssal dari babi ras Duroc Spanyol, lalu mengambil pendamping seperti daun perilla, selada, bawang putih, atau irisan daun bawang dari pojok self-service sesuai keinginan, juga memuaskan.


Jenis dagingnya juga beragam, ada hanwoo chadolbagi, woo-samgyeop, samgyeopsal dry-aged, sampai daepae oduck, jadi lain kali pengin coba menu lainnya juga.

Dan menurutku pribadi, di restoran daging, bagian penutup itu sama pentingnya dengan daging utamanya, jadi bagusnya di sini bisa lanjut sampai nasi goreng self-service dan mul-naengmyeon. Nasi yang digoreng di panggangan dengan sisa aroma daging itu gurih dan mengenyangkan, lalu di akhir menyeruput mul-naengmyeon yang segar bikin satu waktu makan terasa lengkap dan bersih.
Apalagi untuk acara kantor atau kumpul teman yang rame, enaknya masing-masing bisa ambil sendiri sayuran dan lauk yang diinginkan dari self-bar. Siang hari ada paket makan siang kisaran belasan ribu won dari jam 11 sampai 14, jadi bisa dimanfaatkan sesuai jam kunjungan. Kalau lagi pengin makan daging yang mengenyangkan dekat Stasiun Nonhyeon, atau lagi cari restoran Korea 24 jam di Gangnam di jam larut, Daepae Market Gangnam Nonhyeon Branch layak diingat.
Lokasi
49 Hakdong-ro 2-gil, Gangnam-gu, Seoul, South Korea서울특별시 강남구 학동로2길 49 1층










