Pasar Amsa, Seoul: ayam goreng satu bungkus dua rasa — Gimssi Chicken
Singkatnya
Gimssi Chicken Amsa Market Branch adalah kedai ayam goreng di dalam Pasar Amsa (암사종합시장), Gangdong, Seoul, yang melayani fried chicken dan dakgangjeong (ayam goreng berbalut saus manis-pedas) untuk dibungkus sekaligus. Fried chicken yang baru diangkat dari penggorengan terasa renyah, dakgangjeong dibalur saus langsung bersama tteok (kue beras), dan harganya mulai 9.000 won untuk dakgangjeong ukuran medium serta 8.000 won untuk fried chicken tanpa tulang ukuran medium. Membungkus dua jenis ini sekaligus membuat satu porsi makan tidak terasa membosankan.

Info terverifikasi
- Alamat
- 21 Olympic-ro 98-gil, 1F Unit 105, Gangdong-gu, Seoul
- Jam operasional
- Setiap hari 11:00–22:00
- Dakgangjeong
- Mulai 9.000 won ukuran medium, pilihan tidak pedas, sedang, atau pedas
- Fried chicken tanpa tulang
- Mulai 8.000 won ukuran medium
- Ayam goreng utuh gaya lama
- 7.000 won
- Fried chicken bertulang
- 9.900 won per ekor, bungkus
- Parkir
- Tidak ada parkir khusus, gunakan parkir umum di sekitar Pasar Amsa
seperti ditulis pengunjung pada 13 September 2026
Akhir-akhir ini aku lagi keranjingan jalan-jalan ke pasar tradisional hehe. Kali ini aku mampir ke Pasar Amsa (암사종합시장) dekat Stasiun Amsa, dan di dalam pasar tercium bau enak banget dari Gimssi Chicken Amsa Market Branch, jadi aku mampir.


Begitu masuk pasar, banyak banget makanan yang bikin mata langsung teralihkan haha. Tapi tumpukan ayam goreng yang menggunung susah banget dilewatin gitu aja. Yang bikin kaget lagi soal harganya hehe. Sekarang pesan ayam goreng delivery sering lebih dari 20.000 won, tapi di sini, khas ayam pasar, enak dibungkus tanpa bikin kantong bolong.


Di mana lokasi Gimssi Chicken di dalam Pasar Amsa?
Gimssi Chicken Amsa Market Branch berada di 21 Olympic-ro 98-gil, 1F Unit 105, Gangdong-gu, Seoul. Jaraknya sekitar 200 meter dari Pintu Keluar 1 Stasiun Amsa, jadi cukup mudah dijangkau naik transportasi umum. Begitu masuk ke Pasar Amsa dan berjalan sedikit, papan nama merah-kuning Gimssi Chicken langsung kelihatan, jadi tidak sulit ditemukan hehe.


Sambil menikmati suasana pasar yang ramai, aku sampai dengan cepat haha. Tidak ada lahan parkir khusus, jadi lebih baik pakai area parkir umum di sekitar pasar.
Ayam digoreng terus-menerus di depan mata pembeli
Gimssi Chicken bukan kedai untuk makan di tempat, tapi kedai ayam pasar yang fokus pada bungkus bawa pulang. Di etalase depan toko, berjejer ayam goreng utuh gaya lama, paha ayam, dakgangjeong, dan berbagai jenis lainnya — tampilannya bahaya banget haha. Di sebelahnya ada wajan besar penuh ayam boneless yang terus digoreng ulang segar.

Warna gorengannya kuning keemasan, kelihatan renyah cuma dari melihatnya saja hehe. Khusus dakgangjeong, saat dipesan, ayam goreng dan tteok langsung dibalur saus di atas wajan besar.

Bisa lihat langsung proses saus diaduk merata pakai spatula, lumayan seru ditonton sambil nunggu haha. Aroma saus manis-pedas yang menguar bikin pengen langsung ambil sepotong sebelum dibungkus.

Menu dan harga di Gimssi Chicken Pasar Amsa
Gimssi Chicken punya pilihan cukup beragam: dakgangjeong, fried chicken boneless, ayam goreng gaya lama, fried chicken bertulang, paha ayam, wing, drumstick, sampai jeroan ampela ayam. Dakgangjeong bisa dipilih level mild, medium-spicy, atau spicy, mulai dari 9.000 won untuk ukuran medium, dengan pilihan ukuran hingga besar sesuai porsi.


