Bongmyeong-dong, Daejeon: samgyeopsal di tutup panci — Jeonju House

Singkatnya

Jeonju House adalah restoran samgyeopsal tutup panci di Bongmyeong-dong, Yuseong-gu, Daejeon, tepat di ujung pintu belakang Gyeryong Spatel. Sepasang suami istri memesan samgyeopsal segar 2 porsi, doenjang jjigae (sup pasta kedelai), dan nasi putih, lalu memanggang samgyeopsal lokal Korea bersama kimchi di atas tutup panci besi berukuran besar; di Jeonju House tidak ada hood panjang yang turun ke atas pemanggang, hanya ventilasi langit-langit, jadi mengobrol sambil duduk berhadapan tetap nyaman. Samgyeopsal tebal dengan kimchi panggang dan banchan buatan sendiri jadi kesan paling kuat dari kunjungan ini.

Samgyeopsal segar dan kimchi di atas tutup panci Jeonju House

Info terverifikasi

Alamat
36 Oncheon-ro 101beon-gil, Yuseong-gu, Daejeon (lantai 1)
Jam operasional
Setiap hari 09:00–22:20 (last order 21:20)
Hari tutup
Hari Chuseok dan sehari sebelumnya, hari Seollal dan sehari sebelumnya
Samgyeopsal segar tutup panci
150 g per porsi, ₩16.000
Galbi kimchi jjigae panci besi (gamasot)
₩15.000 per orang
Galbi kimchi jeongol panci besi (gamasot)
Besar ₩70.000 / Sedang ₩60.000 / Kecil ₩45.000
Doenjang jjigae (sup pasta kedelai)
₩2.000
Menu tambahan
Kimchi jjageuli, telur gulung, nasi panci besi (gamasot), nurungji (nasi kerak), nasi goreng
Asal bahan
Daging babi samgyeopsal dan galbi lokal Korea; beras dan sawi putih lokal
Tempat duduk
Aula luas di lantai 1, ruang privat di lantai 2
Parkir
Lahan parkir di sebelah kanan pintu masuk, atau garis parkir putih di sekitar Gyeryong Spatel
Akses
Sekitar 15 menit jalan kaki dari Stasiun Yuseong Oncheon
Pembayaran
Bawa nomor meja ke kasir untuk membayar

seperti ditulis pengunjung pada 4 September 2026

Samgyeopsal segar dan kimchi di atas tutup panci Jeonju House

Hari ini saya mampir ke Jeonju House di Bongmyeong-dong, Daejeon, tempat samgyeopsal segar asal lokal dipanggang bersama kimchi di atas tutup panci besi besar. Dulu suami saya pernah makan di Jeonju House dan bilang enak, sampai berjanji akan kembali bersama saya suatu hari nanti. Kali ini kebetulan lewat Bongmyeong-dong, jadi saya mampir.

Melihat daging dan kimchi dipanggang bersama di atas tutup panci saja sudah bikin ngiler. Mulai dari banchan yang disajikan melimpah, doenjang jjigae, sampai samgyeopsal tebal, saya menikmati satu makan yang benar-benar mengenyangkan.

Lokasi, parkir, dan jam buka Jeonju House

▶36 Oncheon-ro 101beon-gil, Yuseong-gu, Daejeon (lantai 1) ▶Setiap hari 09:00–22:20 (last order 21:20) ▶Tutup hari Chuseok & sehari sebelumnya, Tahun Baru Imlek & sehari sebelumnya

Restoran enak di Yuseong, Daejeon ini, Jeonju House, berada di ujung dekat pintu belakang Gyeryong Spatel, Bongmyeong-dong, Yuseong-gu. Dari Stasiun Yuseong Oncheon butuh sekitar 15 menit jalan kaki. Untuk parkir, bisa menggunakan lahan di sebelah kanan pintu masuk toko atau garis parkir putih di sekitar Gyeryong Spatel.

