Restoran BBQ Korea di Songpa: saus regional Muhan Paldo Daepae
Singkatnya
Muhan Paldo Daepae Jamsilsaenae Branch adalah restoran BBQ Korea di Songpa, Seoul, untuk menikmati daging daepae sepuasnya. Saya memadukan aneka daging dan sayuran self-bar, lalu mencicipinya dengan saus dari berbagai daerah sebelum menutup makan dengan nasi goreng, ramyeon, dan doenjang-jjigae. Pilihan tepat untuk meracik satu per satu kombinasi sesuai selera sampai akhir makan.

Info terverifikasi
- Jam operasional
- 11:00–24:00
- Parkir
- Tersedia parkir berbayar
- Daging
- Irisan tipis perut sapi premium; perut babi beku premium
- Bahan self-bar
- Selada, daun perilla, kimchi, tauge, jamur, dan bawang
seperti ditulis pengunjung pada 10 September 2026
Hari saat pergi makan daepae samgyeopsal di Jamsilsaenae
Karena ingin makan daepae samgyeopsal, irisan tipis perut babi, saya pun mendatangi Muhan Paldo Daepae Jamsilsaenae Branch. Awalnya saya mengira ini hanya restoran daepae samgyeopsal all-you-can-eat biasa, tetapi begitu masuk ternyata lebih seru dari yang saya bayangkan.
Jam bukanya dari 11:00 sampai 24:00, dan tersedia parkir berbayar.





Daging daepae sepuasnya dan self-bar
Ciri terbesar Muhan Paldo Daepae, sesuai namanya, adalah bisa menikmati daging daepae sepuasnya.



Mulai dari irisan tipis perut sapi premium sampai perut babi beku premium, rupanya tersedia beberapa jenis daging untuk dipilih.





Sayuran yang tersedia di self-bar juga cukup beragam. Ada selada dan daun perilla, tentu saja, juga kimchi, tauge, jamur, serta bawang yang enak dipanggang bersama daging.


Saus khas delapan daerah yang mengubah rasa daging
Namun, bagian yang paling seru bagi saya di sini adalah “saus khas delapan daerah Korea”.
- Saus kecap gaya Seoul
- Saus cheonggukjang gaya Chungcheongdo
- Saus kecap minyak perilla gaya Gangwondo
- Saus makchang gaya Gyeongsangdo
- Saus saeujeot gaya Jeollado
- Saus mustard gaya Gyeongsangbukdo
- Saus meljeot gaya Jejudo
Bahkan untuk satu jenis daging pun, seru sekali mengganti-ganti sausnya. Dan tentu ada penutup yang tidak boleh absen di restoran daepae.


Dari nasi goreng minyak daging hingga ramyeon dan doenjang-jjigae
Setelah makan daging secukupnya, kita bisa membuat nasi goreng. Di Muhan Paldo Daepae ada panduan untuk membuat nasi goreng dengan menambahkan bahan-bahan ke minyak daging. Jika ditambah cheese salju, tampaknya cukup menarik sebagai menu penutup.


Ramyeon juga tidak boleh dilewatkan, kan. Menyantap ramyeon dalam kuah hangat membuatnya pas sekali untuk mengakhiri makan daging.

Dengan doenjang-jjigae, sup pasta kedelai fermentasi, sebagai pelengkap juga, rasanya jauh lebih mengenyangkan daripada terus makan daging saja. Bagi saya, Muhan Paldo Daepae bukan sekadar tempat “pergi makan banyak daging”, melainkan tempat yang seru untuk memadukan daging → sayuran → saus → nasi goreng → ramyeon, begini dan begitu.

Kesan memadukan daging daepae tipis sesuka hati
Alasan saya menyukai daepae samgyeopsal tentu karena irisannya tipis sehingga waktu memanggangnya singkat. Tak perlu menunggu lama seperti samgyeopsal tebal; begitu diletakkan di panggangan, daging cepat matang, jadi enak disantap cepat saat lapar.
Khususnya untuk daepae samgyeopsal, menurut saya jauh lebih enak memanggangnya bersama bahan seperti kimchi, tauge, jamur, dan bawang daripada makan daging saja. Di Muhan Paldo Daepae pun tersedia sayuran dan beragam bahan yang bisa disantap bersama daging, jadi saya bisa meraciknya sesuai selera.
Biasanya saya hanya mencelupkan daepae samgyeopsal ke garam atau ssamjang, pasta kedelai pedas untuk bungkus selada. Kali ini saya mencoba satu per satu beragam saus Muhan Paldo Daepae sambil menggantinya, dan meski dagingnya sama, rasanya terasa cukup berbeda. Saus mudah meresap ke daging daepae yang tipis: jenis kecap terasa ringan, saus pedas terasa sedikit lebih nendang, sedangkan meljeot maupun saeujeot seperti menonjolkan cita rasa khas daging.
Dan untuk daepae samgyeopsal, memang tak boleh melewatkan menumis kimchi dan tauge dalam minyak yang keluar dari daging. Setelah daging habis disantap, masukkan kimchi, tauge, dan nasi ke minyak yang tersisa lalu tumis; sejak saat itu, satu hidangan lain pun dimulai.
Menurut saya, di restoran daepae samgyeopsal bukan hanya dagingnya yang penting, tetapi juga seberapa lengkap bahan pelengkap dan menu penutupnya. Dari sisi itu, Muhan Paldo Daepae terasa seperti tempat yang cocok dinikmati lewat beragam kombinasi, bukan restoran all-you-can-eat yang hanya menyajikan daepae.



Kalau suka daepae samgyeopsal atau ingin pergi ramai-ramai dan makan sepuasnya sesuai selera, sepertinya tempat ini layak dicoba setidaknya sekali.
Terutama, saya diam-diam merasa seru mencicipi saus tiap daerah satu per satu. Setelah makan daging sampai nasi goreng, akhirnya perut benar-benar penuh 😂
Lokasi
102, 1F, 57 Baekjegobun-ro 7-gil, Songpa-gu, Seoul, South Korea서울특별시 송파구 백제고분로7길 57 1층 102호