Fried chicken boneless mulai 8.000 won untuk ukuran medium, ayam goreng gaya lama 7.000 won. Dari foto, fried chicken bertulang satu ekor untuk dibungkus juga hanya 9.900 won — harganya lumayan banget hehe. Rasanya inilah asyiknya belanja makanan di pasar haha. Hari itu aku bungkus fried chicken renyah dan dakgangjeong sekaligus.

Dengan keduanya digabung, porsinya cukup banyak, kelihatannya cukup untuk dimakan rame-rame di rumah.
Seperti apa rasa fried chicken biasa di Gimssi Chicken?
Aku coba fried chicken duluan. Begitu kotak dibuka, aroma gorengan gurih langsung menguar — sudah menang dari sini haha. Lapisan tepungnya tidak terlalu tebal atau berasa tepung banget, jadi luarnya renyah tapi bagian dalam daging ayamnya tetap juicy.

Karena baru digoreng langsung di pasar dan dibungkus, masih ada kehangatan yang bikin makin enak hehe. Rasanya juga tidak terlalu asin jadi enak dimakan begitu saja, dan cocok diselang-seling dengan dakgangjeong. Zaman sekarang banyak ayam goreng dengan rasa kuat, tapi fried chicken dasar seperti ini justru punya daya tarik bikin terus disuap haha. Ditambah harganya, kepuasannya makin naik.

Dakgangjeong yang dibalur saus saat dipesan

Yang secara pribadi lebih aku nanti-nantikan adalah dakgangjeong hehe. Ayam boneless goreng dibaluri saus merah yang banyak, dan di antaranya ada tteok juga. Sausnya mengilap merata, jadi sambil foto pun pengen langsung makan haha. Begitu digigit, sausnya meresap sempurna di luar sementara dagingnya tetap juicy. Bukan dakgangjeong yang cuma manis doang, tapi ada perpaduan manis, asin, dan pedas — rasa yang familiar tapi bikin nagih terus.

Tteok yang terselip di antaranya juga istimewa hehe. Ada keseruan tersendiri memilih satu per satu tteok kenyal yang berlumur saus, dan ini rasanya tidak kalah enak dari dakgangjeong-nya haha. Kalau makan satu dakgangjeong lalu satu fried chicken, rasanya benar-benar beda jadi tidak bosan.


Kalau susah pilih antara fried chicken atau dakgangjeong, membungkus keduanya sekaligus seperti aku sepertinya pilihan yang bagus.

Meneruskan rasa dakgangjeong dengan tradisi 15 tahun
Saat aku perhatikan papan namanya, tertulis tradisi 15 tahun, salah satu dari 3 dakgangjeong keluarga terbaik Seoul, dan meneruskan rasa dakgangjeong dari Pasar Myeonmok. Memang khas ayam pasar, susunan menunya sederhana tapi harganya tidak memberatkan, dan proses goreng-balur saus-bungkus langsung di tempat sangat berkesan hehe.

Jam operasional yang berlaku saat ini setiap hari pukul 11:00 sampai 22:00. Cocok dibungkus sebagai camilan saat belanja ke Pasar Amsa, atau mampir kalau lagi pengen makan ayam goreng di rumah malam-malam haha. Kalau lagi cari tempat makan enak di Amsa, tempat makan enak di Pasar Amsa, atau dakgangjeong enak, ini layak dicoba sekali. Beda dari ayam goreng franchise, ada kerenyahan khas ayam pasar dan porsi yang mengenyangkan, jadi aku cukup puas makannya hehe.


Lain kali aku mau coba bungkus jeroan ampela goreng atau ayam goreng gaya lama juga. Kalau ada kesempatan ke Pasar Amsa, coba tahan-tahan aroma ayam yang menguar dari depan Gimssi Chicken haha. Sepertinya susah untuk lewat begitu saja 😊
Lokasi
21 Olympic-ro 98-gil, 1F 105, Gangdong-gu, Seoul, South Korea서울특별시 강동구 올림픽로98길 21 1층 105호