Tampak luar Jeonju House di Bongmyeong-dong
Sekitar pintu masuk Jeonju House

Kimchi buatan sendiri dari jangdokdae di depan pintu masuk

Hal pertama yang mencolok dari pintu masuk adalah deretan jangdokdae (guci tanah liat tradisional) yang sangat banyak. Restoran Korea enak di Yuseong, Jeonju House ini ternyata membuat sendiri semua banchan, mulai dari kimchi. Hari itu saya sempat melihat langsung proses membuat kimchi di jangdokdae dan memasukkannya ke dalam wadah.

Deretan jangdokdae di pintu masuk Jeonju House
Proses membuat kimchi di jangdokdae
Kimchi buatan sendiri dimasukkan ke wadah

Bagian dalam Jeonju House: bisa untuk acara rombongan?

Begitu masuk, interior yang lebih luas dari perkiraan langsung terlihat. Ada banyak meja dengan jarak antar meja yang tidak terlalu sempit, sehingga terlihat cocok untuk makan keluarga maupun acara rombongan atau makan bersama kantor.

Susunan meja di aula luas Jeonju House

Di lantai 2 ada juga ruang privat. Di berbagai sudut toko terdapat dekorasi kayu, tanaman pot, dan pernak-pernik lawas yang menciptakan suasana hangat dan akrab. Dekat pintu masuk juga tersedia area pengisian daya ponsel yang bisa dipakai dengan nyaman selama makan.

Area pengisian daya ponsel dekat pintu masuk

Di setiap meja ada nomor meja, dan saat membayar, nomor tersebut cukup dibawa ke kasir.

Nomor meja untuk pembayaran

Menu dan harga di Jeonju House

Menu andalan Jeonju House adalah solot samgyeopsal segar, gamasot galbi kimchi jjigae, dan gamasot galbi kimchi jeongol. Solot samgyeopsal segar dibanderol 150g per porsi seharga ₩16.000, sementara gamasot galbi kimchi jjigae ₩15.000 per orang. Gamasot galbi kimchi jeongol tersedia dalam ukuran besar ₩70.000, sedang ₩60.000, dan kecil ₩45.000.

Selain itu ada menu tambahan seperti kimchi jjageuli, telur gulung, nasi gamasot, nurungji, dan nasi goreng. Saat saya cek papan asal bahan, tertulis daging babi untuk samgyeopsal dan galbi berasal dari dalam negeri, begitu juga beras dan sawi putih. Rasanya lega bisa langsung memeriksa asal bahan makanan yang digunakan.

Papan menu dan daftar harga Jeonju House
Info menu solot samgyeopsal dan galbi kimchi jjigae
Papan asal bahan berlabel produksi dalam negeri

Satu meja penuh banchan, yang paling sering diambil: buchu geotjeori (salad kucai)

Setelah pesanan masuk, banchan dasar mulai disajikan satu per satu. Ada salad, baek kimchi (kimchi putih), acar bawang bombay, jangajji (acar sayur asin), jamur, dan berbagai lauk lain yang cocok dengan samgyeopsal. Selada, cabai, bawang putih, dan ssamjang juga disediakan melimpah.

Di antara semuanya, yang paling sering saya ambil adalah geotjeori pedas dari campuran selada dan daun bawang bucu (buchu). Sayuran renyah dengan rasa asam-pedas ini menetralkan lemak samgyeopsal dengan bersih, enak dimakan dengan ssam maupun langsung dengan daging.

Yang kami pesan: Samgyeopsal segar 2 porsi Doenjang jjigae ₩2.000 Nasi putih 2 porsi

Satu meja penuh banchan yang disajikan melimpah
Selada, geotjeori daun bawang, dan bahan ssam

Tak lama kemudian, samgyeopsal segar yang ditunggu-tunggu pun datang. Irisan dagingnya tidak tipis, cukup tebal, sehingga saat diletakkan di atas pemanggang terlihat semakin menggugah selera.

Samgyeopsal segar tebal di atas tutup panci

Tanpa hood panjang, hanya ventilasi langit-langit: bagaimana asap dan baunya?

Yang mengejutkan, meski banyak orang sedang makan daging, asap dan baunya tidak terasa berat. Ternyata alat penyedot asap dipasang di langit-langit. Biasanya di restoran daging, ada pipa panjang yang menggantung dan sering menghalangi obrolan atau membuat tidak nyaman saat memanggang, tapi di restoran enak Yuseong ini, Jeonju House, saya bisa mengobrol dengan nyaman sambil memanggang.

