Gamjatang di Yangjae, Seoul: nasi goreng penutup — Chomu Gamjatang

Singkatnya

Chomu Gamjatang adalah restoran Korea di Nonhyeon-ro 59, Seocho-gu, Seoul (kawasan Yangjae), yang khusus menyajikan gamjatang (sup tulang babi dan kentang) serta ppyeojjim (tulang babi kukus). Kunjungan berlangsung pada hari kerja pukul 12:00 dengan pesanan gamjatang porsi kecil, 2 mangkuk nasi, dan nasi goreng sebagai penutup; kuahnya sudah direbus lama sejak awal sehingga tidak perlu menunggu, dan ugeoji (daun kubis rebus) di dalamnya ditanam sendiri oleh pemilik. Ada menu pork cutlet dan rasanya tidak terlalu pedas, jadi Chomu Gamjatang pas untuk makan bersama keluarga dan anak-anak.

Foto utama Chomu Gamjatang di Yangjae

Info terverifikasi

Lokasi
Nonhyeon-ro 59, Seocho-gu, Seoul, lantai 1
Jam buka
11:00–22:00
Menu andalan
Gamjatang, ppyeojjim (tulang babi kukus), pork cutlet
Menu porsi satu orang
Ppyeohaejangguk (sup tulang babi), pork cutlet
Pesanan saat kunjungan
Gamjatang porsi kecil + 2 mangkuk nasi + nasi goreng
Parkir
Sekitar 5 mobil di depan restoran
Tempat duduk
Meja 2 orang, meja 4 orang, meja rombongan
Lauk pendamping
Kimchi dan kkakdugi (kimchi lobak), buatan sendiri

seperti ditulis pengunjung pada 5 September 2026

Foto utama Chomu Gamjatang di Yangjae

Hari ini aku mampir ke Chomu Gamjatang, restoran yang terkenal enak di Yangjae! Kalau ke Yangjae, banyak sekali tempat makan yang cantik dan hip, tapi ternyata cukup jarang ada tempat di mana seluruh keluarga bisa duduk santai dan makan kenyang bersama. Jadi hari ini aku mau cerita soal Chomu Gamjatang yang cocok banget buat makan keluarga :)

Di mana lokasi Chomu Gamjatang dan jam bukanya?

Chomu Gamjatang berada di Nonhyeon-ro 59-gil, Seocho-gu, dengan jam buka 11:00–22:00. Lokasinya dekat area Yangjae Citizens' Forest dan lingkungan Poi-dong, jadi mudah diakses baik naik mobil maupun jalan kaki.

Gambar petunjuk lokasi Chomu Gamjatang

Bangunan beratap genteng hanok dan area parkir

Bagian luar Chomu Gamjatang dihias dengan atap genteng hanok dan langit-langit kaca yang mewah. Perpaduan gaya modern dan tradisional pada atap gentengnya bikin aroma tempat makan enak langsung terasa dari luar.

Bangunan luar Chomu Gamjatang dengan atap genteng hanok

Seperti terlihat di depan, menu andalannya adalah gamjatang, ppyeojjim, dan pork cutlet. Di depan restoran juga tersedia area parkir untuk sekitar 5 mobil, jadi pengunjung yang bawa kendaraan bisa dengan mudah mampir.

Bagian depan restoran dengan tulisan menu andalan gamjatang, ppyeojjim, pork cutlet

Suasana dan tempat duduk saat makan siang pukul 12:00

Aku datang sekitar pukul 12 siang. Saat jam makan siang, restoran hampir penuh semua kursinya. Memang benar-benar tempat makan favorit warga Poi-dong ⭐️ Susunan tempat duduknya ada meja 2 orang tempatku duduk, meja 4 orang, dan juga meja untuk rombongan.

Interior Chomu Gamjatang hampir penuh saat jam makan siang

Apa saja menu di Chomu Gamjatang?

Daftar menunya terbuat dari kayu, jadi kesannya sederhana tapi rapi dan mudah dibaca sekilas. Selain menu utama gamjatang dan ppyeojjim, ada juga menu untuk makan sendiri seperti ppyeohaejangguk dan pork cutlet, jadi pilihannya cukup beragam. Aku memesan gamjatang porsi kecil dengan 2 mangkuk nasi, plus nasi goreng sebagai penutup biar makin kenyang.