Meja pemanggang tutup panci tanpa hood panjang

Tutup panci besarnya juga enak dipakai—meski daging dan kimchi ditumpuk banyak-banyak, tidak ada yang tumpah keluar. Karena dagingnya tebal, saat diletakkan di atas tutup panci besar terlihat makin menggugah selera.

Lemak daging mengalir mengikuti kemiringan tutup panci

Di atas tutup panci yang panas, samgyeopsal mulai berbunyi mendesis dan matang kecoklatan. Biasanya di restoran daging, hood panjang penyedot asap turun mendekati pemanggang, kadang menghalangi pandangan saat mengobrol dan terasa mengganggu saat memanggang.

Di Jeonju House, tidak terlihat hood panjang yang turun di atas pemanggang. Awalnya saya khawatir asap dan bau akan memenuhi ruangan, tapi ternyata setelah daging dipanggang, ruangan tidak dipenuhi asap tebal atau bau menyengat. Rupanya alat pembuang asap dipasang di langit-langit.

Karena tidak ada alat yang menghalangi sekitar pemanggang, saya bisa mengobrol dengan nyaman bersama pasangan di seberang meja, dan membalik atau memotong daging pun jadi lebih mudah. Terutama saat samgyeopsal dan kimchi ditumpuk banyak di atas tutup panci besar, makanannya tidak mudah jatuh keluar sehingga nyaman dipanggang. Lemak dari daging mengalir mengikuti kemiringan tutup panci, dan di situlah kimchi ditumpuk banyak untuk dipanggang bersama.

Kimchi dipanggang bersama samgyeopsal

Samgyeopsal memang cocoknya dengan kimchi panggang~^^

Samgyeopsal matang kecoklatan dan kimchi panggang
Samgyeopsal dengan garam dan wasabi
Ssam selada berisi samgyeopsal dan ssamjang

Cara makan samgyeopsal dengan garam, wasabi, dan kimchi panggang

Samgyeopsal yang sudah matang sempurna saya coba dulu dengan sedikit garam dan wasabi (wasabi diminta terpisah). Garam mengangkat rasa gurih daging, sementara rasa pedas menusuk dari wasabi menghilangkan rasa berlemak—kombinasi yang sangat cocok.

Selada segar dengan bucu geotjeori dan samgyeopsal juga enak, begitu juga saat dibungkus ssam bersama kimchi panggang, bawang putih, dan ssamjang secara melimpah. Menambahkan jangajji dan acar bawang bombay memberi rasa asam yang menambah variasi kombinasi rasa.

Yang paling saya sukai adalah kombinasi samgyeopsal panggang kecoklatan bersama kimchi. Samgyeopsal-nya tebal sehingga terasa kenyal saat dikunyah, dan kimchi yang menyerap lemak daging jadi semakin kaya rasa gurihnya.

Meja lengkap dengan doenjang jjigae dan nasi putih
Sisa samgyeopsal dan kimchi di tutup panci
Meja makan Jeonju House di penghujung sesi makan

Jeonju House cocok untuk siapa?

Jeonju House lebih mendekati restoran yang hangat dan akrab dengan ruang luas untuk makan santai, dibanding restoran daging bersuasana mewah. Cara memanggang samgyeopsal segar lokal bersama kimchi di atas tutup panci besar ini memberi keseruan visual sekaligus kenikmatan rasa.

Jenis banchan-nya beragam dan bahan pelengkap dagingnya juga cukup, jadi tidak bosan sampai akhir makan. Yang paling saya ingat adalah kombinasi samgyeopsal tebal panggang di tutup panci dengan kimchi. Kalau sedang di Bongmyeong-dong dan mencari tempat makan keluarga atau kumpul bersama, atau tiba-tiba teringat samgyeopsal panggang di tutup panci besar, coba mampir ke sini.

Lokasi

Jeonju House전주하우스

36 Oncheon-ro 101beon-gil, Yuseong-gu, Daejeon, South Korea (1st floor)대전광역시 유성구 온천로101번길 36 1층

Buka di Google Maps

Tempat · Restoran