Daftar menu kayu di Chomu Gamjatang

Lauk pendamping yang disajikan

Lauk pendampingnya kimchi dan kkakdugi (kimchi lobak), sederhana tapi cocok banget dipadukan dengan gamjatang. Katanya bukan kimchi kemasan pabrik, tapi buatan sendiri, jadi rasanya benar-benar terasa buatan tangan yang dalam ☺️

Gamjatang porsi kecil: bagaimana rasa tulang dan kuahnya?

Akhirnya gamjatang datang. Tampilan dengan daun perilla dan daun bawang di atasnya, dengan tulang besar tersembunyi di bawahnya, bikin air liur langsung menetes 🤤

Semangkuk gamjatang porsi kecil dengan daun perilla dan daun bawang di atasnya

Lihat tulang-tulang besar ini. Dagingnya banyak dan tampilannya bikin ngiler.

Large gamjatang bones with meat attached

Biasanya restoran gamjatang butuh waktu masak yang cukup lama, tapi di Chomu, hidangannya sudah dimasak matang sebelumnya, jadi bisa langsung dinikmati tanpa menunggu.

Kuah gamjatang yang sudah dimasak matang sebelumnya
Daging gamjatang yang dilepas dari tulangnya

Aku coba tarik sepotong dagingnya, teksturnya empuk dan mudah terlepas mengikuti seratnya, jadi seru banget saat menyuwirnya.

Aku juga coba kuahnya, dan ini termasuk salah satu kuah gamjatang paling pedas dan dalam rasanya yang pernah aku coba.

Satu sendok kuah gamjatang yang pedas
Kentang matang di dalam gamjatang

Namanya juga gamjatang, kentangnya nggak boleh ketinggalan. Kentangnya matang sampai ke dalam dan teksturnya lembut khas kentang yang mudah hancur di mulut, jadi menarik.

Uggeoji dan daun perilla di dalam gamjatang

Ugeoji hasil tanaman sendiri sang pemilik

Tapi bukan cuma daging dan kentang, daun perilla dan uggeoji (sayur lobak kering) di atasnya juga terus meninggalkan rasa di mulut. Terutama uggeoji, katanya ditanam sendiri oleh pemilik restoran, jadi rasanya lebih hangat dan bikin percaya kualitasnya. Kupikir kentang dan daging jadi bintang utama, ternyata sayurannya juga nggak kalah menonjol — perpaduan yang mengesankan di Chomu Gamjatang.

Nasi goreng sebagai penutup makan

Sayang kalau berhenti sampai di sini. Jadi aku memutuskan untuk pesan nasi goreng juga!

Persiapan nasi goreng gamjatang sebelum digoreng

Kuah sebelum digoreng saja sudah enak, tapi nasi goreng khas restoran gamjatang memang punya daya tarik yang nggak bisa ditiru di rumah.

Kaldu daging yang kental berpadu dengan daun bawang, rumput laut kering, dan saus khusus, jadi sampai suapan terakhir pun tetap memuaskan dan mengenyangkan.

Nasi goreng gamjatang yang sudah digoreng dengan daun bawang dan rumput laut kering

Kesimpulan: cocok untuk makan keluarga bersama anak?

Buat yang sedang mencari tempat makan enak di Seocho-gu atau tempat makan keluarga dengan harga terjangkau dan sepadan dengan rasanya, Chomu Gamjatang bisa jadi pilihan yang sangat baik.

Semangkuk gamjatang dengan daging, kentang, sampai uggeoji hasil tanam sendiri terasa penuh kesungguhan, jadi cocok diajak orang tua, dan karena ada pork cutlet serta rasanya tidak terlalu pedas, juga cocok diajak anak-anak. Aku merekomendasikan “Chomu Gamjatang” dengan sepenuh hati :)

Lokasi

Chomu Gamjatang초무 감자탕

59 Nonhyeon-ro, Seocho-gu, Seoul, South Korea서울특별시 서초구 논현로 59 1층

Buka di Google Maps

Tempat · Restoran